Tepak Sirih Dalam Adat Tradisi Makan Sirih Melayu, Bentuknya Unik dan Menarik Perhatian Kita

tepak-sirih

RiauOnline.id
, Tradisi dan Budaya Melayu -- Pada artikel sebelumnya sudah saya jelaskan tentang Tradisi Makan Sirih dalam kalangan masyarakat Melayu. Nah, pada artikel kali ini saya akan melanjutkan bagian itu dengan menjelaskan Tepak Sirih atau perkakas yang digunakan dalam tradisi makan sirih ini.

Jadi, Tepak Sirih ini merupakan perkakas atau salah satu peralatan yang digunakan dalam upcara Makan Sirih. Daun-daun sirh tersebut disusun rapi dalam Tepak Sirih ini. Daun Sirih tersebut dilipat dan saling berselipan satu sama lainnya yang kemudian disusun rapi didalam Tepak Sirih.

Dalam satu barisnya tersusun rapi antara lima samapai enam helai daun sirih dan terdapat sekitar empat atau lima susun. Selain itu, ada tata cara penyusunannya, ekor daun sirih tidak boleh kelihatan, jika kelihatan maka hal tersebut dianggap tidak menghormati tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Berikut ini berbagai jenis tepak sirih yang biasa nya dipakai dalam kalangan orang Melayu:

1. Tepak Sorong;

Tepak Sorong Merupakan salah satu bentuk dari Tepak Sirih. Bentuknya Persegi empat memanjang. Pada bagian bawahnya ada yang berjenis berkaki empat dan ada pula yang memakai oda pada bagian kakinya.

Itulah mengapa disebut Tepak Sorong, karena pada jenis tepak sirih ini lebih dominan yang memakai roda pada bagian bawah atau kakinya.

2. Tepak Layang; 

Bentuknya hampir sama dengan Tepak Sorong. Yang membedakannya hanya pada bagian roda saja. Tepak Layang tidak menggunakan roda pada bagian kakinya. Tepak Layang juga memiliki fungsi yang sama untuk menjamu para tamu yang hadir pada acara tersebut.

3. Tepak Ponyapo (tepak penyapa);

Jenis perkakas makan sirih yang satu ini lebih kecil bila dibandingkan dengan Tepak Sorong dan Tepak Layang. Jenis Tepak ini juga memiliki kaki empat, namun pada jenis tepak ini tidak ada yang menggunakan roda pada bagian kaki Tepak tersebut.

4. Tepak Polembang (tepak palembang; tepak rupa lembang);

Tepak Sirih yang ini berbentuk segi empat namun bentuk nya melebar ke bagian bawah, semakin bawah dan semakin lebar. Ukuran pada Tepak Sirih ini lebih besar dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Tepak Sorong.

Jenis ini juga sering disebut dengan Tepak Tando atau tepak tanda, hal ini dikarenakan fungsi dari Tepak Sirih yang ini sebagai tepat meletakkan emas sebagai tanda nikah dan kawin. Jadi, jika tidak ada emas tanda pernikahan maka tepak ini tidak bisa disebut sebagai tepak tando akan tetapi akan disebut sebagai Tepak Polembang.

Kata Polembang bukan mengacu kepada nama salah satu daerah yang ada di Sumatera, namu kata ini mengacu pada rupa dan bentuknya yang lembang pada bagian bawah dan pada akhirnya diberi nama Tepak Polembang.

5. Tepak Kominan (tepak mainan);

Tepak Jenis ini berukuran kecil. Copuk dan Kupurannya juga berukuran kecil. Meskipun berukuran kecil ini juga merupaka salah satu jenis Tepak yang sering digunakan dalam Makan Sirih Suku Melayu.

6. Tepak Koto (tepak kota);

Jadi, Tepa Koto ini memiliki bentuk yang bertingkat-tingkat. Jenis ini juga banyak digunakan dalam makan sirih. Tepa Koto biasanya bertingkat tiga, lima, tujuh ataupun sembilan. Tingkatan ini disesuaikan dengan penggunaannya. Tepak Koto biasanya terbuat dari kayu untuk digunakan makan sirih oleh khalayak orang banyak dalam sebuah acara.

Inilah berbagai bentuk tepak sirih yang biasa digunakan dalam kalangan suku Melayu dalam upaca ada dan tradisi Makan Sirih. Jenis-jenis tepak ini masih sangat banyak kita jumpai, meskipun keberadaan Tradisi Makan Sirih mulai terkikis pada generasi baru namun keberadaan Tepak ini masih bisa kita saksikan diberbagai tempat pada suku melayu.

0 Response to "Tepak Sirih Dalam Adat Tradisi Makan Sirih Melayu, Bentuknya Unik dan Menarik Perhatian Kita"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel