Bagaimana Pengobatan Penyakit Hiperkolesterolemia jika Pola Gaya Hidup Tidak Mampu Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah?

Bagaimana Pengobatan Penyakit Hiperkolesterolemia jika Pola Gaya Hidup Tidak Mampu Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah?

Admin
Saturday, 9 November 2019

penyakit-hiperkolesterolemia

RiauOnline.id – Penyakit Hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol yang berlebihan harus segera kamu atasi. Baik melalui Pola gaya hidup sehat atau penyembuhan melalui recep dokter.
Jika masih pada tahap yang rendah, pola dan gaya hidupsehat mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Lalu bagaimana jika pola dan gaya hidup sehat tak mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah?

Apabila pengaturan gaya hidup tidak mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, maka pasien harus mengkonsumsi obat. Obat yang dapat digunakan yaitu :

Golongan asam fibrat: Gemfibrozil, Fenofibrate dan Ciprofibrate.

Fibrate menurunkan produksi LDL dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri atas penumpukkan itu.

Golongan resin: Kolestiramin (Chlolestyramine)

Obat antihiperlidemik ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.

Golongan Penghambat HMGCoa reduktase: Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin, Fluvastatin, Atorvastatin. Menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada di jaringan hati yang memproduksi mevalonate, suatu molekul kecil yang digunakan untuk mensintesa kolesterol dan derivat mevalonate. Selain itu meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.

Golongan Asam nikotinat: niasin. Dengan dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam darah

Golongan Ezetimibe. Menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Contoh mekanisme obat anti kolesterol:

Simvastatin merupakan senyawa yang diisolasi dari jamur Penicillium citrinum, senyawa ini memiliki struktur yang mirip dengan HMG-CoA reduktase.

Simvastatin bekerja dengan cara menghambat HMG-CoA reduktase secara kompetitif pada proses sintesis kolesterol di hati. Simvastatin akan menghambat HMG-CoA reduktase mengubah asetil-CoA menjadi asam mevalonat).

Simvastatin jelas menginduksi suatu peningkatan reseptor LDL dengan afinitas tinggi. Efek tersebut meningkatkan kecepatan ekstraksi LDL oleh hati, sehingga mengurangi simpanan LDL plasma.

Simvastatin merupakan prodrug dalam bentuk lakton yang harus dihidrolisis terlebih dulu menjadi bentuk aktifnya yaitu asam β-hidroksi di hati, lebih dari 95% hasil hidrolisisnya akan berikatan dengan protein plasma. Konsentrasi obat bebas di dalam sirkulasi sistemik sangat rendah yaitu kurang dari 5%, dan memiliki waktu paruh 2 jam.

Sebagian besar obat akan dieksresi melalui hati.

Dosis awal pemberian obat adalah sebesar 5-10 mg/hari, dengan dosis maksimal 40 mg/hari. Pemberian obat dilakukan pada malam hari.