Kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris Sous Roche di Indonesia

Kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris Sous Roche di Indonesia

Admin
Tuesday, 16 April 2019

Kebudayaan-Kjokkenmoddinger-dan-Abris-Sous-Roche-di-Indonesia

riauonline.id -- Kjokkenmoddinger istilah dari bahasa Denmark, kjokken berarti dapur dan modding dapat diartikan sampah

...kjokkenmoddinger sama dengan sampah dapur...

Dalam kaitannya dengan budaya manusia, kjokkenmoddinger merupakan tumpukan timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung di sepanjang pantai Sumatra Timur antara Langsa di Aceh sampai Medan.

...jadi...

Dengan kjokkenmoddinger ini dapat memberi informasi bahwa manusia purba zaman Mesolitikum umumnya bertempat tinggal di tepi pantai.

Info: Zaman Mesolitikum atau Zaman Batu Madya, berasal dari Bahasa Yunani yaitu mesos "tengah" dan lithos berarti batu. Secara lengkap berarti suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda.

Pada tahun 1925, Von Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang itu dan menemukan jenis kapak genggam (chopper) yang berbeda dari chopper yang ada di zaman Paleolitikum.

Kapak genggam yang ditemukan di bukit kerang di pantai Sumatra Timur ini diberi nama pebble atau lebih dikenal dengan Kapak Sumatra.

Kebudayaan Kjokkenmoddinger dan  Abris Sous Roche di Indonesia

Kapak jenis pebble ini terbuat dari batu kali yang pecah, sisi luarnya dibiarkan begitu saja dan sisi bagian dalam dikerjakan sesuai dengan keperluannya. Di samping kapak jenis pebble juga ditemukan jenis kapak pendek dan jenis batu pipisan (batu-batu alat penggiling). Di Jawa batu pipisan ini umumnya untuk menumbuk dan

Selanjutnya, Kebudayaan Abris Sous Roche

Kebudayaan abris sous roche merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di gua-gua. Hal ini mengindikasikan bahwa manusia purba pendukung kebudayaan ini tinggal di gua-gua.

Kebudayaan ini pertama kali dilakukan penelitian oleh Van Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung, kawasan Ponorogo.

Disini Alat-alat yang ditemukan lebih banyak terbuat dari tulang sehingga disebut sebagai Sampung Bone Culture

Penelitian dilakukan tahun 1928 sampai 1931....

Beberapa hasil teknologi bebatuan yang ditemukan misalnya ujung panah, flakes, batu penggilingan. Juga ditemukan alat-alat dari tulang dan tanduk rusa. Kebudayaan abris sous roche ini banyak ditemukan misalnya di Besuki, Bojonegoro, juga di daerah Sulawesi Selatan seperti di Lamoncong.