Mengapa Penjajah Selalu Ingin Menguasai Pulau Jawa?

Mengapa Penjajah Selalu Ingin Menguasai Pulau Jawa?

Admin
Friday, 26 April 2019

mengapa-penjajah-selalu-ingin-menguasai-pulau-jawa

RiauOnline.id – Indonesia sangatlah luas, terbentang dari sabang hingga ke Merauke. Terdapat pulau-pulau besar di Indonesia misalnya, Pulau Sumatera yang ada di Ujung barat, ada Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Papua dan daerah-daerah lainnya.

Nah, Pulau Jawa menjadi daerah dengan populasi terpadat yang ada di Indonesia. Ada berbagai suku yang mendiami pulau ini, mulai dari suku jawa, suku badui, dan suku-suku minoritas lainnya.

Saat ini, Pulau Jawa merupakan sentral ekonomi dan pemerintahan Republik Indonesia, dengan ibukota Jakarta yang juga berada di Pulau Jawa.

So, Penjajah selalu ingin menguasi Pulau jawa?

Ada testimen penjajah yang mengatakan bahwa Pulau Jawa ialah kunci dari semuanya. Jadi, mereka berpendapat bahwa barang siapa yang menguasai Jawa, maka selanjutnya bakal menguasai seluruh Nusantara yang kaya alamnya.

Dan salah satu yang menyadari hal tersebut adalah Jepang. Mereka menyadari betapa pentingnya untuk menguasai Jawa demi menunjang keberlanjutannya di Perang Pasifik. Maka alhasilnya kepentingan mereka untuk menguasai Pulau Jawa juga berbenturan dengan Sekutu yang juga ingin memasuki Nusantara untuk dijadikan sebagai jajahan, sementara penjajahan koloni Belanda telah lebih dulu menguasai Nusantara.

Kala waktu itu di Laut Jawa, Komando ABDA (Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Australia) berjibaku dan saling menunjukan kekuatan dengan Jepang yang ingin menguasi Pulau Jawa. Hal tersebut terjadui semenjak 28 Februari 1942. Kapal Perang dan pasukan lengkap HMAS Perth (Australia) dan USS Houston (AS) jadi korban.

Hal tersebut membuat Komando ABDA di darat merasa khawatir dengan kondi tersebut. Selanjutnya mereka mengatur strategi sambil sebisanya menghimpun kekuatan yang dipusatkan di Bandung.

Namun apa yang terjadi dengan penghadangan tentara sekutu terhadap keinginan Jepang tersebut, semua persiapan Sekutu dan pasukan bala tentaranya serta perlawanan Sekutu tersebut yang terjadi di kawasan Jawa pada Perang Dunia II sekitar kawasan ini melulu mengungkap sepakterjang serdadu Belanda, Inggris, dan Australia, minus Amerika yang dengan kekuatan penuh selalu bersiap-siap.

Padahal, Amerika punya perwakilan di sana. Bahkan, hingga ada pasukan darat AS yang sohor dengan julukan “The Lost Battalion” alias Batalyon yang Hilang.

“Kalau keberadaan pasukan dan kekuatan di udara, Amerika punya sejumlah pilot Angkatan Darat yang tangguh dan handal. Kekuatan dan pasukannya berupa sejumlah pesawat jenis P-40 dari Skadron 17 yang berbasis di Blimbing, wilayah yang masih masuk dalam kawasan Jombang, Jawa Timur.

Persiapan dengan menyiagakan semua pasukan terbaiknya, yang paling fenomenal adalah satu ace-nya atau pilot andalan yang bernama Letnan Satu Henry Keegan.

Dalam sejarah diungkapkan bahwa Letnan Satu Henry Keegan sendirian menembak jatuh lima pesawat Jepang,” tutur sejarawan Iwan ‘Ong’ Santosa dalam diskusi “Defense of Java and the Dutch East Indies: World War II” di @America, Jakarta, 26 Februari 2019.

Di samping itu, lanjut Iwan Ong, terdapat satu Bomber Group 19 pimpinan Letkol Eugene L. Eubank yang membawa dan mengandalkan pesawat-pesawat tempur dengan membawa bom B-17 di Singosari yang kini menjadi Bandara Abdulrahman Saleh di Malang.

Kekuatan Jepang hampir membuat Pasukan sekutu panik, ada unit pasukan udara yang melakukan aksi namun tak dapat memukul mundur Jepang yang dengan cepat bermanuver sampai ke garis pertahanan Leuwiliang, Bogor Barat pada 2 Maret 1942.