Bagaimana Adab Tidur dan Bangun Seorang Muslim?

Bagaimana Adab Tidur dan Bangun Seorang Muslim?

Admin
Tuesday, 15 October 2019

Adab-Tidur-dan-Bangun-Seorang-Muslim

RiauOnline.id – Islam adalah agama yang secara detail memberikan pedoman kepada umatnya.
Salah satu yang paling sederhana adalah adab ketika kamu akan tidur serta ketika kamu bangun kembali.

“Terdengar sepele banget sih…”

Ada hal-hal yang dianjuran dalam Islam ketika kita akan tidur serta ketika kta akan bangun kembali, ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita dan sebaiknya dilakukan.

Pertama, Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. 

Hai saudara/I muslim ku, sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari.

Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu wata'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

Kedua, Tidur dini

Berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallahu'anha "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat". (Muttafaq `alaih).

Ketiga, disunnatkan berwudhu' sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. 

Al- Bara' bin `Azib Radhiallahu'anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu'lah sebagaimana wudlu' untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan..." Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.

Keempat, disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring

Berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di dalam satu riwayat dikatakan: "tiga kali". (Muttafaq `alaih).

Kelima, makruh tidur tengkurap.'

Abu Dzar Radhiallahu'anhu menuturkan :

"Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka". (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Keenam, makruh tidur di atas dak terbuka,

Karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda:

"Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya". (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Ketujuh, menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. 

Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (Muttafaq'alaih).
Coba kembali kita simak beberapa hal diatas tersebut.

Kedelapan, Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al- Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits- hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

Kesembilan, Membaca do`a-do`a dan dzikir 

Keterangannya shahih dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 'ibaadaka. "Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu". Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

Dan membaca:

Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya. 

artinya: "Dengan menyebut nama- Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Al Bukhari)

Kesepuluh, Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a

Berikut do`a nya :

"A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna."

Artinya, "Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba- hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

Kesebelas, hendaknya apabila bangun tidur membaca do'a

Adapun do'a tersebut adalah :
"Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba'da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur"

Artinya, "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan." (HR. Al-Bukhari)

Sebagai seorang Muslim, ada baiknya kita melaksanakanapa yang menjadi anjuran serta tauladan yang telah diberikan oleh Rasullullah kepda kita.