Mengenang Kerajaan Pelalawan yang Takhluk dibawah tangan Syarif Abdurrahman

Mengenang Kerajaan Pelalawan yang Takhluk dibawah tangan Syarif Abdurrahman

Admin
Monday, 17 June 2019

mengenang-kerajaan-pelalawan-yang-takluk-dibawah-tangan-syarif-abdurrahman

RiauOnline.id – Kebencian dan penantangan oleh Kerajaan Pelalawan terhadap Kerajaan Siak berlanjut. Meski tak dapat ditaklukan ketika Said Osman dan pasukannya menyerak Kerajaan Pelalawan melalui air dengan kapal Baheram namun Kerajaan Siak masih tetap melakukan penyerangan dalam kurun waktu setelah kapal Baheram di pukul mundul oleh pasukan hulubalang Engkok.

Said Osman dan Pasukan berserta kapal Baheram yang disiapkan untuk menyerang benteng pertahanan di Kuala Sungai Mempusun akhirnya tenggelam di seberang Kampung Rangsang.

Sejarah selanjutnya...

Kerajaan Siak kemudian menyusun rencana penyerangan kembali. Hingga pada akhirnya tahun 1798 Masehi, Pasukan Siak Sri Indrapura yang dipimpin oleh Panglima Besar Syarif Abdurrahman (adik Sultan Syarif Ali Siak), kembali melakukan penyerangan terhadap Pelalawan.

Serangan kali ini lebih matang persiapannya, Panglima Besar Syarif Abdurrahman menyerang kerajaan Pelalawan melalui dua arah.

Panglima Besar Syarif Abdurrahman mempersiapkan pasukan angkatan darat yang akan menyerang melalui hulu Sungai Rasau, sedangkan pasukan angkatan laut disiapkan untuk menyerang melalui muara Sungai Kampar.

Pertempuran sengit antara Kerajaan Siak dan Pelalawan terjadi, didalam pertempuran ini satu persatu kekuatan dari pasukan Kerajaan Pelalawan dilumpuhkan.

Didalam peperan itu juga menewaskan Panglima Kudin dan tunangannya Zubaidah di benteng pertahanan Tanjung Pembunuhan.

Kekuatan yang disusun oleh Kerajaan Pelalawan mampu ditaklukan oleh pasukan Kerajaan Siak yang dipimpin Panglima Besar Syarif Abdurrahman. Kemudian, Syarif Abdurrahman berdiri sebagai Raja Pelalawan yang diakui oleh Kakaknya Sultan Syarif Ali dari Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Pemerintah Hindia Belanda dengan gelar Sultan Assyaidis Syarif Abdurrahman Fakhruddin.

Catatan sejarah selanjutnya, menyatakan bahwa setelah Sultan Syarif Abdurrahman mangkat, kekuasaan takhta Kerajaan Pelalawan selanjutnya diwariskan secara turun temurun kepada anak cucu dari Sultan Syarif Abdurrahman sendiri.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kekalahan Kerajaan Pelalawan ini sebabkan oleh adanya mata-mata dari Siak Sri Indrapura yang bernama "Kasim".

Taktik yang dilakukan adalah dengan menyiram semua mesiu yang ada di benteng pertahanan dengan air sehingga kala serangan dari kerajaan Siak datang mereka tidak dapat menggunakan mesiu tersebut.

Inilah yang menyebabkan Pasukan Kerajaan Pelalawan yang ada di Benteng Pertahanan mengalami kekalahan hingga akhirnya kerajaan Pelalawan di kuasai oleh Kerajaan Siak. [A/P]