Menjajal Wisata Ombak Bono: Dari Ombak 7 Hantu Hingga Tersisa 6 Gulungan Ombak Besar di Muara Kuala Kampar

wisata-ombak-bono

RiauOnline.id, Wisata -- Wisata 'Ombak' Bono menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu ombak untuk berselancar, ombak yang ada di Bono ini sangat besar dan hal tersebut membuat berita Bono tersebar hingga ke mancanegara dengan slogan 'Bono Menyapa Dunia'.

Fenomena Ombak besar yang ada di Bono ini menjadi sesuatu yang sangat langka terjadi didaerah lain, sangat jarang ditemukan fenomena seperti ini di daerah-daerah lainnya. Fenomena ombak Bono ini sebenarnya merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai karena air pasang.

Awalnya masyarakat di kecamatan teluk meranti berasumsi bahwa fenomena ini merupakan sesuatu yang mistis, namun secara ilmiah peristiwa alam seperti ini dapat dipecahkan secara rasional dan sekarang Ombak Bono bukan lagi sesuatu yang mistis dan menakutkan malah menjadi berkah bagi masyarakat.

Tutur Legenda Seputar Misteri Ombak Bono di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir


Menurut informasi, Ombak Bono ini terdapat juga di Muara sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir. Jadi, secara natural ombak Bono ini di klasifikasikan menjadi dua. Ada istilah Bono Jantan dan Bono Betina. Di Sungai Kuala Kampar ini disebut sebagai Bono Jantan karena memiliki ombak yang lebih besar, sedangkan di Muara Sungai Rokan dikatakan sebagai Bono Betina karena memiliki ombak yang relatif lebih kecil.

Menurut beberapa penuturan turun temurun dalam masyarakat yang tahu persis dengan Ombak Bono mangatakan bahwa sebenarnya ombak Bono ini berjumlah 7 dengan formasi 1 besar dan 6 yang kecil dan ombak ini dikatakan sebagai Induk Bono. Jadi, menurut cerita lagenda mereka, ketika bulan kecil dan ombak mati maka si Bono Jantan akan pergi menemui si Bono Betina di muara Rokan dan kemudian bersantai di Selat Malaka. Sehingga saat bulan kecil dan pasang mati maka tidak ditemukan ombak bono di kedua sungai tersebut.

wisata-ombak-bono

Kemudian, ketika pasang besar maka kedua ombak Bono ini akan kembali ketempat mereka masing-masing. Semakin Besar bulan makan semakin besar ombak Bono di kedua tempat ini. Menurut cerita leluhur mereka, setiap pendekar melayu pesisir harus mampu menaklukan tingginya ombak bono sebelum dikatan lulus dalam keahlian bertarung mereka.

Ada istilah upacara 'semah'  yang dilakukan pada pagi dan siang hari. Upacara ini dipimpin oleh seseorang yang disebut 'Bomo' atau orang pandai yang menjadi tetuan di kampung tersebut. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mendoa kan keselamatan mereka yang akan mengendarai Bono tersebut dan dijauhkan dari segala mara bahaya.

...Saat ini?

Sekarang ombak Bono sudah menjadi 'kawan' bermain bagi mereka yang berani mencoba berselancar atau memakai sampa mereka untuk kegiatan ketangkasan para apenduduk di kawasan Ombak Bono ini.

Misteri Ombak Tujuh Hantu di Kawasan Bono Kuala Kampar


Kepercayaan masyarakat terdahulu terhadap fenomena yang terjadi di Kuala Kampar ini sudah terjawab secara ilmiah. Jika mengacu pada cerita-cerita masyarakat terdahulu, Ombak Bono ini merupakan perwujudan dari 7 hantu yang selalu menghancurkan sampan atau kapal yang mencoba untuk melintasi Kuala Kampar ini.

Keberadaan ombak besar ini sangat menakutkan dan menjadi momok kala itu. Sehingga untuk melintasi kawasan tersebut terlebih dahulu dilakukan upacara 'semah' untuk menangkalnya. Tak jarang sampan-sampan mereka hancur berkeping dan tenggelam di hantam ombak besar Bono. Hal inilah yang ditakutkan oleh masyarakat kala itu.

Cerita selanjutnya mengatakan bahwa, kala zaman penjajahan Belanda masuk ke kawasan Bono mengalami kesulitan untuk masuk. Pada akhirnya sang Komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembakkan meriam mereka ke arah Ombak Bono ini. Kemudian, salah satu dari Ombak Bono ini terkena tembakan Meriam Belanda dan tidak muncul lagi. Itulah sebabnya saat ini Ombak Bono hanya menyisakan 6 ombak besar.

7 hantu yang dimaksudkan oleh masyarakat Melayu di kawasan Kuala Kampar ini adalah 7 gulungan ombak besar tersebut. Ombak yang bersusun tersebut terdiri dari 1 ombak besar dan 6 ombak yang lebih kecil. 1 ombak besar telha ditembak dengan meriam oleh penjajah Belanda dan yang muncul hanya 6 ombak hingga saat ini. Terkait kapal pasukan penjajah Belanda yang menembakkan salah satu gulungan ombak besar tersebut tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

'Ombak Bono' Menurut Kajian Ilmiah


Gelombang besar Bono atau yang diistilahkan dengan 'Bono Wave' telah menjadi sebuah fenomena alam yang sempat mengemparkan masyarakat di sekitaran Kuala Kampar. Namun, semua ini terpecahkan dengan teori yang sangat sederhana. Hal ini terjadi karena adanya pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju muara sungai.

Di dalam kajian lainnya, yaitu Kajian Lingkungan Mekanika Fluida (Environmental Fluid Mechanics), fenomena Bono di sebut juga Tidal bore atau bore/aegir/eagre/eygre.

Jadi, diterangkan secara ilmiah bahwa gelombang bono yang terjadi di Kuala Kampar merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Jadi, kajian ini masih memiliki pendapat yang sama dengan yang sebelumnya. Mereka mengatakan bahwa gelombang besar bono yang terjadi di Kuala Kampar diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan aliran air Sungai Kampar.

Nah, Akibat dari benturan ini maka gelombang air di muara sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Ini merupakan fenomena ilmiah yang akan dipercayai oleh kaum intelektual saja, sangat sederhana dan masuk akal.

Rute dan Peta Menuju Lokasi Bono di Kuala Kampar


Jadi, kawasan dengan ombak besar yang sering kita dengan dengan kata Bono ini berada di Kuala atau Muara dari Sungai Kampar, Desa Teluk Meranti. Jadi, kawsan Desa Teluk Meranti terletak di posisi 0.08.39,29 lintang Utara dan 102.33.48,50 bujur timur.

Informasi tentang Ombak Bono Sungai Kampar biasanya akan membesar dan bisa dijadikan untuk kegiatan berselancar di lokasi sekitar Pulau Muda ataupun di Muara Sungai Serkap menuju ke Desa Teluk Meranti.

...Cara Menuju Lokasi?

Akses menuju lokasi Bono ini memang masih tergolong susah-susah gampang. Hal ini di karenakan keberadaan kendaraan umum belum banyak tersedia, sehingga perlu menyewa mobil rental atau kenderaan roda dua yang ada di Pangkalan Kerinci.

1. Untuk menuju lokasi Bono Sungai Kampar ini dari Kota Pekanbaru dapat kamu tempuh dengan 2 cara:

2. Jalan darat Pekanbaru - Pangkalan Kerinci - belok kiri di Simpang Bunut - masuk ke jalan poros Bono - Desa Teluk Meranti

rute-wisata-ombak-bono

Jalan Air Kendaraan darat dari Pekanbaru - Pangkalan Kerinci - dari Jembatan Pangkalan Kerinci dilanjutkan dengan menggunakan speed boat ke Desa Teluk Meranti ataupun Desa Pulau Muda.

Penginapan Hotel/Wisma/Losmen terdekat dari Lokasi Bono


Nah, ini akan sedikit menantang andrenalin dan jiwa petualang kamu. Karena di sekitaran Ombak Bono tidak tersedia penginapan hotel atau wisma. Namun kamu bisa menginap di Pangkalan Kerinci yang merupakan kawasan terdekat. Ada beragam pilihan penginapan di Pangkalan Kerinci mulai dari wisma seperti Wisma Dinda dan Wisma Intan Bersaudara, hingga hotel kelas melati seperti Hotel Fanbinari dan Hotel Dikaraya Pratama serta bintang tiga seperti Hotel Unigraha.

Untuk kawasan Desa Teluk Meranti juga sudah terdapat Wisma untuk menginap. Namun, wisama ini sering penuh jika moment ombak Bono dimulai. Wisma ini tak akan bisa menampung banyaknya wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke kawasan ini. Maka dari itu Pangkalan Kerinci menjadi alternatif kamu untuk menginap.

Nah, itulah seputar Misteri Ombak Bono yang saat ini sudah mendunia. banyak para peselancar yang ingin mencoba uji nyali dan ketangkasan berselancar mereka di Ombak Bono ini,

...Kamu mau mencoba?

0 Response to "Menjajal Wisata Ombak Bono: Dari Ombak 7 Hantu Hingga Tersisa 6 Gulungan Ombak Besar di Muara Kuala Kampar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel