Bagaimana Kebutuhan dan Asupan Nutrisi Pada orang Lansia?

Bagaimana Kebutuhan dan Asupan Nutrisi Pada orang Lansia?

Admin
Friday, 8 November 2019

kebutuhan-nutrisi-pada-lansia

RiauOnline.id – Kesehatan pada orang lansia atau lanjut usia sangat sensitif dan rentan akan sakit ketika asupan nutrisi tidak diperhatikan dengan baik.

Kondisi yang sudah tidak senormal waktu usia produktif membuat para lansia harus mendapatkan perhatian khusus dalam menjaga asupan nutrisinya.

Nah, kamu yang akan merawat para lansia juga harus tahu seperti apa nutrisi yang dibutuhkan oleh lansia ini agar mereka tidak kekurangan dan juga tidak kelebihan nutrisi,

Baca juga artikel lainnya:


# Kebutuhan Kalori


Dunia kesehatan telah banyak melakukan penelitian terhadap kebutuhan kalori akan para lansia ini. Berkurangnnya massa otot dan aktivitaspara lansia ini membuat kecepatan kerja metabolisme menjadi menurun sekitar 15-20%.

Jadi, Kalori (energi) diperoleh dari lemak 9,4 kal, karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal per gramnya. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 20% dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat.

Kebutuhan  kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kal, sedangkan untuk lansia wanita 1700 kal. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan, maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak, sehingga akan timbul obesitas. Sebaliknya, bila terlalu sedikit, maka cadangan energi tubuh akan digunakan, sehingga tubuh akan menjadi kurus.

# Asupan Protein


Selain kebutuhan aakan kalori, kita juga perlu memperhatikan akan asupan Protein para lansia. Menurut ahli kesehatan, secara umum kebutuhan protein bagi orang dewasa per hari adalah 1 gram per kg berat badan.

Pada lansia, masa ototnya berkurang. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa, karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang (disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien).

Beberapa penelitian merekomendasikan, untuk lansia sebaiknya konsumsi proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14% dari porsi untuk orang dewasa. Sumber protein yang baik diantaranya adalah pangan hewani dan kacang-kacangan.

# Kebutuhan Lemak


Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% atau kurang dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih dari 40% dari konsumsi energi) dapat menimbulkan penyakit atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke jantung). Juga dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak jenuh (PUFA = poly unsaturated faty acid). Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik, sedangkan lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.

# Kebutuhan Karbohidrat dan serat makanan


Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit atau konstipasi (susah BAB) dan terbentuknya benjolan-benjolan pada usus. Serat makanan telah terbukti dapat menyembuhkan kesulitan tersebut.

Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh.

Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat.

# Kebutuhan akan Vitamin dan mineral


Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang mengkonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E umumnya kekurangan ini terutama disebabkan dibatasinya konsumsi makanan, khususnya buah-buahan dan sayuran, kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia.

Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.

# Kebutuhan Air


Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringat dan urine), membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal (membantu fungsi kerja ginjal). Pada lansia dianjurkan minum lebih dari 6-8 gelas per hari.


Nah, ini Kebutuhan Makanan Sehat Bagi Lansia? 

Kebutuhan ini harus disesuaikan dengan apa yang menjadi ukuran standar asupan nutrisi pada lansia, tidak kurang dan tidak lebih.

Makanan sehat bagi lansia antara lain mencakupi empat sehat lima sempurna dengan porsi yang kurang dari orang dewasa kecuali asupan protein dan vitamin serta mineral, dimana kalsium dan zat besi juga memerankan peranan yang penting untuk metabolisme tubuh.

Baca juga artikel lainnya:

Berikut ini disajikan beberapa contoh makanan sehat untuk manula yang telah dikelompokkan :

Sumber Karbohidrat: Nasi, jagung, ketan, bihun, biskuit, kentang, mie instan, mie kering, roti tawar, singkong, talas, ubi jalar, pisang nangka, makaroni.

Sumber Protein Hewani: Daging ayam, daging sapi, hati (ayam atau sapi), telur unggas, ikan mas, ikan kembung, ikan sarden, bandeng, baso daging.

Sumber Protein Nabati: Kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, tahu, tempe, oncom.

Buah-buahan: Pepaya, belimbing, alpukat, apel, jambu biji, jeruk, mangga, nangka, pisang ambon, sawo, semangka, sirsak, tomat.

Sayuran: Bayam, buncis, beluntas, daun pepaya, daun singkong, katuk, kapri, kacang panjang, kecipir, sawi, wortel, selada.

Kue: Bika ambon, dadar gulung, getuk lindri, apem, kroket, kue pia, kue putu, risoles.

Susu: Susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kedelai, skim

Nah, setelah kita tahu jenis makanan yang sehat untuk lansia sesuai dengan kebutuhan nutrisinya makan kita harus tahu menu harian untuk lansia,

Para pakar ahli gizi sangat menganjurkan agar dalam menu sehari-hari menu para lansia hendaknya,

Pertama, jangan over nutrisi. Cukupi nutrisi pada menu lansia sesuai dengan persyaratan kebutuhan asupan nutrisi para lansia.

Misalnya: Kebutuhan Kalori (energi) diperoleh dari lemak 9,4 kal, karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal per gramnya. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 20% dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat.

Jika kita sudah mengetahui komposisi ini maka jangan menambah nutrisi sehingga lebih dari kebutuhan nutrisi yang seharusnya, ini over dan akan menimbulkan resiko yang tidak baik bagi kesehatan para lansia.

Kedua, beri variasi jenis makanan dan cara olahnya.

Cara ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan nafsu makan. Jika pada menu lansia menoton  pada beberapa jenis makanan dan cara olahannya selalu sama maka akan menimbulkan kebosanan.

Ketiga, Membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan hewani).

Keempat, Membatasi konsumsi gula dan minuman yang banyak mengandung gula.

Kelima, Menghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minuman beralkohol.

Keenam, cukup banyak mengkonsumsi makanan berserat (buah-buahan, sayuran dan sereal) untuk menghindari sembelit atau konstipasi.

Ketujuh, Minuman yang cukup.


Baca juga artikel lainnya:

Menu makanan manula dalam sehari dapat disusun berdasarkan konsep ‘4 sehat 5 sempuna' atau yang sering diungkapkan oleh para pakar kesehatan dengan istilah “Konsep gizi seimbang” yaitu :

Kelompok makanan pokok (utama) :

  • Nasi (1 porsi= 200 gram), 
  • Kelompok lauk pauk : daging (1 potong= 50 gram), tahu (1 potong = 25 gr), 
  • Kelompok sayuran : bayam (1 mangkok = 1001 gr), 
  • Kelompok buah-buahan : pepaya (1 potong = 100 gr) dan susu (1 gelas = 100 gr).

Nah, inilah beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam merawat dan memberikan asupan nutrisi kepada lansia yang notabenenya sangat rentan kesehatannya.

Dengan memberikan asupan nutrisi yang baik serta tahu bagaimana cara mengelolanya menjadikan kesehatan lansia akan lebih baik.

Ingat, jadikan kesehatan sebagai prioritas utama kita!