Bagaimana Pengaruh Hindu Budha di Gumi Gumi Sasak Lombok?

Bagaimana Pengaruh Hindu Budha di Gumi Gumi Sasak Lombok?

Admin
Friday, 22 November 2019

pengaruh-hindu-budha-di-lombok

RiauOnline.id – Jika suatu hari kamu sempat melakukan Liburan di Pulau Lombok maka kamu akan melihat ada banyak ornament yang menyerupai ornament-ornament yang ada di pulau Dewata Bali.

Jika di Pulau Bali kamu menemukan ada seribu ‘Pura’ tempat peribadatan umat Hindu maka di Pulau Lombok juga banyak kamu temukan. Khususnya dikawasan Lombok Barat dan Kota Mataram.

Nah , jika kaitannya dengan hal ini maka bisa dipastikan bahwa pengaruh ini berawal dari penguasaan Kerajaan dari Bali yang lama menjajah kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Lombok.

Tak hanya berkuasa namun mereka juga meletakkan pengaruh kepercayaan dan budaya.

Apa benar demikian adanya?

Yuk menelusuri lebih jauh lagi dari mana hal ini berasal…

Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha pernah mencapai puncak kejayaan dengan memperluas wilayah kekuasaan dan menanamkan pengaruh. Hal tersebut berhasil dilakukan hingga keseluruh penjuru Nusantara ini.

Kita mengenal dan paham sejarah tentang beberapa kerjaan seperti Kutai, Tarumanegara dan Sriwijaya.

Ketika itu Sriwijaya berada dalam masa kejayaanya disebutkan bahwa Lombok atau Gumi Sasak masuk kedalam wilayah kekuasaannya. Kala itu wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi  Sin-to (Sunda), yang berbatasan dengan Yong -ya-lu (Jenggala); Batas Suchi-ton (Sriwijaya), adalah Suito.

Disamping kekuasaan Yong-ya-lu juga Ta-ban (Tumapel), Pohu -yuan, Ma-teng (Medang), Hsi-ning, Teng-che, Ta-kang, Huan-ma-chu, Ma-li (Bali) Niu-lun (Lombok), Tan jung-wu-lo (Tanjung Pura, Kalimantan), Ti-wu (Timor), Peng-ya-i (Banggai, Sulawesi), Wa-nu-ku (Maluku)

Tak hanya kesimpulan semata, pengaruh Hindu-Budha di Gumi Sasak Lombok memiliki bukti yang sangat kuat. Nah, baca beberapa bukti konkrit bahwa Agama Budha pernah memiliki pengaruh di Gumi Sasak Lombok:

# Adanya temuan empat buah arca Budha dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur 

Penemuan empat buah Arca Budha ini berlokasi dikawasan Batu Pandang, kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Saat ini, keempat patung Budha tersebut telah disimpan di Museum Nasional Jakarta. Dua di antara patung tersebut dikenal sebagai Tara dan Awalokiteswara.

Menurut pakar arkeologist bernama Dr. Soekmono mengatakan bahwa satu diantaranya mirip dengan patung Budha yang terdapat di candi Borobudur berasal dari abad IX M dan X M.

# Penemuan sebuah genta di Pendua, desa Sesait, kecamatan Gangga Lombok Barat. 

Kawasan Desa Sesait yang ada di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (Dulunya masuk dalam daerah administratif Kabupaten Lombok Barat hingga terjadi pemekaran dan terbentuk Kabupaten Baru bernama Kabupaten Lombok Utara) merupakan salah satu lokasi tempat penemuan sebuah Genta.

Penemuan situs sejarah yang satu ini terbuat dari bahan perunggu, dilihat dari rupanya berbentu stupa yang memiliki tangkai pada bagian atas dan memiliki hiasan Wajra berujung lima.

Note: Yang dimaksud dengan Wajra adalah tanda Dewa Indra atau sebuah tanda Pendeta Budha.
Selanjutnya…

Masuklah periode dimana terjadinya keruntuhan pada kerajaan Sriwijaya. Keruntuhan ini juga berlanjut dengan kemunculan sebuah kerajaan bernama Majapahit, sebuah cikal bakal kerajaan besar yang memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas.

Sedangkan penyebab keruntuhan Kerajaan Sriwijaya disebabkan oleh serangan yang berasal dari Colomandala di India,

faktor lainnya adalah adanya keinginan dari beberapa daerah yang merupakan wilayah kekuasaannya di Semenanjung Malaya untuk melepaskan diri dan selanjutnya muncul dan berkuasanya Kertanegara sebagai raja Singasari yang memiliki cita-cita besar untuk menyatukan nusantara, serta penyebab terakhirnya adalah dampak dari adanya ekspedisi Pamalayu tahun 1275 M.

Dipuncak kejayaannya, Kerajaan yang kental akan corak Hindu ini menanamkan pengaruhnya ke seluruh nusantara, salah satunya adalah Gumi Sasak atau Pulau Lombok.

Apa benar demikian?

Jadi dalam sebuah kitap karya Mpu Prapanca yang sangat terkenal bernama Kitap Kartagama tertuliskan nama Pulau Lombok atau Gumi Sasak ini.

Sebutan Pulau Lombok atau Gumi Sasak ini terdapat dalam Sarga XIII dan XIV dengan perincian sebagai berikut:
"Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Irian Jaya. Sesudah gurun maka sampailah kita ke daerah pulau Lombok Mirah Sasak yang utama".

Yang menjadi hebat adalah ketika daerah tersebut berada dibawah kekuasaan Majapahit maka secara otomatis pengaruh keyakinan akan juga ikut bersama didalamnya. Begitu juga halnya dengan Gumi Sasak ini, pengaruh Hindu lengket di masyarakat Suku Sasak.

Nah, ada beberapa penemuan yang menjadi bukti bahwa Hindu sempat menjadi kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Sasak kala itu, penemuan tersebut adalah:

1. Temuan Arca Siwa Mahadewa Tahun 1950, di Batu Pandang, Desa Sapit Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Arca tersebut bergaya Jawa-Tengahan abad IX M.

2. Adanya tradisi (lisan?) masyarakat Pujut yang menyatakan bahwa asal usul nenek moyang mereka berasal dari Majapahit melalui Raden Mas Mulia.

Raden Mas Mulia kawin dengan putri Dewa Agung Putu Alit dari Klungkung bernama Dewi Mas Ayu Supraba. Dari Bali, Mas Mulia berangkat menuju Lombok disertai 17 keluarga dan menetap di Pujut.