Begini Kehidupan Zaman Prasejarah di Gumi Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat

Begini Kehidupan Zaman Prasejarah di Gumi Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat

Admin
Friday, 22 November 2019

Zaman-Prasejarah-di-Gumi-Sasak-Lombok

RiauOnline.id – Pada artikel sebelumnya yang berjudul ZAMAN PRASEJARAH DAN ASAL-MUASAL PENGHUNI GUMI SASAK DI PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT sudah dijelaskan maksud dari kata ‘Gumi Lombok’, jika kamu belum memahaminya kamu bisa kembali membaca artikel tersebut.

Mengulas sejarah tak ada habisnya, terkhusus kawasan Pulau Lombok menjadi daya tarik tersendiri untuk mengupas lebih mendalam tentang sejarah yang pernah terjadi dimasa lampau.

Keberadaan zaman Prasejarah yang kita bicarakan ini memiliki sumber dan bukti sejarah yang menjadi petunjuk tentang keberadaan tata kehidupan zaman prasejarah.

Jejak geologis yang terdapat pada bentangan alam yang berlokasi di Belongas, Sekaroh dan lokasi-lokasi sekitar lainnya merupakan bentangan kawasan dengan tektur berbatu kapur.

Kawasan ini tidak terlalu subur dan hanya ditumbuhi semak belukar.

Kehidupan manusia prasejarah ini berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lainnya dan mereka kemudian mereka mengumpulkan bahan makanan mereka dari hewan dan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup di alam.

Pada tahap ini mereka sudah bermukim. Suku Sasak sudah memulai kehidupan mereka dengan bertempat tinggal dan sudah hidup secara berkelompok. Pada pola kehidupan bermukim dan berkelompok ini mereka sudah memulai kehidupan dengan pola kepemimpinan ditempat permukiman mereka.

Nah, sudah bisa kita bayangkan bagaimana tata kehidupan nenek moyang Suku Sasak saat itu. Walaupun masih berpindah-pindah tempat tinggal sesuai dengan kondisi alam tempat mereka tinggal namun mereka sudah mengenal pola kehidupan bermukim, berkelompok dan memiliki pemimpin diantara mereka.

Selanjutnya, jika dilihat dari tempat mereka bermukim, maka zaman prasejarah dipulau Lombok dapat diklasifikasikan menjadi dua:

# Pemukiman di daerah pesisir pantai.

Kelompok manusia prasejarah ini memilih untuk tinggal dan bermukim di kawasan daerah pesisir pantai. Kawasan laut dan pantai dijadikan sebagai tempat mereka untuk mencari makanan dan bertempat tinggal dibagian pesisir. Hal ini merujuk pada temuan benda-benda yang berkaitan dengan aktifitas laut seperti kerakat atau jarring yang dapat digunakan untuk menangkap ikan, alat penangkap cumi-cumi dan adanya sisa-sisa kerang yang berserakan.

# Pemukiman di daerah pedalaman.

Kawasan selanjutnya yang mereka pilih sebagai tempat untuk bertahan hidup adalah daerah pedalaman. Ada banyak jenis tanaman dan hewan yang bisa mereka buru untuk dijadikan bahan makanan.

Pepohonan yang lebat dapat mereka gunakan sebagai bahan dasar untuk membuat tempat mereka bermukim.

Selain itu, kawasan hutan juga terdapat sungai-sungai yang bisa mereka jadikan sebagai tempat menangkap ikan.

Nah, jika kalian sempat berjalan di tempat penyimpanan benda bersejarah Nusa Tenggara Barat atau Museum NTB maka ada banyak alat-alat berburu tombak, ada jaring untuk menangkap ikan serta kodong ipin yang dapat digunakan untuk menangkap udang dan Kodong lindung yang dapat mereka gunakan untuk menangkap belut.

Sember sejarah yang dapat kita saksikan saat ini dapat memberikan sebuah kesimpulan bagaimana tata kehidupan yang dilakukan oleh masyarakat prasejarah yang ada di Lombok saat itu.

Intinya pada saat itu mereka sudah mengenal bagaimana berkehidupan berkelompok, memiliki tempat bermukim serta mengenal kepemimpinan dalam kelompok mereka.