Mengenal Sejarah Gumi Sasak Lombok Lebih Dekat, Sebuah Peradaban yang unik dan Menarik

Mengenal Sejarah Gumi Sasak Lombok Lebih Dekat, Sebuah Peradaban yang unik dan Menarik

Admin
Wednesday, 13 November 2019

mengenal-sejarah-gumi-sasak-lombok
Suku Sasak di Pulau Lombok, NTB | Sumber: www.ngibarbalang.id

RiauOnline.id – Kata ‘Gumi Sasak’ mungkin menjadi sesuatu yang terdengar sangat asing ditelinga kita. Namun, jika kalian berjalan atau menelusuri kawasan Pulau Lombok maka akan banyak kalian temukan tulisan-tulisan ini.

Sasak adalah salah satu suku yang mendiami Pulau Lombok, suku ini merupakan suku mayoritas dan merupakan suku asli yang ada di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dalam Bahasa Sasak ‘Gumi’ berarti ‘Bumi atau Earth’. Gumi Sasak bisa diartikan sebagai ‘Tanah Sasak’ atau ‘Land of Sasak’. Gumi Sasak sendiri adalah sebutan lain untuk pulau Lombok sebagai daerah dengan penduduk asli yang merupakan Suku Sasak.

mengenal-sejarah-gumi-sasak-lombok

Masih bingung Pulau Lombok itu dimana?

Aduh, jangan malu-maluin ya! 

Di luar negeri aja Pulau Lombok terkenal banget, masa iya kita yang tinggal masih dalam satu wilayah Kesatuan Republik Indonesia nggak tahu dimana Lombok?

Tapi…

Kalo memang nggak tahu ngaku aja ya, biar saya jelaskan sedetail mungkin.

Nah, Pulau Lombok itu merupakan salah satu Pulau yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Bali, tepatnya sebelah timur Pulau Bali. Jadi kalau kamu pernah berlibur ke Pulau Dewata Bali maka hanya butuh sekitar 6 jam menyeberang dengan menggunakan kapal roro untuk sampai ke Pulau Lombok dengan melintasi Selat Lombok.

Jadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu terdapat 2 pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa,

Pada kawasan yang ada di Pulau Lombok itu sendiri terdiri dari 1 Kota Madya yaitu Kota Madya Mataram yang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan  4 Kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur serta Lombok Utara.

Nah, untuk geografis dari Pulau Lombok ini terletak di titik koordinat 8.565’S 116.351’E  dengan luas wilayah 4.514,11 km2

mengenal-sejarah-gumi-sasak-lombok


Siapa Suku Sasak sebenarnya?

Mungkin kita hanya sekedar tahu jika suku mayoritas di Pulau Lombok adalah Suku Sasak, namun kita tak pernah menggali lebih jauh lagi informasi sampai ke akar-akarnyanya dari ras mana suku Sasak ini berasal.

Benar nggak?

Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa suku Sasak yang mendiami pulau Lombok ini berasal dari Ras Mongoloid di Asia Tenggara.

Note: Menurut Wikipedia.org menuliskan bahwa Ras Mongoloid adalah istilah yang pernah digunakan untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.

Penemuan Situs Sejarah…

Ada beberapa penemuan penting terhadap situs sejarah yang menjadi kunci keberadaan suku sasak dalam lingkaran prasejarah di Pulau Lombok.

Penemuan ini berupa benda-benda arkeologis di Kecamatan Pujut.

Tepatnya di Gunung Piring, Truwai Kabupaten Lombok Tengah. Jenis-jenis benda prasejarah yang ditemukan di kawasan ini berupa periuk utuh, kereweng, ada kerangka manusia, sisa-sisa kulit kerang, arang, fragmen logam dan binatang. Penemuan benda-benda ini menandakan sebuah rutinitas kehidupan pernah terjadi dikawasan ini.

Lepas dari peradaban prasejarah…

Sebuah informasi menuturkan kepada kita melaui cerita-cerita rakyat, babad lontar dan beberapa peninggalan sejarah berupa pemakaman ataupun masjid.

Sumber sejarah ini menunjukkan bahwa terdapat sebuah pradaban di masa lampau di kawasan Pulau Lombok ini.

Melihat suku Sasak yang ada di Pulau Lombok saat ini memiliki tata cara kehidupan yang sangat kental dengan adat dan tardisi mereka. Walaupun kondisi penduduk yang sudah bercampur dari beberapa daerah lainnya seperti suku-suku dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sebagian kecil lainnya terdapat masyarakat keturunan China dan Arab namun keberadaan suku Sasak di Lombok memiliki keunikannya tersendiri.

Hal ini dapat dilihat dari tata acara pernikahan, bentuk-bentuk ornament rumah-rumah mereka, serta permainan-permainan tradisional yang masih tetap terpelihara dengan baik di daerah Lombok ini.

Back to history of Sasak…

Menelusuri mundur sebuah peradaban bernama Suku Sasak ini memperkenalkan kita dengan sebuah kepercayaan bernama ‘Boda’. Sebuah catatan kecil mengingatkan kita bahwa BODA ini bukanlah sebuah agama Budha akan tetapi bertumpu pada anasir, Animisme, DInamisme, Panteisme dan Antropomorfisme.

Mengenal-sejarah-gumi-sasak-lombok


Kala itu, kepercayaan Suku Sasak adalah melakukan pemujaan dan penyembahan terhadap roh-roh leluhur dan berbagai dewa lokal lainnya. Hal semacam ini menjadi focus utama dam pelaksanaan kepercayaan mereka saat itu. Tata cara seperti ini yang dikenal dengan Praktek Keagamaan Sasak-Boda.

Praktek Keagamaan Sasak Boda mulai tidak berlaku setelah kekuasaan dari pengaruh Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, pada saat pengaruh kedua kerajaan ini menguasai nusantara termasuk Lombok maka pengaruh yang mereka yakini juga ikut terbawa didalamnya.

Maka Hindu Budha lah yang menjadi anutan mereka pasa masa tersebut. Peletakan dan penguasaan dalam meletakkan pengaruh dari kerajaan ini menempatkan pengaruh praktek keagamaan Hindu Budha juga menyebar dengan cepatnya di Gumi Sasak ini.

Kepercayaan Suku Sasak saat ini?

Ada julukan yang tersematkan pada Pulau Lombok saat ini yaitu “Pulau Seribu Masjid”. Masjid yang merupakan tempat peribadatan umat Muslim yang menjadi agama mayoritas yang di peluk dan diyakini oleh suku sasak yang ada di Pulau Lombok.

Meskipun bergelar “Pulau Seribu Masjid” bukan berarti pulau Lombok hanya dipenuhi oleh umat Islam, kehidupan harmonis terjadi antara umat Islam dengan penganut agama lainnya yang ada di Pulau Lombok ini. Misalnya terhadap umat Hindu, Budha dan sisa lainnya beragama Kristen.

“Ada banyak Masjid…”

“Ada banyak Pura…”

“Ada Gereja dibeberapa tempat…”

Hal ini menandakan bahwa ada tataran kehidupan yang harmonis antar umat beragama di Pulau Lombok. Kondisi dengan gelar ‘Seribu Masjid’ bergandengan dengan tempat peribadatan ‘Pura’ dari agama hindu serta ‘Gereja’ dari agama Kristen dan yang lainnya.

Jika mengacu pada kepercayaan nenek moyang suku Sasak yang ada di Pulau Lombok sebelumnya maka keyakinan masyarakat Suku Sasak Lombok hanya mengenal apa yang disebut Animisme da mereka percaya pada kekuatan gaib yang dimiliki oleh benda-benda terntentu atau yang disebut Dinamisme.

Setelah itu, Agama Islam masuk. Awal mula masuk agama Islam di Pulau Lombok berkembang dengan cepatnya.

Masyarakat Suku Sasak dapat menerima keberadaan Agama Islam. Berkembangnya agama Islam tak lepas dengan metode penyebarannya yang menggunakan pendekatan Tasawuf. Pendekatan Tasawuf memiliki ketertarikan tersendiri bagi masyarakat Suku Sasakyang ada di Lombok.

Yang menjadi hal utama mengapa pendekatan Tasawuf lebih diterima oleh mereka karena pada umumnya ajaran ini mengajarkan dimensi mendalam dalam pemahaman ketuhanan dan keagamaan.

Walaupun Ajaran Islam berkembang dengan cepat namun pengaruh agama Hindu dalam masyarakat Sasak sangat kuat dan sulit untuk di ubah dari suatu kebiasaan.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya Sinkretisme atau penggabungan Ajaran Islam dan pengaruh Hindu yang melekat pada Suku Sasak yang ada di Pulau Lombok. Hingga saat ini kita masih dapat meliha keberadaan dari ajaran ini atau yang dikenal dengan istilah Wetu Telu, Islam Wetu Telu.

Misalnya cerminan yang terdapat disalah satu Masjid tua yang ada di Kabupaten Lombok Utara atau lebih tepatnya di Desa Bayan. Sebuah Masjid tua masih berdiri dan digunakan oleh masyarakat Suku Sasak yang ada di Lombok Utara.

Masjid ini menjadi bukti sejarah tentang keberadaan Islam Wetu Telu yang ada di Lombok. Bangunan Tua ini menjadi saksi sejarah akan sebuah peradaban dan penyebaran Agama Islam di Pulau Lombok bagian utara.