Sebuah Tragedi Sejarah Kota Selatpanjang yang Hancur di Gempur Serangan Udara

[Ilustrasi] Serangan udara zaman penjajahan | Photo Credit Via @GardaNasional

RiauOnline.id, Sejarah -- Selat Panjang merupakan sebuah perkotaan kecil yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kawasan ini merupakan Ibu Kota dari Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus menjadi pusat administrasi.

...Tau Selatpanjang di mana?

Kalau kamu yang dari Riau pasti tau lah, nggak mungkin tak tau?

Tapi,

Kalau belum tau, browsing aja ya!

So, mari mengupas sejarah....

Catatan Selatpanjang Dalam perjalanan sejarah



Selat Panjang pernah menjadi salah satu daerah yang di kuasai oleh penjajahan Jepang. Pada tanggal 5 Januari 1949 sekitar pukul 15.00 WIB, Selat Panjang di serang melalui udara.

Pesawat Tempur jenis Mustang menjatuhkan bom dan menembak kawasan kota dari udara. Tragedi ini terjadi justru Indonesia telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Melihat dari geografis Selat Panjang, sebenarnya Jepang bisa saja melakukan serangan melalui darat atau pun laut, alternatif menembaki dari kapal perang mereka juga sebenarnya efektif tapi Jepang justru mengirimkan empat pesawat tempurnya untuk menggempur Selat Panjang dari udara.

...Logika sederhana mereka bahwa,

Sangat sulit untuk melawan tentara jika dilakukan secara berhadapan langsung, mereka paham betul kondisi tentara dan pejuang yang ada di Selat Panjang sangat tangguh, sehingga jalur udara menjadi pilahan utama mereka.

Jadi kala itu,

Memang kondisi di Kota Selat Panjang sudah di kosongkan, mereka sudah mengamankan diri dari serangan udara tentara jepang. 

...Kemudian,

Jepang berinisiatif untuk terus menyisir keberadaan mereka hingga ke arah perkampungan di pinggiran Kota Selat Panjang. 

Salah satunya mengarah ke Desa Alah Air,

Terlihat sebuah bendera merah putih sedang berkibar di sebuah sekolah rakyat atau SR yang di pasang oleh seorang pemuda pejuang dari Desa Alah Air bernama Jeruki.

Lokasi ini akhirnya di jatuhkan bom oleh pesawat tempur Jepang, tepat di halaman sekolah.

Sementara itu, pasukan Tentara dan Barisan Rakyat Laskar Sabillilah melakukan persembunyian secara menyebar ke berbagai lokasi perkampungan. 

Mereka menggunakan taktik ini untuk mempersulit Jepang untuk mencari mereka.

Adapun perkampungan yang menjadi tempat persembunyian mereka antara lain: Borot, Insit, Alai, Lukun, Pesemak, Batang Malas, Anak Ayam, Jelotong, dan Jogih.

Sesosok bernama Letda Syuif Manaf adalah komandan Barisan Rakyat Laskar Sabilillah. 

Pesawat Jepang terus memborbardir Selatpanjang


Tugu Kemerdekaan sebagai saksi sejarah | Photo Credit Via @Kemendikbud

Tak menemui keberadaan Tentara dan Barisan Pejuang, pesawat Jepang terus memborbardir Kota Selatpanjang, keadaan ini membuat masyarakat sipil yang masih berada di kota merasa panik dan ketakutan.

...Suasana mencekam,

Dentuman bom, desingan suara peluru membuat suasana kota yang sangat mengerikan, keadaan berubah seketika menjadi hal yang mencekam. 

So, kamu bisa bayangkan...

Ada suara bom dimanan-mana, peluru tajam siap menyasar ke kepala kamu!

Seperti ini lah aksi membabi buta dari Pasukan Jepang kala itu. Melihat hal tersebut, seorang pemuda bernama Hasyim Haji Mat mulai geram, kemudian beliau menembak pesawat jepang yang terbang rendah di atas atam rumahnya.

Pasukan Darat Jepang Menyerang

...Nah,

Ternyata, pasukan darat Jepang juga sudah bersiap. Keberadaan mereka di Jalan Rintis. Bahkan mereka mendengan suara tembakan dari Hasyim Haji Mat terhadap pesawat Jepang. 

Kemudian,

Mereka menyerang dan mengejar Hasyim Haji Mat, dalam aksi ini beliau mati syahid sedangkan jasadnya hanya di biarkan bergelimpangan di halaman rumahnya.

Pasukan udara Jepang terus memastikan bahwa tidak ada pasukan Tentara dan Barisan Pejuang Rakyat di Kota Selatpanjang. Kemudian informasi ini di teruskan kepada kapal P12 untuk kembali masuk ke pelabuhan Selatpanjang.


Referensi:
Tanah Jantan Melawan | Karya Afrizal Cik

0 Response to "Sebuah Tragedi Sejarah Kota Selatpanjang yang Hancur di Gempur Serangan Udara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel