Sejarah Sultan Iskandar Muda, Keinginan Untuk Menjadikan Kerajaan Aceh yang Terkuat di Nusantara

Sultan-Iskandar-Muda-dari-Kerajaan-Aceh
Sulta Iskandar Muda | Pahlawan Indonesia

RiauOnline.id, Sejarah Nasional -- Sultan pertama kerajaan Aceh adalah Ali Mughayat Syah ( 1514 –1530 ). Selama masa pemerintahannya, sebagian besar komunitas dagang Asia yang bubar karena pendudukan Malaka oleh Portugis, singgah dan menetap di Aceh. 

Pada tahun 1520, Aceh mulai memperluas pengaruhnya dengan menyerang daerah Daya, Pantai Timur, Deli, Pedir, Pasai, Aru dan Johor.

Tujuan penyerangan Aceh untuk menaklukkan sejumlah daerah


Aceh semasa kejayaannya pernah melakukan penaklukkan beberapa daerah yang ada di Nusantara ini, bahkan tercatat pernah menyerang hingga ke Kerajaan yang ada di Negeri Malaysia saat ini.

...Jadi,

Penyerangan dan penaklukan berbagai daerah ini memiliki maksud tersendiri. Kerajaan Aceh saat itu telah melakukan sebuah ekspansi dengan tujuan sebagai berikut:

1. Memperluas hegemoni kerajaan Aceh


...oh ya,

Hegemoni itu maksudnya bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Jadi kata 'Hegemoni' ini berasal dari ahasa Yunani, Egemonia yang berarti penguasa.

Salah satu dari penaklukan yang di lakukan oleh Kesultanan Aceh adalah untuk berkuasa dan meluaskan daerah kekuasaannya.

2. Menyebarkan agama Islam ke daerah-daerah yang belum menganut agama Islam


...Serambi Mekkah!

Hingga saat ini, semboyan itu melekat pada daerah Aceh. Sebenarnya, ketaatan mereka masyrakat Aceh sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan.

Jadi,

Kesultanan Aceh melakukan penyebaran Agama Islam secara meluas.

Nah, salah satu dari tujuan penaklukan daerah-daerah yang ada di bagian barat Nusantara ini juga di maksudkan untuk menanamkan dan menyebarkan Islam lebih luas lagi.

3. Menguasai daerah-daerah penghasil lada dan emas


Kita semua tau,

Bagaimana kala itu perdagangan di kawasan lintasan Selat Malaka, sangat ramai dan sibuk sekali. Nah, Kesultanan Aceh ingin ambil bagian dan bahkan menguasai jalur perdagangan rempah-rempah tersebut.

4. Membangun pelabuhan produsen yang ingin menyelenggarakan perdagangan bebas


Dan yang terakhir adalah membangun pusat produsen untuk menguasai perdagangan. Kita ingat, kala itu ekonomi suatu daerah akan berkembang pesat jika mereka mampu menguasai perdagangan.

...Kita lihat Kesultanan Johor kala itu,

Maju dengan pesatnya ketika mereka mulai menguasai lintasan Selat Malaka.

Persaingan mengganti posisi Malaka sebagai pelabuhan transit di Nusantara bagian barat.
Sebagai negara yang paling kuat di kawasan selat Malaka.

Ketika Aceh di Pimpin Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar dan Penguasa Lainnya


Penguasa Aceh berikut yang tergolong mencapai kejayaan adalah masa Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar ( 1537 – 1571 ).  

...Jadi, waktu itu

Dia berhasil menaklukkan Batak di sebelah selatan Aceh sekitar pada tahun 1539. Walaupun penyerangan berikut terhadap Aru yang dikuasai Johor dan terhadap Malaka yang diduduki Portugis mengalami kegagalan, Sultan Alaudin telah menunjukkan ketangguhan sebagai kekuatan militer yang disegani dan diperhitungkan di kawasan selat Malaka.

Pada awal abad ke-17, penguasa terbesar di antara penguasa-penguasa Aceh adalah masa Sultan Iskandar Muda ( 1607 – 1636 ). Aceh benar-benar menjadi kerajaan yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Pada tahun 1612, akhirnya Deli, Aru dan Johor berhasil ditaklukkan. 

Pada tahun 1614, armada Portugis di Bintan berhasil dikalahkan. Pada tahun 1624, Pahang dan Nias  berhasil dikuasai.

Pada tahun 1529 , Aceh menggempur Portugis di Malaka dengan sejumlah kapal yang memuat 19.000 prajurit. Pertempuran sengit tak terelakkan yang kemudian berakhir dengan kekalahan di pihak Aceh.

Alasan politik yang menyebabkan Aceh mengalami kemunduran dikarenakan adanya Kalangan elit Aceh atau kelompok bangsawan yang terdiri atas para ‘Panglima Perang’ ( hulubalang, ule balang ) kurang mendukung cita-cita Sultan. Serta adanya perpecahan di dalam negeri, dimana para ulee balang menjadi penguasa-penguasa local ( feodal ).

Sikap perjuangan Sultan Iskandar Muda di Kesultanan Aceh


Sosok Sultan Iskandar Muda merupakan sebuah gambaran kejayaan Kesultanan Aceh. Kala beliau memimpin Aceh, para pedagang asing yang ingin monopoli perdagangan tak benar-benar berhasil untuk menggalahkan Aceh.

...Suatu hari,

Raja dari Kerajaan Inggris, Raja James I pernah mengirimkan sepucuk surat kepada SUltan Iskandar Muda. Surat itu di kirimkan sekitar abad ke 17 dengan maksud untuk memohon izin kepada Sultan Iskandar Muda untuk berdagang di beberapa lokasi yang termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam.

...Do you know what the answer is?

'Tidak diizinkan!'

Sekali lagi, Sultan Iskandar Muda menunjukkan kapasitannya sebagai penguasa Kesultanan Aceh dengan tidak mengizinkan pihak asing berdagang di kawasan kekuasannya. Sang Sultan tau bahwa keinginan Inggris untuk berdagang hanyalah kedok semata, ada misi di balik itu semua.

...Penjajahan!

Nah, hal ini lah yang tidak di inginkan oleh Sultan Iskandar Muda. Beliau tidak ingin daerahnya di jajah oleh asing, juga tak ingin melihat rakyat nya sengsara didalam penguasaan pihak asing. Kejelian ini berakhir pada penolakan surat yang datang dari Raja James I.

Siapa Nama asli sultan iskandar muda?


Mungkin kamu bertanya, apakah nama 'Sultan Iskandar Muda' adalah nama aslinya?

...Ternyata,

Sultan Iskandar Muda adalah sebuah gelar yang di berikan setelah beliau memangku kekuasaan di Kesultanan Aceh. 

...Jadi, 

Dalam karya NJ Ryan, Sejarah Semenajun Tanah Melayu, yang diterbitkan di Kuala Lumpur tahun 1966, tercatat pada sekitar halaman 54-55 menulis bahwa meninggalnya Sultan Ali Riayat Syah menurut catatan Nuruddin Ar Raniry, pada hari Rabu 4 April 1607. 

Nah, sebagai penggantinya adalah kemenakannya sendiri yakni Darma Wangsa Tun Pangkat dengan gelar Sultan Iskandar Muda.

Semasa beliau belum menjadi penguasa, sebuah perjalanan panjang di lalui. Pernah menjadi tahanan sang paman oleh sebuah kesalahan yang pernah dilakukannya. Namun, kala Portugis mulai 'berlagak' di Aceh dan melawan rakyat Aceh, Darma Wangsa Tun Pangkat meminta untuk dibebaskan guna ikut berjuang melawan portugis kala itu.

Sempat menjadi perhatian rakyat Aceh,

Hal ini disebabkan aksi heroik Darma Wangsa Tun Pangkat kala ikut mengusir portugis dari tanah Aceh. Bahkan, kala Sudah bergelar Sultan Iskandar Muda portugis di serang hingga di Malaka. 

Melakukan perluasan daerah kekuasaan adalah misi sang Sultan, beliau ingin memperluas kekuasaan Kesultanan Aceh serta turut menyebarkan agama Islam kala itu.

Keberhasilan Sultan Iskandar Mudan dan Kesultanan Aceh melawan hingga mengusir Portugis serta menguasai Malaka membuat nama Sultan Iskandar Muda tercatat dalam berbagai referensi sejarah Eropa, terutama dari Portugis. 

Dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, tercatat nama Sultan Iskandar Muda kemudian juga diangkat sebagai salah satu dari sembilan pahlawan nasional asal Aceh oleh Pemerintah Republik Indonesia.

0 Response to "Sejarah Sultan Iskandar Muda, Keinginan Untuk Menjadikan Kerajaan Aceh yang Terkuat di Nusantara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel