Bercinta dengan Alam di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim Provinsi Riau

Bercinta dengan Alam di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim Provinsi Riau

Admin
Thursday, 20 June 2019

Taman-Hutan-Raya-Sultan-Syarif-Kasim-Provinsi-Riau

RiauOnline.id, Wisata – Semua orang mungkin tahu jika kawasan yang ada di Pulau Sumatera merupakan kawasan yang lebat dengan hutan. Baik itu berupa hutan liar maupun masuk dalam kawasan hutan lindung. Salah satunya adalah Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim atau sering disebut dengan istilah Tahura SSH.

Nah, kebayangkan jika sebuah hutan yang lebat  menjadi sebuah taman hutan sebagai kawasan yang dapat kamu jadikan sebagai tempat menenangkan diri kamu. Kawasan hutan konservasi yang satu ini merupakan wilayah hutan yang masuk kedalam tiga kawasan yaitu Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan kota Pekanbaru.

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim menjadi kawasan konservasi yang ada di Provinsi Riau yang berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI No.348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999 dengan luas area sekitar 6.172 hektare. Terperincinya lagi sebagai berikut 3.041,81 hektare di Kabupaten Kampar, 2.323,33 hektare di Kabupaten Siak, dan 806,86 hektare di Kota Pekanbaru.

“Guys, pasti asyik nich berada di dalam kawasan ini....!!!!” 

Awal mula Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.

Awal menjadi hutan wisata, Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim pertama kali dirintis sekitar tahun 1985. Pembentukannya melalui Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor 367/IV/1985 tanggal 24 April 1985, ditetapkan hutan wisata seluas 1.000 hektare di daerah Minas. Selanjutnya, sarana dan prasarana mulai dibangun di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim ini.

Catatan selanjutnya, Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim ini diperluas menjadi 5.920 hektare. Serta pada tanggal 16 Agustus 1994, Gubernur Riau merekomendasikannya kepada Menteri Kehutanan untuk ditetapkan menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) dan disambut baik oleh Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan No.349/Kpts-II/1996 tanggal 5 Juli 1996, bahwa Kelompok Hutan Takuana Minas, ditunjuk sebagai Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim seluas 5.920 hektare. Setelah dilakukan penataan batas, Menteri Kehutanan dan Perkebunan menetapkannya menjadi Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim melalui Surat Keputusan No.348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999 dengan luas 6.172 hektare.

Ada apa sich di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim?

Menjelajah alam bebas menjadi kepuasan tersendiri bagi para traveller sejati. Setiap detik dihabiskan dengan menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini. Begitu juga halnnya dengan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, ada banyak hal yang bisa kamu nikmati disini.

Saat ini sudah tercatat ada sekitar 127 jenis flora yang merupakan tumbuhan asli di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim  atau Tahura SSH yang didominasi dari family Dipterocarpaceae, Lauraceae, Euphorpeaceae, Anacardiaceae, Guttiferae, Sapotaceae, dan Myrtaceae. 

Beberapa jenis pohon yang sekarang sudah tergolong langka untuk ditemui masih terdapat didalam hutan ini misalnya pohon meranti, keruing, dan kulim dengan ukuran diameter kayu yang sangat besar.

Selain jenis pepohonan asli, di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim juga terdapat beberapa jenis pohon yang didatangkan dari luar sebagai koleksi di antaranya gaharu, matoa, serta beberapa jenis tanaman buah seperti tampui, lengkeng, kedondong, rambutan, dan durian montong.

Selanjunya, bagi kamu pecinta aneka jeni burung maka kawasan ini tak akan mengecewakan kamu. Ada berbagai jenis burung yang bisa kamu temui disini. Menurut catatan data terdapat sekita 42 jenis burung, 4 jenis reptilia, dan 16 jenis mamalia.

Burung-burung yang ada disini mungkin agak sedikit unik dan langka. Kebanyakan jenis burung yang ada di sini adalah jenis burung asli hutan Sumatera dan tidak terdapat di daerah diluar Sumatera seperti serindit melayu (Loriculus galgulus), sedangkan jenis burung lain yang dapat dijumpai diantaranya jenis burung elang (Halicetus sp), enggang (Buceros rhinoceros), dan beo (Gracul refiigiosa).

Oh ya guys, di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim juga dijadikan sebagai tempat Pusat pelatihan gajah. Jadi jika kamu berkunjung disini jangan heran jika melihat ada banyak gajah yang sedang dilatih oleh ahlinya.

Kawasan tempat pelatihan gajah ini berlokasi di bagian ujung kawasan hutan raya ini. Kamu dapat berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Ada dua rute, Pertama dengan menempuh jalur trek sepeda gunung yang merupakan jalan setapak.

Untuk rute ini kamu akan menempuh sekitar 12 kilometer. Sedangkan rute kedua yaitu jalur khusus menuju sungai Bulun dengan pemandangan pasir putih yang ada di kawasan tersebut dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer.

Nah, menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau. Pada tahun 2015, Pusat Pelatihan Gajah (PLG) ini memiliki sekitar 27 ekor gajah. Gajah-gajah tersebut terdiri dari 15 ekor gajah jantan dan 12 ekor gajah betina. Untuk gajah yang tertua diberi nama Sengharun berumur 42 tahun, yang merupakan gajah jantan dengan bobot kurang lebih 3,3 ton.

Ada yang menarik dari Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim ini, Pertama, Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim merupakan kawasan hutan yang letaknnya tidak terlalu jauh dari Ibukota Provinsi Riau. Kamu hanya perlu menempuh jalur Pekanbaru – Minas dengan waktu tempuh sekitar kurang lebih 30 menit. Kedua, di kawasan ini kamu akan dapat menjumpai berbagai jenis flora dan fauna yang mungkin tidak akan kamu temu ditempat lainnya.

Wow, sepertinya asyik banget nich berada di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim ini. Pasti akan ada hal baru yang akan kamu dapatkan disini.