Sejarah Kerajaan Melayu Tua Jambi, Pernah Ditaklukkan Sriwijaya dan Banyak Tercatat Dalam Prasasti China Kuno

Sejarah-Kerajaan-Melayu-Tua-Jambi

RiauOnline.id - Kerajaan Melayu Jambi adalah nama sebuah kerajaan tua di Nusantara. Kerajan Melayu Jambi pernah ditaklukan oleh kerajaan besar yang ada di Indonesia seperti Sriwijaya, Singhasari, dan Majapahit.

...Dalam penjelasan sejarah mengatakan,

Kerajaan Melayu Tua Jambi adalah satu wilayah yang sangat familiar dan banyak seklai tercatat dalam literatur kuno. Ukiran dan sebutan nama negeri ini tidak jarang disebut dalam prasasti-prasasti serta beberapa berita China. Ini adalah menjadi bukti yang sangat nyata bahwa orang Cina sudah lama mempunyai hubungan dan komunikasi yang baik dengan Kerajaan Jambi.

Dalam istilah China, Kerajaan Jambi ini mereka sebut dengan nama Chan-pei. Diperkirakan, sudah berdiri tiga kerajaan Melayu Kuno di Jambi, yakni Koying (abad ke-3 M), Tupo (abad ke-3 M) dan Kantoli (abad ke-5). Seiring pertumbuhan sejarah, kerajaan-kerajan ini lenyap dengan tidak sedikit meninggalkan jejak sejarah tentang keberadaanya.

...Jadi,

Sebelumnya kerajaan ini mempunyai peran penting di sumatera dan selalu bersahabat dengan negara tetangga seperti Cina, dan lain-lain. Dan juga merupakan kerajaan besar terletak di propinsi Jambi saat ini. Dan pernah pula setelah Sriwijaya diujung tanduk setelah ditaklukan Majapahit menjadi bagian dari melayu Jambi,sampai pada memeluk kesultanan Islam, dan sampai pada kolonialis Belanda tiba.

Setelah Kerajaan Sriwijaya musnah di tahun 1025 karena serangan Kerajaan Chola dari India, banyak bangsawan Sriwijaya yang melarikan diri ke pedalaman, terutama ke hulu sungai Batang Hari. Mereka kemudian bergabung dengan Kerajaan Melayu Tua yang sudah lebih dulu ada di daerah tersebut, dan sebelumnya merupakan daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya.

Pada tahun 1088, Kerajaan Melayu Jambi, menaklukan Sriwijaya. Situasi jadi berbalik dimana daerah taklukannya adalah Kerajaan Sriwijaya. Pada masa itu Kerajaan Melayu Jambi, dikenal sebagai Kerajaan Dharmasraya. Lokasinya terletak di selatan Kabupaten Sawah Lunto, Sumatera Barat, dan di utara Jambi.

Hanya ada sedikit catatan sejarah mengenai Dharmasraya ini. Diantaranya yang cukup terkenal adalah rajanya yang bernama Shri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297) yang menikah dengan Puti Reno Mandi. Sang raja dan permaisuri memiliki dua putri yang cantik jelita, yaitu Dara Jingga dan Dara Petak

...Dara Jingga

Di tahun 1288, Kerajaan Dharmasraya, termasuk Kerajaan Sriwijaya, menjadi taklukan Kerajaan Singhasari di era Raja Kertanegara, dengan mengirimkan Senopati Mahisa/Kebo/Lembu Anabrang, dalam ekspedisi PAMALAYU 1 dan 2.

Sebagai tanda persahabatan, Dara Jingga menikah dengan Senopati dari Kerajaan Singasari tersebut. Mereka memiliki putra yang bernama Adityawarman, yang di kemudian hari mendirikan Kerajaan Pagaruyung, dan sekaligus menjadi penerus kakeknya, Mauliwarmadhewa sebagai penguasa Kerajaan Dharmasraya berikut jajahannya, termasuk eks Kerajaan Sriwijaya di Palembang.

Anak dari Adityawarman, yaitu Ananggavarman/Ananggawarman menjadi penguasa Palembang di kemudian hari. Sedangkan Dara Jingga dikenal sebagai Bundo Kandung/Bundo Kanduang oleh masyarakat Minangkabau.

...Dara Petak

Di tahun 1293, Mahisa/Kebo/Lembu Anabrang beserta Dara Jingga dan anaknya, Adityawarman, kembali ke Pulau Jawa. Dara Petak ikut dalam rombongan tersebut.

Setelah tiba di Pulau Jawa ternyata Kerajaan Singasari telah musnah, dan sebagai penerusnya adalah Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu Dara Petak dipersembahkan kepada Raden Wijaya, yang kemudian memberikan keturunan: Raden Kalagemet yang bergelar Sri Jayanegara setelah menjadi Raja Majapahit kedua.

dan faktanya fakta, terjadi pertalian darah melalui perkawinan antara Kerajaan Dharmasraya, Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Majapahit, dan (eks) Kerajaan Sriwijaya di era tersebut.

Nah, Dalam sejarahnya lengkap Kerajaan jambi ini mengatakan bahwa negeri ini pernah dikuasai oleh sejumlah kekuatan-kekuatan besar yang ada di Nusantara ini, mulai dari Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Singosari, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Malaka sampai Kerajaan Johor-Riau.

Dalam uraian sejarah, Kerajaan jambi sangat terkenal dan sering sekali Kerajaan Jambi ini menjadi rebutan. Hal ini memberikan signal dan tanda bahwa Kerajaan Jambi yang ada kala itu tidak sejaya Sriwijaya atau kekuatan-kekuatan lainnya. Bahkan, menurut temuan sejumlah benda purbakala, Jambi pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Setelah Koying, Tupo dan Kantoli runtuh, lantas berdiri Kerajaan Melayu Jambi.


Nah, Berita tertua tentang kerajaan ini berasal dari T?ang-hui-yao yang dibentuk oleh Wang-p?u pada tahun 961 M, di masa pemerintahan dinasti T?ang dan Hsin T?ang Shu yang dibentuk pada mula abad ke-7, M di masa pemerintahan dinasti Sung.

Diperkirakan, Kerajaan Melayu Jambi sudah berdiri selama tahun 644/645 M, sedikit lebih awal sekitar 25 tahun dari Sriwijaya yang berdiri tahun 670. Harus dinyatakan bahwa, sejarah mengenai Melayu kuno ini masih gelap.

Hingga Sampai sekarang, data utamanya masih didasarkan pada berita-berita dari negeri Cina, yang terkadang susah sekali ditafsirkan untuk diteruskan sebagai bahan penelitian lebih lanjut tentang Kerajaan Jambi ini.

Namun, jika data arkeologis yang ada di Jambi dibandingkan dengan wilayah lainnya di Sumatera, maka data arkeologis yang ditemukan di Jambi adalah yang terlengkap. Jadi, Data-data arkeologis itu terutama berasal dari abad ke-9 sampai 14 M.

Untuk mencari titik terang dari kegelapan sejarah yang hilang tersebut, maka, sejarah tentang Kerajaan Melayu Jambi ini akan lebih terfokus akan lebih terfokus pada fase pasca abad ke-9, terutama saat Aditywarman menegakkan Kerajaan Swarnabhumi di wilayah ini pada pertengahan abad ke-14 M.

… Aditywarman?

Selanjutnya, sebelum kita mengulas dan bercerita lebih jauh lagi prihal mengenai Aditywarman,

Maka alangka baiknya tulisan ini saya mulai dengan menyebutkan deskripsi tentang bagian dari sejarah leluhur Adityawarman di tanah Melayu ini. Ketika Sriwijaya berdiri, Kerajaan Melayu Jambi menjadi wilayah taklukannya. Kemudian, saat Sriwijaya runtuh akibat dari dampak serangan Kerajaan Chola dari India pada tahun 1025 M, Kala itu semua bangsawan Sriwijaya mencoba melarikan diri ke hulu Sungai Batang Hari dan kemudian mereka bergabung dengan Kerajaan Melayu yang memang telah lebih dulu berdiri, namun saat tersebut menjadi wilayah taklukannya.

Disebutkan tak kurang dari setengah abad kemudian, selama tahun 1088 M, suasana dan keadaan menjadi berbalik, kala itu Kerajaan Melayu Jambi yang menaklukkan Sriwijaya yang memang sudah di ambang masa keruntuhan dan kehancuran.

Nah, pada masa itu kembali Kerajaan Melayu Jambi mulai berkembang dengan baik. ketika itu, namanya ialah Dharmasraya bukan Kerajaan Jambi.

Namun, sangat di sayingkan hanya ada sedikit daftar dan referensi sejarah tentang Dharmasraya ini. Rajanya yang mempunyai nama Shri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297) yang kemudian beliau ini menikah dengan Puti Reno Mandi. Dari pernikahan ini, lantas lahir dua orang putri: Dara Jingga dan Dara Petak

…Dalam sejarah menuju penghujung abad ke 13,

Kartanegara mengirim dua kali ekspedisi ke kawasan Sumatera, yang selanjutnya aktifitas itu sering dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu I dan II.

Dalam pengiriman kesatu, Raja Kartanegara sangat sukses dalam menaklukkan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang memang telah lemah dan diambang kehancuran. Jadi, Berdasarkan Babad Jawa versi Mangkunegaran telah diungkapkan bahwa, Kartanegara menaklukkan Jambi pada tahun 1275 M.

Dalam Sejarah selanjunya, tepat pada tahun 1286 M, Kartanegara kemudian mengantarkan sebuah arca Amogapacha ke Kerajaan Dharmasraya. Suasana ini membuat Raja dan rakyat Dharmasraya paling gembira dalam menerima persembahan dari Kartanegara ini.

Sebagai bentu tanda terimakasih sang Raja Dharmasraya pada Prabu Kartanegara, kemudian ia mengirimkan dua orang putrinya, Dara Jingga dan Dara Petak guna dibawa ke Singosari.

Waktu itu, Dara Jingga lantas menikah dengan Mahesa Anabrang dan mencetuskan Aditywarman. Nah, semasa ketika perwakilan yang mewakili Kartanegara ini pulang ke tanah Jawa, mereka menemukan fakta bahwa situasi Kerajaan Singosari sudah hancur akibat dari dampak serangan Jayakatwang dan pasukan Kubilai Khan kala itu.

Sebagai penerus Singosari,kemudian hadirlah Kerajaan Majapahit dengan raja yang berkuasa saat itu bernama Raden Wijaya.

Dara Petak lantas dipersembahkan untuk Raden Wijaya guna diperistri dan menjadi permaisuri di kerajaan. Dari perkawinan dengan Dara Petak, lahirlah Raden Kalagemet. Ketika Kalagemet menjadi Raja Majapahit menggantikan ayahnya, ia menggunakan gelar Sri Jayanegara.

Nah, inilah silsilah dari keturunan Dara Petak yang kemudian naik tahta menjadi Raja selanjutnya, sedangkan keturunan saudaranya Dara Jingga, yakni Aditywarman, hanya sebatas menjadi salah seorang petinggi dan pejabat yang menjabat di istana Majapahit.

Hingga pada saatnya, bertepatan pada tahun 1340 M, Adityawarman dikirim pulang kembali ke daerah asalnya di Sumatera, negeri leluhurnya, guna mengurus wilayah taklukan Majapahit, Dharmasraya.

Namun, keberadaannya di tanah leluhurnya di Sumatera, bukan lagi mengemban misi untuk mengawal keutuhan dari kawasan yang merupakan taklukan Majapahit, dia justru berbalik diri dan berjuang untuk mengembalikan tanah leluhurnya dengan menegakkan Kerajaan Swarnabhumi.

Kemudian wilayahnya mencakup dari beberapa daerah warisan Dharmasraya, mencakup wilayah Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya. Dengan ini, berarti keberadaan Dharmasraya sudah diteruskan oleh kerajaan baru bernama Swarnabhumi.

Kala itu, beliau menjadikan Pusat kerajaan di kawasan provinsi Jambi saat ini ini.

Dalam perkembangan sejarah selanjutnya mengungkapkan bahwa pusat kerajaan yang dipimpin Aditywarman ini kemudian beralih ke arah Pagaruyung, sampai nama kerajaannya kemudian menjadi Kerajaan Pagaruyung, atau yang disebut dengan Kerajaan Minangkabau.

Akibat eksodus pusat kerajaan ini, Kerajaan yang berada di Jambi ini kemudian harus rela menjadi unsur atau bagian kekuatan dari wilayah yang didominasi Kerajaan Pagaruyung atau Minangkabau. Nah, kejadian ini terjadi selama pertengahan abad ke-14.

Silsilah Dala Kerajaan Melayu Tua Jambi


…Di masa Kerajaan Dharmasraya,

Raja yang dikenal saat itu hanyalah Shri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297). Sementara itu untuk penjelasan tentang raja-raja yang lain, belum didapat data yang lengkap sebagai referensi dan acuan yang jelas dalam pembuktian sejarah Kerajaan ini.

Di masa Kerajaan Swarnabhumi selanjutnya juga memiliki sosok raja yang sangat terkenal, rajanya yang sangat terkenal itu bernama Aditywarman. Namun, kala saat Kerajaan Jambi bergabung dengan Minangkabau, maka silsilah raja yang terdapat dalam Kerajaan jambi lebih cenderung pada silsilah-silsilah dari raja-raja Minangkabau.

Periode Pemerintahan dan Kekuasaan di Kerajaan Melayu Tua Jambi


Pada bagian ini, para peneliti sejara agak sedikit rumit untuk mengemukakan tentang keadaan dan bagaimana periode pemerintahan dilangsungkan di Jambi,

..Jadi,

Kala jaman Kerajaan, Seandainya sebuah pemerintahan itu diandaikan sebagai pemegang kekuasaan sebuah kerajaan yang merdeka dan bebas dari pengaruh dominasi lain maka tidak banyak data sejarah Kerajaan Jambi yang tersedia.

Sebab Kala itu Kerajaan jambi sudah bergabung dengan dominasi kekuasan Kerajaan lainnya.

Selanjutnya, Kala saat Kerajaan Sriwijaya berdiri, Jambi menjadi wilayah taklukan Sriwijaya, bahkan, menurut sejumlah sumber yang yang masih diperdebatkan mengatakan bahwa Jambi pernah menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya.

Ketika Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya mulai runtuh dan hancur, hadir kekuatan Singosari di Jawa, kemudian waktu itu Kerajaan Jambi menjadi wilayah taklukan dari Kerajaan Singosari.

Ketika Singosari runtuh dan mulai muncul dominasi dari kekuasaan Majapahit, setelah itu Kerajaan Jambi menjadi distrik taklukan Majapahit.

Dalam penelusuran lebih dalam selanjutnya, Kerajaan Jambi pernah menjadi pusat Kerajaan Swarnabhumi yang didirikan Aditywarman. Ketika pusat kerajaan Adityawarman beralih ke Pagaruyung, Jambi menjadi unsur dari Kerajaan Minangkabau di Pagaruyung. Hal inilah yang menjadi Kerajaan Jambi bergabung dengan Kerajaan Pagaruyung.

Dalam Sejarah selanjutnya, selalu muncul sebuah kekuatan dan kekuasan baru. Ketika itu, Kesultanan Malaka hadir sebagai suatu kekuatan dan kekuasan baru di Selat Malaka.

Pada masa ini Kerajaan Jambi juga pernah menjadi unsur dari kawasan yang mengarah pada Kesultanan Malaka. Selanjutnya, Kesultanan Malaka runtuh, lantas muncul Johor sebagai pewaris Kerajaan Melaka. Lagi-lagi, Jambi menjadi unsur dari Kerajaan Johor. Demikianlah, Jambi sudah menjadi target perluasan setiap kerajaan besar yang berdiri di Nusantara ini.

Wilayah Kekuasaan dan struktur Pemerintahan dari Kerajaan Jambi


Jadi, Wilayah kekuasaan Kerajaan Jambi ini hanya meliputi wilayah sepanjang aliran Sungai Batang Hari yang kini menjadi daerah dan kawasan Provinsi Jambi, yang berbatasan dengan kawasan Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Selatan.

..Nah,

Kala Kerajaan jambi berdikari atas kemerdekaannya, kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja. Namun, belum terdapat kejelasan, apa kedudukan pemimpin daerah-daerah di Jambi, sekitar negeri ini menjadi unsur dari distrik dan bagian dari kerajaan lain.

Kehidupan Ekonomi, Sosial dan Budaya dimasa Kerajaan Jambi


..fakta sejarah,

Selalu ada temuan sejarah yang dapat menjadi refernsi dalam menarik sebuah kesimpulan sejarah. Sama halnya dengan kerajaan Jambi ini. Beberapa benda arkeologis yang ditemukan di wilayah Jambi mengindikasikan bahwa, di wilayah ini telah dilangsungkan suatu kegiatan ekonomi yang berpusat di wilayah Sungai Batang Hari.

Ketika itu, penemuan bukti atau benda-benda keramik pun membuktikan bahwa, di wilayah ini, penduduknya sudah hidup dan beraktifitas dengan tingkat kebiasaan yang tinggi.

Selain itu, juga ada penemuan benda-benda sejarah dalam bentuk arca-arca Budha dan candi yang juga menunjukkan bahwa, orang-orang Jambi adalah masyarakat yang religious, memiliki keyakinan dalam peribadatannya.

Nah, ini hanyalah sedikit bukti dan cerminan sejarah kuno mengenai tata kehidupan di Kerajaan yang ada di Jambi. Sedangkan untuk mengungkapkan Bagaimana sisi sosial dan kebiasaan berbudaya masyarakat secara keseluruhan di Kerajaan Jambi ini Sangat susah untuk mencerminkan secara detil, bagaimana kehidupan sosial kebiasaan ini berlangsung, hal ini dikarenakan data arkeologis yang paling minim ditemukan di kawasan bekas Kerajaan Jambi ini.                       


0 Response to "Sejarah Kerajaan Melayu Tua Jambi, Pernah Ditaklukkan Sriwijaya dan Banyak Tercatat Dalam Prasasti China Kuno"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel