Makam Laksamana Raja Di Laut, Mengenal Melayu Dari Wisata Sejarah di Bukit Batu Bengkalis

Laksamana Raja Di Laut

RiauOnline.id, Sejarah -- 'Laksamana Raja di Laut, Bersemayam di Bukit Batu...' Sepenggal kalimat dalam sebuah lagu yang bernuansa Melayu. Irama dan cara pembawaan lagu ini khas Melayu banget.

Hampur seNusantara ini pernah mendengarkan lagu yang dibawakan oleh Iyeth Bustami ini. Ternyata dalam lirik lagu ini mengandung makna yang luar biasa. Ternyata 'Laksamana' merupakan gelar atau titah dari Kerajaan Siak yang diberikan kepada pembesar Istana kala itu.

Dalam Kajian Sejarah, Datuk Laksamana ini merupakan seorang Bugis. Beliau ini bernama Daeng Tuagik, anak dari Sultan Wajok yang kemudian menikah dengan putri dari Datuk Bandar Bengkalis.

Laksamana merupakan gelar sekaligus titah dari Kerajaan Siak untuk menjaga di pesisir pantai Selat Malaka.

Begini Sejarah Singkat Laksamana Raja di Laut


Dalam uraian sejarah, menceritakan bahwa Datak atau Encik Ibrahim merupakan Laksaman Raja di Laut I. Beliau ini pernah memegang kekuasaan sekitar dari tahun 1767 hingga 1807 Masehi.

Nah, pemimpin selanjutnya ada empat datuk yang pernah memerintah di Bukit Batu. Mereka adalah Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh dan Datuk Ali Akbar. Mereka digelari Datuk Laksamana II sampai IV.

...Jika kita melihat bukti sejarah yang ada,

Salah satunya adalah rumah kediaman Datuk Laksamana Dilaut IV, Laksamana Ali Akbar. Rumah yang tua yang memiliki desain rumah panggung ini terletak di Desa Sukajadi. Jaraknya sekitar 35 kilometer dari Pakning, Bengkalis.

Dari sini, kita bisa mengambil kesimpulan sederhana bahwa 'benar' kawasan pemerintahan Datuk Laksamana berada di sekitaran Bukit Batu.Selain itu, Makam Datu Laksamana Raja di Laut juga bisa kita temukan di kawasan ini. Makam Datuk Laksamana Raja di Laut II dan Datuk Laksamana IV.

Terletak di sebuah Masjid Jami Al-Haq, Masjid ini juga di bangun semasa kepemimpinan Laksamana di kawasan Bukit Batu ini.

Terletak Di Desa Sukajadi, sekitar 35 kilometer dari Kota Sungai Pakning, Bengkalis - Riau. Rumah peninggalan Laksamanan berbentuk panggung. Sekilas terlihat seperti rumah adat/ rumah tradisi di Riau. Berbentuk panggung dengan motif-motif melayu dibeberapa ornamen bangunannya.

Banyak kisah-kisah mistis yang diungkapkan oleh warga setempat, terutama harimau jadi-jadian, buaya penunggu dan lain-lain. Ini terkait sumpah selama 100 tahun yang keramat. Nilai mistisnya menjadi penarik sekaligus faktor hambat bagi sebagian orang yang penasaran dengan makam Laksamana Raja Di Laut.

Note:
'...Oh ya, 'Laksamana' itu merupakan titah atau gelar pembesar Istana Kerajaan Siak'

Mengapa Datu Laksamana Raja di Laut Bisa Berada di Bukit Batu?


...Nah,

Kala Kerajaan Siak berjaya dan menguasai Selat Malaka maka perlu dilakukan pengamanan dan pengawasan terhadap daerah kekuasaannya, terutama daerah pesisir.

Jadi,

waktu itu Raja Kerajaan Siak Mengutuskan Datuk Laksamana untuk mengamankan pesisir kerajaan Siak ini.

Posisi pusat Kerajaan Siak yang jauh dari memang jauh dari Pesisir yang bisa untuk bisa mengawasi secara rutin aktifitas di Selat Malaka. Maka dari itu Datu Laksamana Raja Di Laut memindahkan posisinya ke daerah Bukit Batu ini. Bekas tempat kediamana dan makam beliau ini menjadi bukti outentik tentang keberadaan beliau di Bukit Batu ini.

Berziarah ke Makam Laksamana Raja Di Laut


Setelah membaca sejarah beliau maka kita sekaran tau siapa Datuk Laksamana ini. Hingga saat ini makam beliau menjadi lokasi ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap Datu Laksamana ini.

...Selain itu,

Jika kamu termasuk orang yang gemar dengan wisata sejarah maka lokasi ini cukup memberi gambaran tentang keberadaan Datuk Laksamana kala bertugas mengamankan Pesisir Selat Malaka.

Begitu juga dengan kondisi rumah Datuk Laksamana Raja di Laut IV ini.

Sangat bernuansa Melayu!

Wisata Sejarah seperti ini akan banyak membuka nuasa pemikiran kita lebih luas lagi terhadap sebuah budaya dan peradaban. Apalagi budaya dan peradaban sejarah tersebut datang dari luar suku kita.

Misalnya, orang Jawa datang ke Riau untuk melihat tradisi suku Melayu yang pernah ada kala itu. Atau sebaliknya, Suku Melayu yang pergi melihat bagaimana situasi keraton atau tempat-tempat bersejarah di Pulau Jawa.

Tentu wisata sejarah ini akan menambah wawasan dan pengalaman kita tentang Sejarah masa lampau.

I Think it will be great Journey!

0 Response to "Makam Laksamana Raja Di Laut, Mengenal Melayu Dari Wisata Sejarah di Bukit Batu Bengkalis"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel