Sejarah Sultan Baabullah, Arti Sebuah Tekad Perlawanan dalam Melawan Bangsa Portugis di Ternate

Sejarah Kesultanan Ternate
Sejarah Kesultanan Ternate

RiauOnline.id, Sejarah Nasional -- Dalam Sejarah Kesultanan Ternate terdapat nama Sultan Baabullah. Salah seorang Putra dari Kesultanan Ternate sebelumnya.

Dalam Sejarah, ada banyak uraian tentang Kesultanan Ternate dan kaitannya dengan Ambon.

1. Penjajahan Portugis dan Spanyol di Ambon


Maluku merupakan daerah yang kaya rempah-rempah terutama pala dan cengkih. Banyak pedagang dari Jawa, Aceh, Arab dan Cina datang membeli rempah-rempah di Maluku, khususnya di Ternate.

...Posisi kerajaan Ternate menjadi penting pada masa itu.

Kedatangan Portugis ( 1512 ) dan Spanyol ( 1521 ) di Maluku merupakan awal malapetaka mengarah terpecah belah dan kesengsaraan. Pada tahun 1535, Portugis di Ternate bertindak sewenang-wenang dengan menurunkan secara paksa raja Tabariji.

...Penjajahan dan monopoli di mulai!

Raja Tabariji berkuasa sekitar tahun 1523 – 1535.

Kemudian Tabariji diasingkan Portugis ke Goa dipaksa untuk murtad. Jordao de Freitas, orang Portugis yang berhasil meng-kristen-kan Tabariji dengan nama baptis Dom Manuel.

Pada tahun 1545  Tabariji meninggal dengan sempat memberi janji menyerahkan Ambon pada Portugis.

Sejarah Sultan Baabullah
Makam Sultan Baabullah di Provinsi Maluku Utara

Sultan Khaerun yang pada saat itu berkuasa di Ternate menolak keras pernyataan Gubernur de Mesquita pimpinan Portugis untuk   :


  • Menyerahkan Ambon
  • Memonopoli perdagangan
  • Agar membatasi bahkan mencegah kapal-kapal dagang selain Portugis.


Sultan Khaerun tetap memberi kebebasan kepada kapal-kapal dagang dari Aceh, Persia, Gujarat, Demak dan Gresik untuk berdatangan ke Ternate membeli cengkih, pala dan lada.

Sultan Khaerun membangun terus armada lautnya dengan membeli kapal-kapal dari Gresik  dan senjata baru dari Aceh dan Turki.

Portugis memandang tindakan Sultan Khaerun sangat membahayakan monopoli perdagangannya. Oleh karena itu, pada tanggal 17 Februari 1570, dengan licik Portugis menawarkan tipu perdamaian.

Sehari setelah sumpah damai di paraf, de Mosquita mengundang Sultan Khaerun menghadiri pesta perdamaian di benteng.

...Tanpa curiga Sultan Khaerun hadir dan dibunuh di dalam benteng.

Sejarah Sultan Baabullah
Ilustrasi Kesultanan

2. Biografi Singkat Sultan Baabullah


...Kali ini saya menguraikan tentang salah seorang Sultan dari Ternate!

Terkenal sebagai sosok pemberani dan sangat menantang penjajahan Portugis. Sultan Baabullah dilahirkan pada tanggal 10 Februari 1528.

Dalam sebuah catatan di Eropa mengatakan bahwa Sulta Baabullah atau Sultan Baab merupakan Sultan dan penguasa ke 24 dari Kesultanan Ternate. Kekuasaannya berlangsung dari tahun 1570 hingga 1583.

Sebagai penguasa terlama, tercatat bahwa Ia melakukan perlawanan terhadap Portugis dan mampu mengalahkannya. Pada masa Sultan Baabullah, Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaanya.

Diperkirakan sekitar tahun 1670 hingga 1583. Semasa hidupnya, Sultan Baabullah juga dijuluki sebagai sultan penguasa 72 pulau berpenghuni di wilayah timur. Kekuasaan beliau tercatat hingga Mindanao dan Kepulauan Marshall.

3. Sejarah Masa Muda Sultan Baabullah


Sultan Baab meupakan putra dari Sultan Khairun (1535-1570) dengan permaisurinya Boki Tanjung, puteri Sultan Alauddin I dari Bacan.

...Sebagai seorang yang berkuasa,

Sultan Khairun sangat memperhatikan didikan, karakter serta ilmu agama. Hal ini yang membuat Sultan Kairun melakukan pengawasan ketat terhadap didikan yang diterima calon penggantinya itu.

Beliau mendidik Sultan Baabullah beserta saudaranya dengan ilmu agama melalui para mubalik, selain itu Sultan Baabullah juga dilatih untuk pemahaman perang, ilmu perang.

Masa remaja Sultan Baabullah selalu ikut serta dan mendampingi sang ayah dalam mengurus pemerintahan dan Kesultanan Ternate ini.

Hasil didikan ilmu dan stragei berperang langsung di terapkan ketika Sultan Baabullah mendapat mandat untuk menjadi panglima perang ketika menghadapi Portugis.

...Sukses, kemenangan di raih!

Ketika sekitar tahun 1559 hingga 1567, Portugis semakin mengelisahkan. Kala itu, Sultan Baabullah dan saudaranya menjadi panglima perang. Beliau pulang dengan sebuah kemenangan melawan penjajah ini. Selain itu, mereka makin memperluas daerah kekuasannya.

4. Wafatnya sang Ayah, Sultan Khairun!


Kala perang pertama, kemenangan di raih! Kala itu Ambon berhasil jatuh ke tangan Ternate. Keadaan ini membuat Portugis meminta damai dengan Ternate. Kala itu, hak monopolin Portugis terhadap perdagangan di hilangkan. Meskipun demikian, mereka masih tetap diperbolehkan untuk berdagang di kawasan Ambon ini.

...Ternyata,

Momen ini di manfaatkan dengan baik oleh Portugis. Mereka kembali menyusun sebuah strategi untuk menyerang Ternate. Niat mereka untuk menjatuhkan Ternate tak pernah luntur, justru kala itu mereka sedang mengatur siasat dan strategi yang matang.

Suatu ketika,

Gubernur Portugis Lopez de Mesquita (1566-1570) mengirimkan undangan kepada Sultan Khairun untuk datang ke Benteng Sao Paolo pada tanggal 25 Februari 1570 untuk jamuan makan. Undangan ini diterima oleh Sultan dengan baik. Hal ini di karenakan Portugis mengundang beliau hanya untuk membicarakan serta merayakan hubungan baik mereka.

...Tanpa di kawal,

Sultan Khirun datang. Beliau memenuhi undangan Gubernur Portugis ini. Namun, keadaan berbalik. Sesampainnya di benteng ini Sultan Khairun dibunuh atas perintah De Mesquita.

Dalam rencana Portugis, kehilangan Sultan Khairun akan membuat Ternate bubar dan tercerai berai. Mereka lupa jika para pewaris Sultan Khairun sudah di bekali berbagai keahlian, termasuk strategi perang.

...Pembunuhan,

5. Perang Soya-Soya Kesultanan Ternate Melawan Portugis


Terbunuhnya Sultan Khairun membuat Sultan Baabullah dan seisi Kesultanan Ternate marah besar. Kemarahan mereka mulai tak terbendung lagi,  Lopez de Mesquita diminta menyerah dan diadili.

Benteng Tolucco, Santo Lucia dan Santo Pedro kemudian direbut Sultan Baabullah, sedangkan Benteng Sao Paolo di kepung. Benteng terakhir ini merupakan tempat kediaman De Mesquita.

Kala Sultan Baabullah sudah hampir menguasai Benteng Sao Paolo, beliau melihat didalam sana ada banyak rakyat ternate yang sudah menikah dengan orang portugis. Keadaan ini menyurutkan Sultan untuk menguasai penuh Benteng ini.

Kondisi ini membuat keberadaan Portugis makin tertekan dan terpaksa memecat Lopez de Mesquita dan menggantinya dengan Alvaro de Ataide namun langkah ini tidak berhasil meluluhkan Baabullah. Kemarahan beliau tak bisa diredamkan Portugis.

Kala itu, Sultan Baabullah mulai menyerukan perang Soya – Soya atau sebuah perang pembebasan negeri, kedudukan Portugis yang sempai menguasai berbagai tempat digempur habis – habisan oleh pasukan Sultan Baabullah, kemudaian di bawah pimpinan Kapita Rubuhongi Ternate berhasil mengalahkan Portugis.

0 Response to "Sejarah Sultan Baabullah, Arti Sebuah Tekad Perlawanan dalam Melawan Bangsa Portugis di Ternate "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel