Menggali Kembali Sejarah Kerajaan Tertua yang Pernah Berdiri di Gumi Sasak Lombok

Sejarah-Kerajaan-Tertua-Lombok

RiauOnline.id, Sejarah Lombok -- Ada beberapa kerajaan yang pernah berkuasa di Lombok. Beberapa kerajaan tersebut masuk dalam kerajaan tua yang pernah berkuasa di Lombok, lalu yang mana Kerajaan Tertua yang perna berkuasa di Lombok? Sejarah Kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di pulau Lombok pada masa lampau adalah sebagai berikut:

Menurut babad Lombok kerajaan tertua di Lombok terletak di desa Lae' diperkirakan di sekitar Sambelia. Beberapa tahun pindah dan membangun negeri baru yang disebut Pamatan di kecamatan Aikmel. Ketika meletusnya gunung Rinjani, penduduk kerajaan ini terpencar-pencar antara lain ada yang ke Batu Dendeng kemudian Suwung yang terletak di sebelah utara Perigi.

Kedatuan Desa Lae, Kedatuan Tertua di Pulau Lombok


Muncul nama Kedatuan Dea Lae’ berasal dari keterangan dari babad Lombok, kedatuan tertua yang berada di Pulau Lombok ini terletak di Desa Lae’ dengan rajanya toaq lokaq.

Kawasan Kedatuan Desa Lae’ disinyalir besar kemungkinan bertempat dan berlokasi di kawasan yang dikenal dengan nama Sembalun saat ini. Kemudian, Keberadaan Kedatuan ini berada didaerah yang terpencar-pencar ke Sambelia, Batu Dendeng, Suwung yang terletak disebelah kawasan utara Perigi rajanya Batara Indra

Selanjutnya Kedatuan Lombok.

Ditemukan ungkapan dalam babad suwung kedatuan yang pertama di Lombok ialah Kedatuan Suwung yang berpusat salah satu kawasan yang ada di Sambelia dan Sugian sekarang.

Penelitian dari beberapa pakar dan sejarawan mengasumsikan bahwa Kedatuan Suwung ialah Kedatuan Pamatan. Setelah meletusnya gunung Rinjani kemudian berlahiran kedatuan kecil lainnya seperti Kerajaan Selaparang, Bayan, Sokong, Langko, Pejanggik.

Jadi,

Jika kita ingin menyimpulkan secara garis besarnya maka kerajaan yang pernah eksis di Pulau Lombok terbagi menjadi 2 (dua) bagian yakni Kekuasaan Kedatuan Sasak dan Kedatuan Selaparang Hindu.

Dalam Kedatuan Selaparang Hindu disebutkan dan diungkapkan dalam Pamencangah dan Pararaton disaebut pula dengan Kedatuan Sasak beribukota pemerintahan di Kecamatan
Pringgabaya Desa Presa’ Selaparang.

Jadi Kala itu Selaparang Hindu (Sasak dan Sumbawa) dengan gelar raja yakni Dewa Meraja yang namanya Sri Dadelanatha. Wilayah kekuasaannya mencakup pulau Lombok dan sebagian di kawasan barat pulau Sumbawa dengan ibukota Presak Selaparang.

Pada tataran sejarah selanjutnya, setelah kekuatan kedatuan Lombok dihancurkan oleh tentara Majapahit yang dating berekspansi di Lombok, Raden Maspahit melarikan diri ke dalam hutan dan sekembalinya Raden Maspahit kemudian membangun kedatuan baru yang mempunyai nama Batu Parang yang lantas terkenal dengan nama Selaparang.                       

Munculnya Kerajaan Selaparang atau Patu Parang di Lombok


Sejarah Berdirinya Kerajaan Selaparang, Kerajaan yang Pernah Berjaya di Pulau Lombok

Dalam kajian sejarah dan penelitian sejarah oleh para pakar belum mengetahui sejara mendetail tentang awal mula eksis dan berdirinya Kerajaan Selaparang si Pulau Lombok.

…Namun,

Ada terdapat sejumlah sumber yang kuat dan kemudian sumber ini yang kemudian dapat dipercaya. Nah, Salah satunya dari sumber ini ialah kisah yang yang terdaftar di dalam daun Lontar yang mengungkapkan bahwa sejarah berdirinya Kerajaan Selaparang di Lombok ini tidak pernah dapat dipisahkan dari sejarah masuknya atau proses penyebaran Agama Islam di Pulau Lombok.

Jadi, selain tentang itu didalam daun lontar itu juga mengungkapkan bagaimana Islam pertama kali masuk ke Lombok yang dibawa dan disebarkan oleh seorang Mubaligh dari Kota Bagdad, Iraq.

Mubaligh tersebut mempunyai nama AsySyaikh As-Sayyid Nūrurrasyīd Ibnu Hajar Al-Haytami atau yang biasa dikenal oleh Masyarakat Lombok dengan sebutan Ghaus Abdurrazzāq.

Nah, Beliau ini di samping sebagai penyebar Agama Islam, diandalkan  juga yang menurunkan Sultan-Sultan dari Kerajaan-Kerajaan yang terdapat di pulau Lombok.

Pertama kali menginjakkan kakinya di Pulau Lombok tepatnya di bagian Utara Lombok, kawasan ini yang dikenal dengan nama Bayan sekitar tahun 600-an Hijriyah atau abad ke-13 Masehi (antara tahun 1201 sampai 1300 Masehi).

Kemudian beliau ini tinggal dan menetap serta melakukan aktivitas berda’wah di sana, lanjut kemudian beliau menikah dan lahirlah tiga orang anak dari Istri pertama yang beliau nikahi, yaitu : (1). Sayyid Umar, yang menjadi Datu Kerajaan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (2). Sayyid Amir, yang menjadi Datu Kerajaan Pejanggik, Kabupaten Lombok Tengah dan (3). Syarifah Qomariah atau yang lebih familiar dengan sebutan Dewi Anjani, sebutan Dewi Anjani ini sangat tidak asing ditelinga masyarakat yang ada di Lombok.

Dalam penuturan selanjutnya, Ghaus Abdurrazzāq kemudian menikah untuk kedua kalinya dengan seorang Putri dari Kerajaan Sasak.

Menikahi putri raja dan lahirlah dua orang anak dari Istri kedua, yaitu seorang Putra mempunyai nama Sayyid Zulqarnain (dikenal dengan sebutan Syaikh Abdurrahman) atau dinamakan pula dengan Ghaos Abdurrahman dan Seorang Putri mempunyai nama Syarifah Lathifah yang dijuluki dengan Denda Rabi’ah.

Sayyid Zulqarnain yang disinyalir kemudian hari mendirikan Kerajaan Selaparang sekaligus pula sebagai Datu (Raja) pertama yang berkuasa di Kerajaan tersebut dengan gelar Datu Selaparang atau Sultan Rinjani           

Namun, ada penjelasan lain jika Kedatuan Selaparang  terlahir dari kekuatan kedatuan Lombok yang ketika itu dihancurkan oleh tentara Majapahit.  Beliau bernama Raden Maspahit yang sempat melarikan diri ke dalam hutan dan kemudian datang kembali dan membangun kedatuan baru yang mempunyai nama Batu Parang yang lantas terkenal dengan nama Selaparang.

Apakah Raden Maspahit adalah Sayyid Zulqarnain, belum ada sumber yang mengungkapkan hal ini.

Munculnya Kerajaan Pejanggik atau Kedatuan Pejanggik atas Ketidakpuasan Terhadap Kerajaan Selaparang,


Keberadaan Pejanggik merupakan sebuah keadaan dimana Pejanggik merasa Kerajaan Selaparang tidak lagi mampu mengayominya. Kemudian Kedatuan Pejanggik ini menjalin hubungan yang sangat baik dan harmonis dengan daerah-daerah yang ada disekitarnya.

Keberadaa Kerajaan Pejanggik mulai mampu berdiri sendiri dan mengurusi wilaya atau daerah kekuasaannya secara mandiri,

Lokasi dari Kerajaan Pejanggik berbeda dengan Selaparang. Kawasan Pejanggik lebih masuk ke daerah pedalaman Lombok sedangkan Kerajaan Selaparang berada di kawasan pesisir Lombok.

Kerajaan Pejanggik yang terletak di wilayah pedalaman memang ingin statis, akan namun kondisinya lebih tenang dan sarat dengan kewibawaan.

Daerah dominasi dan kekuasaan Kedatuan Pejanggik mencakup pantai barat hingga pantai kawasan timur pulau Lombok, dari Belongas sampai Tanjung Ringgit.

Berdirinya kerajaan Pejanggik berawal dan menyepinya Deneq Mas Putra Pengendengan Segara Katon ke wilayah Rambitan. Beliau didampingi oleh putranya, Deneq Mas Komala Sempopo, yang lantas menurunkan raja-raja Pejanggik.

Dari keturunan Deneq Mas Komala Dewa Sempopo berikutnya pada generasi kelima menurunkan Deneq Mas Komala Sari.

Kemudian Deneq Mas Unda Putih pada generasi keenam dan dilanjutkan oleh Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari pada generasi ketujuh. Kakak Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari yang mempunyai nama Pemban Mas Aji Komala dilantik sebagai raja muda dan mewakili Gowa di Sumbawa pada tangga130 November 1648 M.


Sejak itulah terdaftar bahwa kerajaan Pejanggik mulai merasakan perkembangan.                       

Kerajaan Perigi Lombok Pimpinan Prabu Inopati


Sumber yang lain lagi mengatakan bahwa pada abad ke XIII M disebutkan kerajaan Perigi yang dibangun oleh sekelompok transmigran dari Jawa di bawah pimpinan Prabu Inopati.

Ketika Majapahit mengirimkan ekspedisinya ke pulau Bali tahun 1343 M diteruskan ke Lombok di bawah pimpinan Empu Nala untuk menaklukkan Selaparang. Setelah.berhasil ditaklukkan, Gadjah Mada sendiri datang ke Lombok yang saat itu dikenal dengan nama Selapawis.

Kedatangan Gadjah Mada ke Lombok ditulis dalam sebuah memori yang disebut Bencangah Pinan. Sejak kehancuran Selaparang Hindu, muncul kerajaan-kerajaan kecil di pulau Lombok, diantaranya adalah kerajaan Mumbul yang berpusat di Labuhan Lombok.

Kira-kira pada abad IX M sampai abad ke XI M di Lombok berdiri satu kerajaan bernama kerajaan Sasak (diketahui dari kentongan perunggu di Punjungan Tabanan).

Mengenai bentuk dan susunan pemerintah kerajaan ini tidak diketahui dengan pasti. Kentongan tersebut merupakan peringatan kemenangan Negara Sasak atas Bali yang kira-kira dibuat setelah jaman Anak Wungsu (1077 M).

Kerajaan Kedaro, merupakan kerajaan yang terletak di Belongas, rajanya bernama Ratu Maspanji berasal dari Jawa, kemudian pindah ke Pengantap dengan nama kerajaan Samarkaton. Peninggalan kerajaan ini ialah pakaian kerajaan yang disimpan oleh Amaq Darminah di Belongas.

Demikian pula alat-alat upacara seperti gong, saat ini masih tersimpan di Penujak. Kerajaan ini berakhir ketika terjadi serangan dari kerajaan Langko yang dipimpin oleh Patih Singarepa dan Patih Singaulung.

Jadi, masih ada kesimpangsiuran tentang sejarah-sejarah kerajaan yang ada di Pulau Lombok ini. Namun bisa disimpulkan dengan mengacu kepada isi Babad Lombok.

Di Pulau Lombok ini, dalam perkembangannya tercatat dan meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan.

Jadi,

Disebutkan pula, selain keempat kerajaan tersebut, ada kerajaan-kerajaan kecil lainnya seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, Samarkaton dan Kentawang.

Kahir dari sejarah ini mengungkapkan bahwa seluruh kerajaan yang ada dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka, setelah kerajaan Majapahit runtuh. Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok.

0 Response to "Menggali Kembali Sejarah Kerajaan Tertua yang Pernah Berdiri di Gumi Sasak Lombok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel