Sejarah, Ciri-Ciri dan hasil kebudayaan Zaman Palaeolitikum

Sejarah, Ciri-Ciri dan hasil kebudayaan Zaman Palaeolitikum

Admin
Sunday, 21 April 2019

Sejarah-Ciri-hasil-kebudayaan-Palaeolitikum

RiauOnline.id – Sejarah panjang kehidupan manusia prasejarah terkuak setelah melakukan banyak penelitian oleh para pakar arkeologi Indonesia dan duina. Kombinasi dan koordinasi berbagai lembaga penelitian sejarah banyak menemukan beberapa bukti kehidupan masa lampau prasejarah Indonesia dan dunia.

Zaman yang disebut Zaman Batu Tua atau Zaman Palaeolitikum

Nah, pada zaman ini sudah memulai penggunaan perkakas dalam bentuk yang sederhana dalam kehidupannya. Definisi para pakar arkeologi menyebutkan bahwa Zaman Palaeolitikum artinya zaman batu tua.

Ciri-ciri khas dari zaman ini adalah ditandai dengan penggunaan perkakas yang bentuknya sangat sederhana dan primitif dalam tataran kehidpuan sehari-hari mereka.

Ciri lain dari kehidupan ini adalah dengan hidup berkelompok, tinggal di sekitar aliran sungai sebagai pusat aktivitas berkelompok mereka walaupun masih mencari dan berburumakanan di hutan, ada juga kehidupan di gua atau di atas pohon serta mereka mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan (food gathering) dan berburu.

Manusia purba yang hidup pada zaman Palaelitikum ini selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain atau disebut dengan nomaden dan belum tahu bercocok tanam. Pada zaman ini alat-alatnya terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.

Sejarah-Ciri-hasil-kebudayaan-Palaeolitikum

Contoh alat-alat tersebut adalah :

# Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)

# Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi

# Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon, yang dapat digunakan untuk mengupas makanan. Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan. Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi kebudayaan Pacitan dan Ngandong.

Penelitian lebih lanjut dari para pakar arkeologi juga menyebutkan bahwa zaman Paleolitikum  atau  zaman  batu  tua  adalah  zaman  ketika  manusia  menggunakan alat-alat  budaya  yang  terbuat  dari  batu,  yang  masih  sederhana  dan  memiliki  tekstur yang masih kasar.

Nah, kehidupan ini diperkirakan berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu selama  masa  kala Plestosen.  Pada  zaman  ini  pula  berlangsung  zaman  es  (glasial)  yang  menyebabkan  perkembangan  kebudayaan  Paleolitikum  sangat  lambat.  Secara  ringkas, zaman Paleolitikum bisa dilihat melalui bagan berikut.

Bagaimana dengan Kehidupan Sosial Ekonomi merekan? Tataran kehidupan zaman Palaelitikum ini memiliki ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan kehidupan pada zaman setelahnya, lebih jelasnya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Sejarah-Ciri-hasil-kebudayaan-Palaeolitikum

# Food gathering atau berburu dan mengumpulkan makanan.

# Nomaden atau berpindah-pindah untuk mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan yang cukup.

# Tempat tinggal umumnya tidak jauh dari sumber air karena biasanya binatang yang diburu selalu berkumpul di area dekat sumber air.

Lalu seperti apakah hasil-hasil kebudayaan Zaman Paleolitikum ini:

Sejarah-Ciri-hasil-kebudayaan-Palaeolitikum

Kebudayaan Pacitan

Manusia purba pendukung kebudayaan Pacitan diperkirakan berjenis Pithecanthropus erectus. Kesimpulan para penelitian tersebut akan keberadaan Pithecanthropus erectus ini berdasarkan pada hasil penelitian mereka yang menemukan temuan alat-alat batuan berupa flake atau alat serpih di lapisan peleistosen tengah.

Selain itu ada kesamaan jenis batuan yang ditemukan di Gua Choukoutien Peking (tempat fosil Pithecanthropus erectus), dengan alat-alat batuan yang ditemukan di daerah Pacitan. Selain di Pacitan, alat batuan zaman Paleolitikum juga ditemukan di daerah lain seperti Sukabumi Perigi, Gombong, Tambang Sawah, Lahat, Trunyang, Maumere hingga Atambua. Berikut temuan fosil batuan hasil penggalian von Koeningswald pada 1935 di Pacitan.

Temuannya berupa Kapak genggam, Kapak perimbas, Kapak penetak, Pahat genggam, Alat serpih

Kebudayaan Ngandong

Temuan  hasil  kebudayaan  Ngandong  banyak  ditemukan  di  daerah  Ngawi,  Jawa Timur.  Kebudayaan  Ngandong  merupakan  hasil  kebudayaan  manusia  praaksara zaman  Paleolitikum  yang  menggunakan  batu  dan  tulang  sebagai  alat  penunjang kebutuhan  hidupnya.

Alat  yang  ditemukan  di Ngandong  berupa  kapak  genggam,  alat  serpih (flake),  dan  alat-alat  yang  berasal  dari  tulang seperti   alat   penusuk   atau   belati.   Selain   di Ngandong,  alat-alat  serupa  juga  ditemukan  di wilayah  Sangiran  (Jawa  Tengah)  dan  Cabenge (Sulawesi Selatan).

Nah, demikian Sejarah, Ciri-Ciri dan hasil kebudayaan Zaman Palaeolitikum yang pernah ada di Indonesia dan didaerah lainnya, cukup menjadi referensi sejarah dalam rangka mengkaji sejarah lebih jauh lagi.