Bagaimana Adab Berdo'a yang baik Agar Cepat di Kabulkan Allah SWT?

Bagaimana Adab Berdo'a yang baik Agar Cepat di Kabulkan Allah SWT?

Admin
Tuesday, 15 October 2019

adab-berdoa-agar-cepat-terkabulkan

RiauOnline.id Bismillah….Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Ada ungkapan mengatakan:

“Cinta di tolak, dukun bertindak..”

Halooo…..

Ngapain minta ke dukun,

Are you crazy?

Apa kamu lupa bahwa semesta ini ada yang punya, apa kamu juga lupa bahwa semesta ini ada yang menciptakannya.

“Tiada Tuhan selain Allah SWT…”

Maka berdo’a lah kepada Allah SWT, meminta dan memohonlah kepada Allah.  Allah sendiri sudah berjanji kepada kita yang tercatat dalam Alquran Surat Ghafir (QS 40:60)

"Wa qoola robbukumud'uuniii astajiblakum, innallaziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin."

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina"

Itulah janji Allah terhadap do’a-do’a yang tiap hari kita panjatan kepadaNya.

Back to history, 

Dari mana sih asal muasal berdo’a?

Ternyata ‘berdoa’ berasal dari Adam dan Hawa tak kala keduanya tertipu muslihat oleh rayuan dan bujukan iblis. Kala itu Adam dan Hawa dilarang Alla SWT untuk memakanbuah khuldi yang ada disitu.

Namun, Iblis dengan tak henti-hentinya merayu Adam dan Hawa untuk melanggar apa yang telah dilarang Allah SWT terhadap Adam dan Hawa.

Lalu keduanya di panggil Allah SWT,

"Bukankah Aku sudah melarang kalian berdua memakan buah pohon ini, dan aku katakan kepada kalian bahwa Syetan (Iblis) itu adalah musuh kalian yang nyata?"

Takkala itu Adam dan Hawa memohon ampunan kepada Allah seraya berdo'a :

"RABBANAA DLALAMNAA ANFUSANAA WA IN LAM TAGFIR LANNA WA TAR HAMNAA LANAKUUNANINA MINAL KHAASIRIINA."

Artinya :
"Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni diri kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi." (Surat Al-A'raf ayat 23).

Nah, inilah menjadi awal asal muasal kenapa seseorang berdo’a.

Jadi, jelaslah bahwa asal mula do'a itu bersamaan dengan manusia yang bernama Adam a.s sewaktu berada di surga. Kemudian do'a itu diikuti oleh hampir seluruh bangsa manusia di muka bumi ini.

Ada satu hal yang paling penting dalam do’a, yaitu pengakuan kita terhadap kekuasaan Allah SWT sebagai Maha Pencipta, sang Penguasa Semesta ini.

Selanjutnya…

Manusia dalam masalah do'a ini terbagi menjadi tiga kelompok,
Di antara manusia itu ada yang menyeru selain Allah, mereka adalah orang-orang musyrik, mereka mengikhlaskan do'a mereka dalam kondisi yang kritis maka do'a tersebut paling bermanfaat bagi mereka.

Firman Allah Ta'ala:
“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)” - QS. Al- Ankabut: 65

Namun yang selalu terjadi adalah ketika seseorang dalam kondisi kritis berdo’a kepada Allah dan kemudian setelah rasa lapang dan keluar dari masalah kritis malah menjadi lupa terhadap Sang Khaliq, Allah SWT.

Dari Abi Hurairah ra berkata:
"Nabi saw bersabda, Barangsiapa yang senang agar Allah SWT mengabulkan baginya pada saat kritis dan bencana maka hendaklah dia memperbanyak do'a pada kondisi lapang".

Di antara manusia ada yang diberikan oleh Allah karunia yang luas namun mereka tidak bersykur namun mereka tetap angkuh dan sombong.

Allah berfirman tentang orang-orang seperti ini:
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". - QS. Gafir: 60

Di antara mereka adalah kaum mu'minin yang mengetahui kekuasaan Tuhan mereka dan mereka meyakini bahwa tidak ada kebahagiaan dan kemenangan di dunia akherat kecuali dengan Allah.

Allah berfirman memuji mereka:
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas[. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami” - QS. AL-Anbiya': 90

Ada Seorang penyair yang berkata:

“Janganlah kau meminta kepada Anak Adam suatu kebutuhan Mintalah kepada Zat yang pintuNya tidak pernah tertutup Allah murka jika engkau meninggalkan meminta kepadaNya Dan anak Adam akan marah jika engkau meminta kepadanya”

Di dalam sya'ir yang digantungkan pada tembaok ka'bah seorang penya'ir jahili berkata:

Dan Allah tidak memiliki sekutu siapa pun, Maha Mengetahui apa yang disembunyikan oleh hati Orang yang meminta kepada manusia, maka mereka menghalanginya Dan orang yang meminta kepada Allah tidak akan pernah kecewa

Dan wajib bagi orang yang berdo'a untuk memperhatikan perkara di bawah ini:

Pertama, Ikhlas semata karena Allah di dalam berdo'a. Dari Nu'man bin Basyir ra berkata:

Rasulullah saw bersabda: "Doa itu adalah ibadah".

Allah SWT telah menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang wajibnya ikhlas di dalam menjalankan ibadah:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…". QS.Al-Bayyinah: 5

Firman Allah Ta'ala: “Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” - QS. Al-Jin: 18

Kedua, Hendaklah seorang hamba tidak tergesa-gesa dalam mengharap terkabulnya do'a.

Allah SWT lebih mengetahui apa yang lebih maslahat bagi hambaNya dan tidaklah seseorang berdo'a kecuali Allah akan memberikan dan mengabulkan permohonannya baik dengan diberikan apa yang mintanya, atau dengan dipalingkan darinya keburukan yang sebanding dengan do'anya atau akan disimpankan baginya dengan do'a tersebut pahala di akherat, sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits yang shahih dari nabi SAW, oleh karena itulah Nabi saw melarang orang yang tergesa-gesa dalam berdo'a.

Dari Abi Hurairah ra bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Salah seorang di antara kalian akan dikablkan do'anya selama dia tidak tergesa-gesa, dia berkata: Aku telah memohon namun do'aku tidak dikabulakn ".

Ketiga, Tidak berdo'a untuk berbuat dosa dan memutuskan silaturrahmi

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Seorang hamba senantiasa akan dikabulkan do'anya selama dia tidak berdo'a dalam rangka berbuat dosa dan berdo'a untuk memtuskan silatrrahmi.

Keempat, Agar hati orang yang berdo'a hadir saat dirinya berdo'a, hatinya mengahadap kepada Allah saat dirinya bermunjat kepadaNya dengan penuh kekhusyu'an dan ketenangan dan yakin kalau do'anya akan dikabulkan.

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Berdo'alah kepada Allah dan yakinlah bahwa do'a kalian dikabulkan oleh Allah, dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima do'a orang yang hatinya lalai dan lupa.

Kelima, Bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Firman Allah Ta'ala:
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” - QS.Al- Ra'd:11

Sebagian ulama salaf berkata: Janganlah engkau merasa bahwa do'amu terlambat dikablkan padahal dirimu telah menghalangi terkabulnya do'a itu dengan melanggar berbagai kemaksiatan.
Bagiamana kita mengharap agar do'a segera dikabulkan Padahal jalan terkabulnya kita halangi dengan kemaksiatan

Keenam, Kita harus menyadari bahwa di antara perbuatan paling utama yang bisa menghalangi terkabulnya do'a adalah memakan makanan yang haram, namaun sangat menyedihkan bahwa banyak di antara kita yang tidak memperhatikan masalah ini.

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Akan datang kepada manusia suatu masa di mana seseorang tidak menghiraukan dengan apakah dia mengambil hartanya apakah dari sumber yang halal atau dari sumber yang haram.

Contohnya adalah sebagian orang kita lihat mengambil harta orang lain secara zalim dan paksa, di antara mereka ada yang mengambilnya dengan cara menipu dan berbohong, di antara mereka ada yang mengurangi hak para pekerja, di antara mereka ada yang mengifestasikan hartanya pada bank-bank riba atau mengelola harta mereka dengan perniagaan dan teransaksi yang diharamkan atau transaksi yang tidak jelas halal dan haramnya.

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Wahai sekalian manusia!, sesungguhnya Allah itu Maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan kepada para rasul.

Allah Ta'la berfirman:
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh” - QS. Al-M'minun:

Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu” QS. Al-Baqarah: 172

Kemudian beliau menceritakan tentang seorang lelaki yang mengadakan perjalanan yang panjang dalam keadaan rambut yang acak-acakan dan kumal lalu dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo'a: Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, padahal makanannya haram, minumannya haram dan pakiannya haram dan diberikan makan dari sumber yang haram, lalu bagaimana do'anya bisa dikabulkan".

Para ulama telah menyebutkan beberapa adab di dalam berdo'a dan hal tersebut telah mereka sebutkan di dalam kitab-kitab mereka. Maka hendaklah bagi seorang hamba untuk menggali dan mengamalkannya.

Di antara adab tersebut adalah agar orang yang berdo'a tersebut memulai do'anya dengan mengucapkan pujian dan pujaan kepada Allah dengan segala pujian yang dimilikiNya.
Kemudian mengucapkan shlawat dan salam kepada Nabi saw, meminta dengan tekad yang kuat maka janganlah dia berdo'a dengan mengatakan:

Ya Allah jika Engkau menghendaki maka ampnilah diriku dan yang sepertinya. Dan hendaklah dia mengangkat tangannya saat berdo'a sambil menghadap ke kiblat dan dalam keadaan suci, serta berdo'a dengan mengakui semua dosa-dosanya dan karunia Allah atas dirinya.

Di antara adab saat berdo'a adalah memperlihatkan kebutuhan yang tinggi kepada Allah dan mengadukan semua permasalahan kepadaNya, dan agar orang yang berdo'a tidak melampui batas di dalam do'anya.

Semua adab-adab berdo'a tersebut telah dijelaskan di dalam sunah-sunnah yang shahih dari Nabi saw.

Dan hendaklah orang yang berdo'a memanfaatkan waktu-waktu mustajab diterimanya do'a, seperti pada:

  • Saat bersujud, 
  • Di antara azan dan iqomah, 
  • Pada pertengahan malam, 
  • Sore hari jum'at, 
  • Pada saat turunnya hujan, 
  • Saat berbuka bagi bagi orang yang berpuasa, 
  • Pada saat lailatul qodar, pada hari Arofah, 
  • Setelah mengerjakan shalat yang diwajibkan, 
  • Pada saat azan untuk shalat wajib, 
  • Saat iqomah, 
  • Pada saat pasukan berangkat berperang di jalan Allah, 
  • Pada saat bangun malam dan berdo’a dengan do'a yang dianjurkan. 

Semua saat mustajab ini telah dijalaskan oleh sunnah Nabi saw yang shahih.

Dan telah dijelaskan oleh Nabi saw di dalam hadits-hadits beliau tentang orang- orang yang diterima do'anya, di antaranya adalah orang yang mendo'akan saudaranya yang berada di tempat lain, imam yang adil, do'a anak yang shaleh dan do'a orang yang bangkit dari tidurnya lalu berdo'a dengn do'a yang diperintahkan oleh Rasulullah saw dan do'a-do'a lainnya.

Dari Abi Hurairah ra, Nabi saw bersabda: Do'a orang yang dizalimi diangkat oleh Allah di atas awan, dan dibukakan baginya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: Demi Keagungan dan KemuliaanKu sesungguhnya Aku akan menolongmu sekalipun setelah beberapa saat.

Dan Nabi saw memilih do'a-do'a yang mengandung makna global pada saat beliau berdo'a.

Beliau berdo'a dengan do'a ini:
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". QS. Al-Baqarah: 201

Dan beliau banyak berdo'a dengan mengatakatan:
"Wahai Zat Yang Membolak balikkan hati tetapkanlah hatiku di atas agamamu".

Dan beliau berkata kepada Ali: Berdo'alah dengan mengatakan:
"Ya Allah berikanlah kepadaku hidayah dan mudahkanlah aku kepada kebenaran".

Dan beliau mengajarkan Aisyah untuk berdo'a pada saat lailatul qodar dengan mengatakan:
"Ya Allah seseungguhnya Engkau Tuhan Yang Maha Memaafkan maka maafkanlah aku".

Dan banyak lagi do'a-do'a yang lainya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad SAW dan seluruh keluarga dan shahabatnya.