Menelusuri Sistem Kepercayaan Suku Sasak Lombok Pada Zaman Dulu, Sekarang Religius Banget!

Menelusuri Sistem Kepercayaan Suku Sasak Lombok Pada Zaman Dulu, Sekarang Religius Banget!

Admin
Friday, 22 November 2019

kepercayaan-masarakat-sasak-lombok-pada-zaman-dulu

RiauOnline.id – Melihat situasi dan kondisi Pulau Lombok yang sangat religious saat ini menimbulkan sebuah kepenasaran besar kita terhadap sebuah sejarah. Kepenasaran ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar, seperti apa system kepercayaan yang dibangun suku Sasak dimasa lampau?

“Apakah kala itu Islam sudah mulai berkembang?”

Jawabannya tentu saja belum. Sikap religious masyarakat Sasak memang sudah tertanam sejak masa dahulu kala, hanya saja bentuk kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dengan saat ini.

Seperti apa keyakinan dan kepercayaan masyarakat Sasak kala itu? Nah, kita sedikit beranjak mundur untuk mengulas secara mendetail tentang bagaimana system kepercayaan dan keyakinan nenek moyang masyarakat Sasak yang saat ini kita kenal sangat religious.

...Ada yang dikenal dengan Istilah Animisme..... 

kepercayaan-masarakat-sasak-lombok-pada-zaman-dulu

Animisme ini adalah sebuah kepercayaan yang diyakini oleh suku Sasak di Lombok kala itu, mereka percaya bahwa setiap benda itu selalu memiliki roh.

Kesimpulan ini tidak serta-merta diungkapkan begitu saja tanpa ada bukti sejarah yang kuat. 

Ini lho bukti sejarah yang menggambarkan situasi cara dan kepercayaan yang diyakini oleh manusia zaman dulu yang ada di Pulau Lombok saat itu:

Ada penemuan situs penguburan di Gunung Piring yang merupakan kawasan perbukitan, jadi menurut kepercayaan mereka disebutkan bahwa diperbukitan yang tinggi itulah bersemayam para roh-roh nenek moyang mereka.

Hal inilah yang menjadi factor mengapa mereka menyebah roh-roh agar tidak terjadi suatu bencana.

Selain itu juga mereka berkeyakinan bahwa setiap benda memiliki suatu kekuatan ghaib. Selain itu juga ada penemuan situs nekara yang berlokasi di Desa Pringgabaya pada tahun 1999.

Namun penemuan ini rusak  saat penggalian bahan batu dikawasan tersebut. Situs nekara yang ditemukan tersebut berbentuk Tambur besar. Jika dilihat sekilas bentuknya seperti dandang besar yang berposisi terbalik. Menurut kajian para peneliti ini merupakan benda pusaka yang dianggap suci dan digunakan sewaktu mengadakan kegiatan upacara.

Jadi kepercayaan dan keyakinan Animisme yang dianut oleh manusia sejarah yang ada di Pulau Lombok bukanlah hanya kesimpulan yang tidak berdasar, semua kesimpulan ini memiliki dasar bukti yang kuat dari beberapa penemuan situs-situs tersebut.

Menggali lebih jauh lagi system kepercayaan masyarakat suku Sasak pada tempo dahulu telah mengalami integrasi kepercayaan local yang kemudian berbaur dengan kepercayaan baru yang masuk ke kawasan pulau Lombok.

Adanya sinkretisme ini memunculkan satu kepercayaan baru yang kita kenal dengan istilah kepercayaan Boda.
kepercayaan-masarakat-sasak-lombok-pada-zaman-dulu
Apa dan bagaimana sistem kepercayaan Boda tersebut?

Meri mengupas lebih dalam lagi tentang system kepercayaan yang pernah ada di Pulau Lombok pada zaman dahulu. Namun sebelumnya simak definisi beberapa kepercayaan dibawah ini agar pemahaman kita dapat lebih mendetail:

# Animisme

Suatu kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat Sasak lampau dimana mereka percaya bahwa segala sesuatu memiliki roh.

#Dinamisme

Kepercayaan dinamisme menyakini bahwa setiap makluk hidup memiliki kekuatan ghaib masing-masing. Jadi dalam kepercayaan Dinamisme sangat menyakini bahwa tiap-tiap makluk hidup memiliki kekuatan-kekuatan yang diluar dari yang mereka fikirkan sehingga mereka menganggap ini sesuatu yang sangat luar biasa.

# Antropomorfisme

Pada kepercayaan yang satu ini melakukan pengenalan cirri-ciri manusia pada binatang ataupun terhadap benda mati.

# Politeisme

Pada kepercayaan yang terakhir apa yang diistilahkan dengan Politeisme. Politeisme merupaka sebuah keyakinan atau kepercayaan terhadap banyak Tuhan.
kepercayaan-masarakat-sasak-lombok-pada-zaman-dulu-riauonline.id

Nah, kepercayaan-kepercayaan yang telah dijelaskan diatas kemudian berbaur yang menimbulkan satu kepercayaan baru yang disebut BODA, Pengaruh sinkretisme ini masih terjadi hingga abad ke 20 dimana mereka masih mempercayai adanya kekeuatan pada makhluk supranatural.

Misalnya:

1. Betara Guru

Jadi menurut masyarakat Sasak saat itu berkeyakinan bahwa mereka yang menjadi menjadi pemompin atau raja di Lombok merupakan sesosok yang diberikan kekuatan, keistimewaan dan kekuasaan oleh para Dewa.

2. Bidadari

Hingga saat ini kata bidadari masih sering terdengar ditelinga kita. Bidadari yang dimaksud oleh masyarakat Sasak kala itu adalah sebangsa dewi yang hidup di Madya antara awang-awang. Bidadari mereka yakini memiliki paras cantik dan memiliki suatu keistimewaan. Hingga saat ini ketika kita melihat pelangi lalu mengatakan bahwa sang Dewi atau Bidadari sedang turun ke bumi. Benar nggak?

3. Bebodo’

Nah, yang satu ini terdengar sedikit unik. Mereka meyakini ada sebangsa hantu yang akan berkeliaran ketika magrib tiba. Terlebih lagi jika itu sedang dalam suasana malam jum’at. Jadi kala magrib tiba mereka melarang anak-anak mereka untuk berkeliaran atau bermain. Mitos yang mereka yakini kala itu mengatakan bahwa hantu-hantu yang berkeliaran tersebut suka menyembunyikan anak kecil yang masih berkeliaran bermain dan untuk menemukannya maka dipukulkan parang buntung.

4. Bake’

Bake’ juga masih dari bangsa hantu. Nah, bangsa hantu yang satu ini mereka katakana sangat jahat. Mereka meyakini tempat tinggal Bake’ berlokasi dihutan-hutan, bebatua-bebatuan besar dan pepohonan yang memiliki daun rindang.

5. Belata’

Belata’ juga sebangsa hantu. Jenis ini juga sama halnya seperti bake, hanya perbedaannya belata makan orang.

 6. Bebai, 

Bebai juga dipercaya dating dari kalangan makluk halus. Hanya saja Bebai berbentuk kecil dan tidak semua orang bisa melihat keberadaan Bebai ini.

7. Sela' 

Jika mengacu kepada bahasa lokal Suku Sasak maka Sela’ berarti hantu. Misannya dalam kalimat

“Ara’ Sela’ leq luah | Ada hantu diluar….”

Namun sela’ yang dimaksudkan ini bukanlah sejenis makhluk halus namun sela’ adalah manusia biasa. Namun orang tersebut dapat berubah menjadi Sela’ yang dikarenakan memiliki ilmu atau kekuatan supranatural atau sejenis sihir.

Sela’ dapat berubah menjadi apa yang dia ingginkan, namu ada juga Sela’ yang merupakan keturunan atau seseorang yang beristrikan Sela’ maka ia juga akan menjadi Sela’.

Sela’ ini sediri dikatagorikan menjadi dua, yaitu:  Sela' Beleq, Jenis ini mereka yakini memiliki kekuatan yang sangat hebat dan besar. Mereka mampu memenangkan setian bertemu dengan lawan, jenis ini memakan bangkai dan kotoran. Sedangkan yang kedua adalah Sela' Bunga, berbeda dengan Sela’ Beleq, Sela Bunga tidak memakan sesuatu yang kotor seperti halnya Sela’ Beleq. Jenis ini hidup diangkasa dan selalu mencari musuh kala malam tiba.

Seperti itulah uraian dan alur kepercayaan pada masyarakat kuno Suku Sasak. Namun saat ini Pulau Lombok yang terkenal dengan Suku Sasaknya hidup dala tataran religious serta harmoni dalam keberagaman kepercayaan.

Gelar ‘Pulau Seribu Masjid' memang pantas di sandang Lombok, hal tersebut sekaligus menjadi symbol bahwa mereka memang berpegang teguh terhadap keyakinan masing-masing.

Jika suatu hari kamu berlibur ke Pulau Lombok, cobalah untuk sholat jum’at disana. Sesuatu yang berbeda akan kamu temukan. Alhamdulillah, masjid tak hanya menjadi symbol keislaman mereka namun memang selalu dipenuhi oleh masyarakat Sasak yang berbondong sholat jum’at.

Atau hal lainnya, datanglah saat sedang perayaan pawai ogoh-ogoh. Salah satu pawai dalam perayaan hari besar umat Hindu.

Penulis bisa pastikan tak ada ruas jalan yang bisa kamu gunakan untuk kenderaan kecuali kamu mau berjalan dalam desakan ribuan manusia yang sedang menyaksikan pawai ogoh-ogoh tersebut.

Inilah Lombok, kawasan yang cukup religious!