Situs Sejarah Gedung Bilik 44, Rangkaian Sejarah dan Eksistensi Kesultanan Lingga

sejarah-kesultanan-lingga

RiauOnline.id
-- Kabupaten Lingga merupakan salah satu dari sekian kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

...For Your Information:

Kepulauan Riau atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan yang disingkat menjadi Kepri adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada digaris perbatasan dengan negara tetangga lainnya.

Jadi, Letak Provinsi Kepulauan Riau itu berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur, provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan, Negara Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah barat.

Nah, salah satu Kabupaten yang ada di kawasan ini bernama Kabupaten Lingga. Jika ditelusur lebih jauh lagi maka kamu akan mendapatkan sebuah sejarah yang sangat bernilai di Kabupaten Lingga ini. Sebuah situs sekaligus menjadi bukti peradaban dan eksistensi Kerajaan Melayu yang ada di Tanah Melayu ini.

Sejarah Kerajaan Lingga?


Sudah saya jelaskan diatas bahwa Lingga masuk dalam salah satu kawasan atau wilayah kabupaten yang yang ada di Kepulauan Riau. Nah, ketika masa itu wilayah Lingga ini merupakan kerajan dengan ibu kota yang berada di Daik sebagai negara kesultanan yang ada Johor, Pahang, Riau, dan Lingga.

...Mengenal lebih dekat Kerajaan Lingga,

Nah, agar supaya kita lebih tau dan mengenal lebih dekat tentang kerajaan Lingga ini mari mengupas secara tuntas sebelum kita membahas salah satu situs yang kita kenal dengan nama Gedung Bilik 44 yang ada di Lingga ini.

Kajian kali ini kita berdasarkan atau bersumber dari buku sejara Tuhfat al-Nafis, Sultan Lingga merupakan pewaris dari Sultan Johor, dengan wilayah mencakup Kepulauan Riau dan Johor. Kerajaan ini diakui keberadaannya oleh Inggris dan Belanda setelah mereka menyepakati Perjanjian London tahun 1824.

Note: Tuhfat al-Nafis ini adalah sebuah buku sejarah karangan Raja Ali Haji, seorang sastrawan dari Riau dan pangeran Kesultanan Riau-Lingga yang merupakan keturunan Bugis.Saat ini, mungkin nama Raja Ali Haji sangat harum dan familiar di telinga kita. Sosok ini adalah seorang pujangga dan sastrawan yang hidup dimasa Kerajaan Lingga, beliau ini memiliki garis keturunan bugis. Pada masa itu perkembangan Bahasa Melayu sudah sangat baik. Hal tersebut terbukti dengan adanya standarisasi dan kamus ekabahasa yang bagus dan lengkap perbendaharaan katanya.

Oh ya, Raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Lingga ini adalah sesosok yang berwibawa bernama Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah namun, pergolakan politik Hindia Belanda memaksa Kesultanan Lingga di hapus pada tanggal 3 Februari 1911.

Situs Sejarah Gedung Bilik 44


sejarah-gedung-bilik-44

Tempat yang kita sebut ini masih bisa kita lihat hingga saat ini. Situs Sejarah Gedung Bilik 44 ini merupakan bagian dari sejarah Kesultanan Lingga dan sebagai bentuk dan bukti tentang keberadaan Kerajaan Melayu dikala itu.

...Sayang seribu sayang,

Ternyata Situs Sejarah Gedung Bilik 44 hanya berbentuk pondasi bukan berbentuk gedung yang sudah utuh seperti rumah. Angka 44 ini mengacu pada jumlah ruangan yang sebenarnya akan dipersiapkan oleh sang Sultan.

Situs Sejarah Gedung Bilik 44 dibangun oleh Sultan Muhammad Muzafar Syah, namun beliau tak mampu menyelesaikannya. Gedung ini adalah sebuah gambaran keinginan Sultan untuk memperluas Kerajaan atau Kesultanannya.

Selain sebagai tempat tinggal, sebenarnya Gedung Bilik 44 di hajatkan untuk masyarakat Lingga itu sendiri.

...Kala Rakyat Lingga sangat Kreatif,

Di Kesultanan Lingga, Sang Sultan melihat kondisi para pengerajin yang ada di lingkungan Kesultanan Lingga. Hal ini yang membuat sang Sultan berinisiatif untuk mengumpulkan mereka dalam satu wadah yang baik. Beliau ingin memberikan ruang yang nyaman bagi para pengerajin-pengerajin tersebut.

Keadaan berubah setelah Belanda memiliki hasrat yang tak asama dengan Sultan Muhammad Muzafar Syah, beliau dipecat sebagai pemegang kekuasaan di Kesultanan Lingga. Hal inilah yang menyebabkab pembangunan Gedung Bilik 44 tak selesai dibangun. Hanya berbentuk pondasi-podasi yang memiliki 44 ruang.

Travelling dan Belajar Sejarah di Situs Sejarah Gedung Bilik 44


sejarah-gedung-bilik-44

...Asyik lho!

Hal ini mungkin akan menjadi menarik bagi kamu yang memiliki hobi travelling dan melihat situs-situs bersejarah di kawasan bekas Kesultanan Lingga ini. Melihat langsung dan menggali informasi tentang keberadaan situ bersejarah Gedung Bilik 44 di Lingga ini.

Travelling ke tempat bersejarah seperti ini mampu mengubah mindset dan pola fikir kita terhadap kehidupan dimasa lalu dimana pernah eksis dan berjaya sebuah kerajaan Melayu di Lingga. Satu hal penting tentang Bahasa Melayu yang menjadi pondasi Bahasa Indonesia cukup terawat dengan baik di Kesultanan Lingga kala itu.

Fasilitas di Situs Gedung Bilik 44


...Good or bad?

Jadi begini, masalah fasilitas di kawasan situs bersejarah di Indonesia masih belum dilakukan secara maksimal, termasuk Situs Gedung Bilik 44 ini. Meskipun memiliki panorama yang indah Situs Gedung 44 ini belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sebagai tempat yang layak untuk dikunjungi.

namun,

Pemerintah kita saat ini sedang berbenah memperbaiki seluruh kawasan situs bersejarah agar tetap dapat terawat dan selalu menjadi wadah belajar dan melihat langsung tentang keberadaan-keberadaan situ bersejarah di berbagai tempat ini.

Tapi kalau menurut saya sich, its oke!

Yang terpenting apa yang kita ingin lihat masih ada dan dirawat dengan baik. Kelak kita masih bisa bercerita dan menunjukkan bukti-bukti sejarah ini kepada generasi yang akan datang bukan hanya tutur bicara saja.


Akses menuju Situs Gedung Bilik 44



...Did you know
, jika kawasan Kepulauan Riau itu terdiri dari gugusan pulau-pulau. Jadi untuk akses keberbagai tempat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau harus menggunakan Kapal.

Ada dua cara yang bisa kamu gunakan untuk bisa sampai ke Batam, mengunakan pesawat udara atau melalui jalur laut dengan menggunakan Kapal. Kamu bisa browsing di internet sebelum akan meluncur ke Pulau Batam.

...Tak perlu kwatir,


Batam sudah menjadi kawasan dengan kunjungan yang padat, jadi akses ke Pulau Batam ini sangat ramai.

Nah, untuk menuju situs Gedung Bilik 44 ini bisa kamu lakukan dengan menyewa kenderaan atau menumpang dengan kenderaan yang dimiliki warga.

Satu-satunya akses menuju Lingga adalah dengan menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam dari Pulau Batam. Untuk melanjutkan perjalanan menuju Gedung Bilik 44 bisa dengan menumpang kendaraan yang dimiliki warga.

Jadi jika kamu akan berwisata ke wilayah ini, kamu perlu menyiapkan beberapa perlengkapan pribadi yang mungkin Anda butuhkan selama Anda berada di Lingga. Selain itu untuk menuju ke wilayah Gedung Bilik 44 perlu persiapan fisik yang matang karena memang untuk menuju Lingga perlu menyebarangi lautan selama hampir enam jam.

Wisata Kuliner di Situs Gedung Bilik 44


Kuliner di situs bersejarah ini masih tergolong dalam kuliner di Lingga. Kuliner khas yang disajikan di Lingga, Riau adalah lakse, lempeng, sagu lemak, keprun, lampam, dan makanan yang berbahan sagu lainnya.

Makanan berat yang menjadi ciri khas dari wilayah Kepualauan Riau adalah lakse. Namun rasa lakse yang dibuat oleh masyarakat Lingga berbeda dengan lakse yang dibuat masyarakat Riau kebanyakan. Rasa lakse di Lingga memiliki ciri khas yang berbeda.

Lakse memiliki dua varian yaitu lakse goreng dan lakse kuah. Untuk lakse kuah memiliki kuah yang dibuat dari santan kelapa dan ikan teri. Penyajian lakse kuah biasanya diikuti dengan irisan timun. Sedangkan untuk lakse goreng memiliki bentuk unik seperti mie yang dicampur dengan sayuran rampi dan ikan teri.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk


Situs gedung bilik 44 tidak memiliki jam buka secara khusus. Situs ini bisa dikunjungi kapan saja karena memang untuk masuk ke situs ini tidak dibatasi. untuk mengunjungi situs ini Anda tidak perlu membayar tarif masuk, karena memang tidak ada tiket yang diperjualbelikan untuk memasuki kawasan bersejarah ini.

Nah, itu tadi ulasan singkat mengenai Situs Gedung Bilik 44 yang terdapat di Lingga, Riau. Menarik untuk dikunjungi bukan? Untuk itu segera destinasikan Lingga sebagai rekomendasi untuk Liburan Anda. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda.

Nah, selain situs bersejarah ini kamu juga bisa menikmati wisata lainnya yang ada di Kabupaten Lingga:

Air Terjun Batu Ampar - Objek wisata pemandian air terjun di P. Singkep

Pantai Batu Berdaun - Objek wisata pantai di kota Dabo, P. Singkep. Hanya berjarak sekitar 4 Km dari kota Dabo Singkep, lokasi wisata Pantai Batu Berdaun sudah dapat ditempuh oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pantai Batu Berdaun adalah ikon wisata andalan kota Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga disamping banyak lagi tujuan para pengunjung di Lingga umumnya.

Gunung Daik (Daik Mountain)

Pemandian Tengku Ampuan Zahara/Lubuk Pelawan di Daik

Air Terjun Resun di Lingga Utara   

Batu Babi di Sereteh Desa Kelumu - Daik

Batu Belah di Daik

Air Terjun Tanda di Daik

Masjid Sultan Lingga di Daik

Kompleks Makam Temenggung Jamaludin dan Datuk Kaya Montel di Pulau Mepar

Makam Megat Kuning di Daik

Pantai Anak Benan di Senayang

Pantai Belakang Benan di Senayang

Pantai Teluk Empuk di Daik

Pantai Pasir Panjang, Daik

Cetiya Loka Shanti di Daik

Pintu Gerbang Menuju Situs Istana Damnah Dan Replika Istana Damnah di Daik

Situs Istana Damnah di Daik
 

Situs Istana Robat di Daik

Benteng Bukit Cening di Daik

Benteng Tanjung Cengkih di Daik

Benteng Kuala Daik di Daik

Benteng Mepar Berbentuk segi Empat di Daik

Benteng Kubu Parit di Daik

Museum Linggam Cahaya di Daik Lingga


0 Response to "Situs Sejarah Gedung Bilik 44, Rangkaian Sejarah dan Eksistensi Kesultanan Lingga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel