Menjelajah Pedalaman Daik Lingga, Dari Berjumpa Batu Babi Hingga Sarang Buaya

Menjelajah Pedalaman Daik Lingga, Dari Berjumpa Batu Babi Hingga Sarang Buaya

RiauOnline.id
-- Menjadi petualang dan menjelajah berbagai daerah yang ada di Indonesia sangat menyenangkan. Berbagai pengetahuan baru serta situasi dari berbagai daerah bisa kamu jumpai saat kamu travelling ke berbagai daerah, termasuk kawasan Kabupaten Lingga ini.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan selama berada di Kabupaten Lingga. Misalnya menelusuri kawasan Air Terjun Batu Ampar atau mencoba menyaksikan langsung bukti sejarah Gedung Bilik 44 dan bagi yang hobi mendaki gunung mencoba untuk menaklukkan Gunung Daik, hingga saat ini belum ada yang sampai ke puncak lho!

...dan masih banyak yang lainnya lagi,

Nah, kali ini kita akan mencoba menelusuri kawasan yang lebih dalam lagi ke daerah pedalaman yang ada di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Sejauh mata memandang selalu dimanjakan dengan keindahan alam yang selalu mempesona mata kamu.

Satu hal yang perlu kamu catat bahwa dearah Kabupaten Lingga ini merupakan Bunda Tanah Melayu. Ada banyak cerita sejarah tentang Melayu yang tersimpan di dalam Kabupaten Lingga ini. Berlibur ke Kabupaten Lingga bisa sambil melihat benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Lingga.

...Menuju Desa Kelumu,

Nah, ada satu desa yang unik di Kabupaten Lingga ini. Lokasi desa ini tak jauh dari kawasan pegunungan Daik. Desa ini terletak aga masuk ke pedalaman kabupaten Lingga, sangat menarik untuk ditelusuri.

Sebelumnya pada artikel Memuncak Ke Gunung Daik Kabupaten Lingga sudah dijelaskan bagaimana mistisnya situasi di Pegunungan Daik hingga mistis hunian makhluk halus bernama Bunian.

Dan Desa-desa yang ada di pedalaman ini masih berada diseputaran Gunung Daik, termasuk Kelumu.

Jadi, keunikan yang akan kamu temukan dikawasan pedalaman Kabupaten Lingga juga memiliki berbagai macam keunikan dari batu-batu aneh dan unik. Hal ini benar dan nyata kebenarannya yakni batu babi (Babi Stone) di Sereteh, Desa Kelumu, Daik. Tidak sedikit wisata dalam dan luar negeri ikut melihat dan menyaksikan potret misteri ini.

Nah,

Selanjutnya, tak jauh dari desa Kelumu perjalanan kamu akan menjupai Desa Batu Belubang yang terletak di sebuah pulau kecil. Kawasan Desa Batu Belubang berlokasi persis tepat di hadapan Pulau Buaya.

Perlu kamu ketahui Kepulauan Riau merupakan gugus-gugus pulau yang kemudian menjadi sebuah Provinsi baru, dulunya kawasan ini masuk dalam daerah administratif Provinsi Riau dengan ibu kota Pekanbaru. Jauh banget kan Ibukota nya!

Back to the topic...

Khusus daerah Desa Batu Belubang itu sendiri terdiri dari sejumlah pulau, yaitu  Pulau Koka, Pulau Jata, Pulau Belading atau Pulau Batu Belubang, Pulau Berjong, Pulau Mentigi, Pulau Buaya, dan Pulau Biola.

..Pulau Buaya, emang penghuninya buaya?

Nah, ternyata tidak semua pulau-pulau tersebut berpenghuni. Fakta dari cerita masyarakat setempat menyebutkan bahwa daerah atau kawasan antara Desa Kelumu dengan Desa Batu Belubang adalah kawasan yang marupakan satu arah hilir mudik buaya termasuk binatang satwa liar seperti babi hutan.

Ternyata di kawasan ini masih terdapat banya buaya dan satwa liar lainnya. Jika belum pernah melihat buaya secara langsung mungkin kamu bisa travelling ke daerah ini. Banyak buayanya lho! Yakin berani?

Nah, ada beberapa fakta yang seharusnya kamu tahu tentang buaya ini:

Ternyata  species buaya ini sangat tergantung pada spesiesnya, penelitian mencatat bahwa buaya bisa tumbuh sampai sepanjang 5 meter. Jika kalian pernah melihat buaya ada di laut maka sebenarnya itu bukanlah tempat asli mereka. jadi, habitat alami buaya adalah sungai, lahan basah, danau, dll. Kadang kala habitat buaya juga bisa ditemukan dan bertahan hidup dalam air berlumpur atau air payau yang menawarkan kamuflase sangat baik saat berburu.

Fakta lainya mengatakan bahwa buaya yang hidup di air asin adalah spesies buaya terbesar. Spesies ini dapat tumbuh sampai sepanjang 7 meter dengan berat mencapai sekitar 1 ton.

...Kabupaten Lingga adalah daerah kepulauan,

Menelusuri data yang ada di Pemerintah Kabupaten Lingga tercatat bahwa Kecamatan Senayang terdiri dari 369 pulau yang tersebar baik pulau besar maupun pulau kecil. Hanya 59 buah pulau di antaranya sudah berpenghuni sedangkan, 310  buah pulau belum berpenghuni. Selain Pulau Buaya, pulau-pulau lain yang berpenghuni adalah Pulau Cempa, Pulau Bakung, Pulau Sebangka, Pulau Teban, dan Pulau Mensanak. Kecamatan Senayang terbentang dalam luas 27.892 km persegi  dengan luas daratan 396,11 km persegi  dan lautan mencapai kurang lebih 27.496 km persegi. Dengan kata lain 98,9 persen adalah wilayah laut.

0 Response to "Menjelajah Pedalaman Daik Lingga, Dari Berjumpa Batu Babi Hingga Sarang Buaya"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel