Memuncak Ke Gunung Daik Kabupaten Lingga, Sensasi Indah Bersenggama dengan Alam Pegunungan

gunung-daik-kabupaten-lingga

RiauOnline.id -- Gunung Daik merupakan sebuah gugus pegunungan indah dan mempesona yang terletak di Pulau Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Gunung ini adalah gunung tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Dikalangan masyarakat Kepulauan Riau nama Gunung Daik bukanlah sebuah nama asing jika mereka mendengar sebutan nama ini. Bahkan kesohoran nama Gunung Daik tercermin dalam pantu melayu yang seja dahulu dudendangkan,

Pulau Pandan jauh di tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik dikenang juga

Seperti itulah ekspresi masyarakat Melayu yang ada di Kepulauan Riau khususnya lagi masyarakat yang ada di Kabupaten Lingga. Mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari keindahan yang dimilik Gunung Daik ini.

Kondisi Umum Gunung Daik, Gunung yang Memiliki Tiga Puncah nan Indah


...Indahkah?

Satu hal yang perlu diingat, jika kita berbicara masalah alam bebas dan pegunungan maka kata 'keindahan' akan selalu melekat dibelakangnya. Begitu juga halnya dengan Gunung Daik ini, sebuah kesempurnaan ciptaan Tuhan sang pemiliki semesta ini.

Nah, Gunung Daik ini memiliki tiga puncak indah yaitu Gunung Daik, Gunung Pejantan dan Gunung Cindai Menangis. Dengan ketinggian gunung mencapa 1.165 meter dpl untuk mencapai puncak harus berjuang keras karena puncaknya memiliki kesulitan panjat tebing 5.9-5.11 North American Grade Standard.

Jadi,

Posisi puncak dari Gunung Daik ini merupakan tempat tertinggi di Pulau Lingga ini. Indah pastinya! Hingga saat ini sudah banyak wisatawan atau mereka yang hobi pendakian yang berasal dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapore, Brunai Darussalam hingga Thailand yang datang hanya sekedar untuk mendaki dan menikmati keindahan Gunung Daik ini.

Lingga sendiri dikenal sebagai Tanah Melayu Sejati atau Bunda Tanah Melayu. Konon, disinilah Melayu dilahirkan. Tak sah jadi orang Melayu bila belum sampai ke Tanah Lingga ini.

Meski tak setinggi Gunung Rinjani di Lombok atau Gunung Sameru di Tanah Jawa namun Gunung Daik memiliki daya tantang tersendiri bagi para pendakinya. Kawasan Gunung Daik ini sulit untuk ditebak situasi cuacanya, kadang baik dan kadang berkabut dan hujan.


Menurut masyarakt sekitar, Gunung Daik lebih dominan berkabut sepanjang harinya. Hanya dalam waktu tertentu Gunung Daik terlihat utuh tanpa terhalang kabut yang tebal. Inilah yang menjadi pra pendaki makin greget untuk menaklukkan Tracking ke Gunung Daik.


Saya sendiri membaca beberapa referensi dari blog para traveller, ternyata belum ada yang mampu menaklukkan puncak Gunung Daik ini. Ada banyak penggila pancat tebing yang mencobanya, namun lagi-lagi mereka gagal mencapai puncak.

Cerita Mistis Gunung Daik yang Masih Menjadi Misteri


memuncak-ke-gunung-daik-kabupaten-lingga

...Mistis yang menjadi Misteri?

Keindahaan Gunung Daik tak perlu diragukan lagi, pesonanya hingga menggugah hasrat mendaki kawan-kawan kita dari Malaysia, Brunai, Singapore hingga thailand. Tantangan alam dan panorama indahnya selalu menjadi daya tarik mereka untuk menaklukkan Gunung Daik ini.

Dibalik keindahan itu tersimpan sebuah cerita mistis tentang Gunung Daik ini. Konon menurut masyarakt setempat mengatakan bahwa Gunung Daik banyak dihuni oleh makhluk halus, makluk halus ini mereka sebut dengan nama Bunian.

Jadi,

Dalam bahasa Melayu sendiri menyebutkan 'Orang Bunian'. Istilah orang bunian ini mengacu pada kemiripan dengan sosok manusia. Misalnya, memiliki tangan, kaki, kepala dan anggota tubuh lainnya, namun mereka tidak hidup di dimensi yang tidak sama dengan manusia.

...Menurut mereka,

mendaki-gunung-daik

Bangsa Bunian atau orang bunian ini memiliki tata kehidupan layaknya manusia. Namun mereka ini datang dari kalang jin yang memiliki ilmu spritual yang sangat luar biasa. Penampakannya pun hanya dapat dilihat oleh orang yang dikehendakinya, tidak sembarangan!


...Patahnya Puncak Gunung Daik Menjadi Tiga,

Konon, dulunya Puncak Gunung Daik satu. Misteri Puncak Gunung Daik menjadi tiga ini masih menjadi misteri dikalangan masyarakat kabupaten Lingga itu sendiri. Menurut cerita mastarakat setempat, dulu sering mendengar suara tangisan yang berasal dari puncak Gunung Daik itu sendiri dan suara itu terdengar di malam hari.

Cerita orang tua zaman dahulu yang kemudian secara turun temurun bertutur bahwa suara tangisan itu muncul karena Gunung tersebut akan patah. Nah, kemudia suara itu tidak terdengar lagi setelah gunung tersebut berpisah menjadi tiga seperti yang kita lihat saat ini.

Jadi, Itulah penyebab mengapa nama salah satu puncaknya berganti nama menjadi Cindai Menangis. Masalah kapan kejadian tersebut, tidak ada informasi secara pasti yang menjelaskan kapan kejadian tersebut.

Misteri lainnya yang diungkapkan, konon dulunya bangsa jin bernama Bunian tersebut sering berbaur dengan masyarakt biasa dan ikut dalam acara-acara pesta seperti pesta perkawinan.

..dan lebih mistisnya lagi,

Kala akan pesta dilaksanakan maka banyak dari masyarakat yang meminjam meminjam berbagai peralatan mulai dari perhiasan emas yang kan digunakan, perak hingga meminjam peralatan masak
dan pelaminan, hanya saja tak serta mereta dapat melakukannya. Hal ini dilakukan melalui proses ritual oleh orang pintar.

Benar tidaknya cerita ini, Wallahu’alam!

Lupakan tentang mistis itu mari kembali melihat keindahan alam yang tersimpat di Gunung Daik ini. Memuncak adalah solusi untuk langsung bersenggama dengan alam Gunung Daik.

Rute dan Jadwal Perjalanan Laut Menuju Daik - Lingga


memuncak-ke-gunung-daik-kabupaten-lingga

Perjalanan menuju lingga akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Melalui moda transportasi laut, mungkin akan menjadi perjalanan dengan sensasi tersendiri bagi kamu yang pertama kali akan mengginjakkan kaki di Pulau Lingga ini.

Nah, berikut ini rute dan cara yang bisa kamu lakukan untuk menuju ke lokasi wisata Gunung Daik yang ada di Kab. Lingga:

1. Rute Tanjung Pinang – Dabo – Lingga, ada kapal ferry Super Jet setiap hari ada jam 11:00, harga tiket Rp. 130.000,-  dan untuk musim liburan musti pesan tiket jauh-jauh hari, dan lama perjalanan

2. Tanjung Pinang – Dabo ditempuh sekitar 4 jam.

3. Tanjung Pinang – Lingga, kapal Ferry Lingga Permai ini lebih murah harganya (ada subsidi pemerintah), tapi agak lama sampai karena mampir-mampir ke pulau-pulau.

4. Batam – Dabo – Lingga, ada 2 cara, yaitu :
Kapal penyeberangan (RORO), perjalanan sekitar 11 jam. Harga tiket per-orang 69.000
Kapal ferry setiap hari ada jam 10:00, harga tiket per-orang Rp. 250.000 ,- lama perjalanan laut sekitar 4 jam.

5. Dabo – Lingga, ke pulau Lingga dilanjutkan jalan laut lagi naik pompong Rp.  sekitar 30 menit atau charter speedboat kecil Rp. 150.000,- sekitar 15 menit saja.

Untuk selama di Lingga kamu bisa menggunakan transportasi lokal selama dengan menyewa motor yang tersedia di dekat pelabuhan, dengan tarif Rp. 50.000,- per hari. Syaratnya yang harus diperhatikana adalah ketika Bensin pergi diberi full tank dan kembali juga harus full tank.

Nah, untuk durasi perjalanan menuju Lingga akan menumpu waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan speed boat.

Jangan risau dengan gelombang, setiap detik perjalanan kamu selalu dihargai dengan kesan keindahaan disetiap sudut pandang kamu, maka tetaplah menikmati perjalanan indah kamu ini dan nikmati indah alamnya.

Memuncak Ke Gunung Daik Kabupaten Lingga


memuncak-ke-gunung-daik-kabupaten-lingga

Untuk proses awal pendakian sebaiknya kamu menanyakan informasi-informasi penting yang harus kamu ketahui terkait pendakian ke Gunung Daik ini.

Nah, dititik awal pendakian kamu bermula di Gerbang Gapura Wisata Pendakian Gunung Daik di Desa Sepincan. Jalur-jalur yang kamu lalui juga tak kalah mengesankan. Akan ada kamu temui tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Daik-Lingga, seperti simpang Makam Kuning. Selain itu juga akan kamu temui jembatan gantung.

...Wow, sepertinya akan sangat menarik!

Semakin kedalam maka kamu akan menemui kondisi hutan yang sangat lebat dan rapat, indah dan mempesona tentunya! Jika sudah mendekati area Pos Gajeboh I, jalan setapak sedikit berlumpur dan basah. Setelah berjalan 30 menit dari jembatan gantung, kami tiba di lokasi persitirahatan pertama, Pos Gajeboh I, dimana terdapat sebuah bangunan kecil dari kayu dengan atap berukir khas melayu. Di sini kami beristirahat sambil membuat beberapa catatan.

Selanjutnya, kondisi pendakian kamu akan sedikit mulai menanjak hingga 30 drajat. Sekitar satu jam setengah maka kamu akan mendekati pos gajeboh ke II. Kondisi di Pos ke II ini akan sedikit nyaman karena areanya cukup baik dan luas. Cukup untuk menampung hingga 8-10 tenda berukuran 2-4 orang. Sebaiknya kamu kondisikan untuk dapat bermalam ditempat ini, karena tempat ini mungkin agak pas untuk kondisi bermalam.

...Kondisi makin menanjak,

Jika sudah meninggalkan pos Gajeboh II ini maka area tracking kamu semaking menanjak dan dan cenderung semakin terjal dengan kemiringan antara 45-70 derajat. Kondisi ini semakin menarik karena kondisi hutan yang semakin lebat dan menyimpan banyak tanaman-tanaman unik dan indah.

Dari titik ini kamu akan terus berada pada posisi menanjak dan terjal. Sedikit agak mempersulit pendakian kamu. Semakin jauh perjalanan kamu maka kondisi lebat hutan akan terlihat berkurang dan kamu akan mulai menemui tumbuhan cantigi.

Nah,

nanti akan kamu temui sedikit areal datar dan bisa kamu gunakan untuk tempat beristrahat. Di tempat ini kamu akan disuguhkan dengan pemandangan indah, dedaunan hijau akan memanjakan mata kamu, lembah yang tertutup pepohonan akan terlihat cantik sekali.

 ...Jika melanjutkan pendakian,

Kamu akan melewati kawasan dengan kondisi batuan dengan tekstur kapur yang berukuran cukup besar, trek pada area ini akan terus menanjak dengan kemiringan sekitar 35-75 derajat.  Trek yang bergambut dengan kemiringan hampir 80 derajat sebelum tiba di kawasan yang sering disebut dengan istilah leher naga merupakan salah trek yang menarik saat mendaki Gunung Daik ini.

Abadikan momen indah kamu bersama Gunung Daik ini, karena di sekitar leher naga ini akan ada  panorama yang mempesona dan benar-benar sangat indah. Jika beruntung dan mendapatkan cuaca yang cerah maka sejauh mata memandang kamu akan dapat melihat pemandangan lautan lepas, pantai, Pelabuhan Tanjung Buton dan pulau-pulau di sekitar Pulau Lingga yang terlihat cukup jelas.

Nah, mungkin agak sedikit sulit untuk memanjat tebing dan mencapai ke puncak Gunung Daik. Diperlukan persiapan dan peralatan yang memadai untuk bisa memanjat tebing yang ada di Gunung Daik untuk menggapai Puncaknya.

Namun setidaknya kamu sudah memiliki gambaran jika akan kembali lagi untuk menaklukkan puncak Gunung Daik yang penuh dengan misteri ini.

0 Response to "Memuncak Ke Gunung Daik Kabupaten Lingga, Sensasi Indah Bersenggama dengan Alam Pegunungan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel