Perjanjian Tordesillas: Ketika Paus Membagi Dunia Menjadi Dua Bagian Hanya Karena Rempah

Perjanjian-Tordesillas-Ketika-Paus-Membagi-Dunia-Menjadi-Dua

RiauOnline.id -- Mendengar kata 'Perjanjian Tordesillas' maka langsung terlintas nama dua bangsa penjelajah Spanyol dan Protugis. Mereka melakukan ekspansi perluasan daerah untuk mencari kawasan penghasil rempah-rempah.

...Mengapa Spanyol dan Protugis melakukan ekspansi itu?


Nah, sebelum kita melaju jauh ke perjanjian Tordesillas maka sebaiknya kita terlebih dahulu harus tahu mengapa rempah-rempah menjadi hal yang luas biasa kala itu.

Dalam sejarah tercatat jika perburuan rempah-rempah ini  telah berlangsung ribuan tahun sebelum masehi. Namun sejarah dunia mencatat perburuan rempah terbesar di dunia terjadi pada abad ke-15, saat bangsa Eropa berlomba-lomba mencari daerah pusat penghasil rempah. Persaingan sengit atas rempah terjadi antara empat negara raksasa di Eropa saat itu.

Tragisnya lagi, dalam perburuan rempah-rempah ini, para penjelajah harus melewati banyak rintangan bahkan terkadang harus bertahan dalam menghadapi serangan yang datang dari bangsa lain. Mulai dari sebuah skema biaya tinggi untuk penjelajahan yang dilakukan selama bertahun-tahun, terjadinya perang antar negara, dan bahkan sempat ada sebuah pembantaian masyarakat lokal yang dianggap membangkang demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

...Rempah-rempah?

Hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar dibenak kita, Mengapa rempah begitu menggoda bangsa Eropa? Lalu, spa sebenarnya manfaat rempah-rempah sehingga segalanya harus dikorbankan?

Seorang penulis bernama Jack Turner dalam bukunya Sejarah Rempah dari Erotisme sampai Imperialisme (2011) menuliskan bahwa "Cita rasa hanyalah salah satu dari sekian banyak daya tarik rempah-rempah yang menyajikan jauh lebih banyak nuansa eksotis ke atas meja makan daripada yang pernah kita bayangkan," .

Kala itu, hal seperti ini adalah pertaruhan gensi antara bangsawan Eropa di meja makan, rempah menurut Turner punya manfaat yang lebih variatif di Eropa sana.

Jadi,

Selai itu, rempah-rempah juga digunakan sebagai pengawet makanan, obat, proses penguburan jasad, pewangi ruangan, sarana pemujaan, hingga sebagai pembangkit gairah seksual. Rempah sejatinya juga sudah dimanfaatkan sejak bangsa Mesir Kuno.

Dari manfaat rempah yang begitu beragam, nilai rempah sempat melebihi logam mulia seperti emas pada zaman dahulu. Pencarian rempah di "dunia baru" oleh bangsa Eropa pada abad ke-15 pertama kali dilakukan oleh Kristoforus Kolombus, pejelajah asal Italia yang dipekerjakan oleh Kerajaan Spanyol pada 1492.

penjelajah-vasco-da-gama

Namun penjelajah asal Portugis, Vasco Da Gama yang sebenarnya menjadi pioner Jalur Rempah pada tahun 1497.

Jadi ada dua nama Bangsa dengan ambisi 'dunia baru' sebagai penghasil rempah-rempah. Bagi mereka ekspansi mencari rempah ke berbagai di daerah perlu dilakukan meski pun harus mempertaruhkan banyak hal.

Pelayaran Portugis dan Spanyol dalam upaya menemukan daerah penghasil rempah-rempah menimbulkan persaingan. Untuk mengatasi persaingan itu, maka diadakan lah Perjanjian Tordesillas pada tahun 1494. Dalam perjanjian tersebut ditegaskan oleh Paus bahwa dunia dibagi dua bagian.

Isi Perjanjian Tordesillas antara Spanyol dan Portugis


Didalam Isi yang tercantum pada perjanjian tordesillas tercatat pembagian arah pelayaran antara Spanyol dan Portugis. Nah, dalam perjanjian tersebut, Spanyol memiliki hak perdagangan dan pelayaran ke arah barat, sementara Portugis ke arah timur. Perjanjian tersebut berlaku dari tanggal 4 Juni 1474 sampai 13 Januari 1750.

Perjanjian ini dilakukan untuk menghindari gejolak yang lebih besar dari dua bangsa penjelajah ini Spanyol dan Portugis.

Dengan perjanjian tersebut, maka para pedagang Portugis mulai mencari jalan berlayar ke arah timur untuk mencari rempah-rempah, sedangkan para pedagang Spanyol berlayar ke arah barat (menuju Benua Amerika).

perjanjian-tordesilla

Akibat adanya perjanjian tordesillas antara Spanyol dan Portugis ini maka berkembangnya apa yang kita kenal dengan '3G' yaitu gospel, gold, dan glory.

Gospel (Misi Penyebaran Ajaran Katolik dan Kristen)

Dalam ekspedisi mereka selalu menyertakan tokoh misionaris Kristen dan daerah-daerah yang dikuasai oleh para pedagang Spanyol dan Portugis dipastikan terjadi perubahan yaitu adanya proses perpindahan agama ke agama Katolik. Misi mereka adalah menanamkan ajaran Katolik dan Kristen dalam setiap penjelajahan mereka. Selain berburu Rempah mereka juga harus mampu melakukan misi suci ini dalam setiap ekspansi ke berbagai penjuru di dunia.

Gold (Misi Mencari Kekayaan Berupa Emas)

Jika awalnya penjelajahan mereka hanya berfokus pada rempah, namun selanjutnya berkembang dengan pencarian baru berupa Emas. Jadi, Semboyan gold ini telah menimbulkan paham merkantilis yaitu sebuah paham yang beranggapan bahwa setiap kejayaan negara atau sebuah kerajaan diukur dengan banyaknya emas yang dimiliki sebagai hasil dari laba perdagangan.

Paham Merkantilis ini terus berkembang dan diikuti oleh bangsa-bangsa lainnya. Hal ini mereka lakukan bagian dari upaya untuk mempertahankan eksistensi mereka.

Glory (Misi Mencari Kejayaan, Kemasyhuran, dan Ke-menangan)

Dan G bagian terakhir adalah Semboyan Glory. Dari sinilah bermula lahir sebuah imperialisme kuno karena kejayaan dilihat dari daerah koloni dan jalur perdagangan yang dikuasai.

Mis Glory sangat berdampak pada daerah-daerah yang disinggahi oleh bangsa Spanyol dan Portugis. Mereka mulai menjajah bangsa lainnya. Ketika Kejayaan sebuah kerajaan berpatokan pada daerah koloni dan jalur perdagangan yang dikuasi oleh kerajaan tersebut maka mereka berlomba-lomba untuk sebanyak mungkin melakukan penjelajahan dan penjajahan terhadap daerah baru.

PARA-PENJELAJAH-DUNIA

Berikut ini para penjelajah Spanyol yang melakukan pelayaran ke dunia Timur:

1.  Christopher Columbus

Pelayaran Spanyol ke Barat dimulai pada tanggal 3 Agustus 1492 dengan tiga buah kapal yaitu Santa Maria, Nina, dan Pinta. Columbus mulai berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia Timur.

Setelah berlayar lebih dari 2 bulan mengarungi Samudra Atlantik, sampailah Columbus di Pulau Guanahani yang terletak di Kepulauan Bahama, Karibia. Ia menduga telah sampai di Kepulauan Hindia Timur yang merupakan sumber rempah-rempah, sehingga menamai penduduk asli di kawasan itu sebagai Indian.

Columbus bersama seorang penyelidik bernama Amerigo Vespucci antara tahun 1492 – 1504, berlayar terhitung 4 kali. Mereka menemukan benua baru yang diberi nama Amerika. Jadi penemu Benua Amerika adalah Christopher Columbus.

Sejak Columbus menemukan benua Amerika, menyusul pelaut-pelaut Spanyol seperti Cortez dan Pizzaro. Cortez menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukkan kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca.

2.  Ferdinand Magelhaens (Magellan)

Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens berlayar ke Barat didampingi oleh Kapten Juan Sebastian del Cano dan seorang penulis dari Italia yang bernama Pigafetta.

Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan Magelhaens-del Cano mengelilingi dunia yang membuktikan bahwa bumi itu bulat seperti bola. Pada tahun 1520, setelah menyeberangi Samudra Pasifik, sampailah rombongan Magelhaens di Kepulauan Massava.

Kepulauan ini kemudian diberi nama Filipina, mengambil nama Raja Spanyol, Philips II. Dalam suatu pertempuran melawan orang Mactan, Magelhaens gugur (27 April 1521).

Sepeninggal Magelhaens, rombongan segera meninggalkan Filipina dipimpin oleh Sebastian del Cano, menuju Kepulauan Maluku. Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia pelayaran karena menjadi orang yang pertama kali berhasil mengelilingi dunia.

Raja Spanyol memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu dililitkan pita bertuliskan "Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku". 

3. Amerigo Vespucci

Amerigo Vespucci adalah seorang penjelajah yang lahir 9 Mei 1454 dan meninggal 22 Februari 1515 tepatnya pada umur 60 tahun. Amerigo Vespucci dikenal sebagai seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dari Italia.

Ia memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah penjelajahan pantai timur di Amerika Selatan antara tahun 1499 dan 1502.

Dalam perjalanannya yang kedua, ia dikenal luas sebagai orang Eropa pertama menyadari bahwa Amerika Selatan memanjang ke selatan lebih jauh daripada yang diperkirakan oleh orang Eropa saat itu, dan menyimpulkan bahwa itu bukanlah India, melainkan benua baru.

Pada 1507,

Martin Waldseemüller pernah menerbitkan sebuah peta dunia dan uniknya Martin memberi benua baru ini dengan nama "Amerika" berdasarkan pada nama Latin Amerigo Vespuci Americus sebagai penghormatan bagi pencetus benua baru, Amerika, saat ini.

Jadi, dalam sejarah tercata bahwa Amerigo Vespucci adalah orang pertama kali mempublikasikan dan mengenalkan Amerika Utara dan Selatan sebagai benua yang berbeda yang sebelumnya tidak dikenal orang Eropa, Asia dan Afrika.

Jadi, ketika bangsa Asia dan Afrika bahkan Eropa belum mengenal Benua Amerika maka Amerigo Vespucci adalah orang yang memperkenalkan itu.

Sebelum penemuan Vespucci, penjelajah, termasuk Columbus, berasumsi bahwa Dunia Baru adalah bagian dari Asia. Vespucci membuat penemuannya saat berlayar di dekat ujung Amerika Selatan pada tahun 1501.


4. Ferdinand Cortez

Nama lain atau betuk tulisan lain dari Ferdinand Cortez adalah Hernán Cortés. Seorang penjelajah selanjutnya yang lahir sekitar tahun 1485 dan kemudian meninggal pada tanggal 2 Desember 1547). Sosok yang dikenal sebagai Hernando atau Fernando Cortés atau lebih sering mencantumkan nama Fernán Cortés dalam menandatangani setiap surat-suratnya adalah seorang conquistador atau penakluk yang pernah  menaklukkan Meksiko bagi Spanyol.

...Jadi,

Beliau ini terlahirkan dalam keluarga bangsawan kecil pada tahun 1485 di daerah Medellin, Spanyol, Cortès remaja telah belajar dan mulai menuntut ilmu selama dua tahun di Universitas Salamanca. Kemudian sekitar pada usia yang masih muda yaitu sembilan belas tahun Ferdinand Cortez meninggalkan Spanyol demi mencari keuntungan di benua sebelah barat sana yang baru saja diketemukan. Lalu, tercatat dalam sejarah Pada tahun 1504 ia tiba di Hispaniola lalu menjadi seorang kolonis di sana.

Ada banyak nama lainnya yang merupakan penjelajah yang menaklukkan bangsa-bangsa lainya untuk misi 3G tersebut diataranya ada Francisco Pizarro, Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, Alfonso de Albuquerque, Franciscus de Almaeda, Pedro Alvares Cabral



0 Response to "Perjanjian Tordesillas: Ketika Paus Membagi Dunia Menjadi Dua Bagian Hanya Karena Rempah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel