Kapten Pierre Andries Tendean, Sosok Pahlawan yang Gugur Karena Melindungi sang Atasan

Kapten Pierre Andries Tendean, Sosok Pahlawan yang Gugur Karena Melindungi sang Atasan

Admin
Wednesday, 24 April 2019

sejarah-kapten-Pierre-Tendean

RiauOnline.id – Pagi ini saya menyempatkan diri untuk mengikuti rapat Komite di sekolah tempat adik saya mengeyam pendidikan Sekolah Dasar (SD). Ada sekian banyak orang tua siswa yang sedang sibuk mencari anaknya dilingkungan sekolah tersebut sebelum acara rapat di mulai.
Saya hanya berdiam di ruangan tempat dimana akan dilaksanakan rapat tersebut, tepatnya dikelas V-a.

Nah, mata ini iseng-iseng melihat sederetan poster para pahlawan yang ditempel ditembok-tembok kelas.

Ada banyak terlihat poster-poster tersebut, ah...mungkin agar sang murid-murid dapat melihat dan mengenang siapa aja sosok pahlawan yang pernah ada di Indonesia ini, walaupun yang ditempel tersebut hanya sebagian kecil.

Dari sekian banyak sosok, mata saya tertuju pada satu poster dengan nama agak sedikit aneh dan tak lazim kita dengar nama tersebut dibeberapa wilayahdi Indonesia.

Terpampang nama Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean lengkap dengan keterangan tanggal lahir dan wafatnya. Sosok yang satu ini sangat terlihat tampan, yachh...raut mukanya agak sedikit lebih mudah.

Sosok Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean, siapa beliau ini?

Nah, nama ini mungkin sering disebut oleh guru IPS (Sejarah) ketika kamu masih berada di bangku sekolah. Beliau merupakan salah satu pahlawan Republik Indonesia yang wafat karena keganasan G30S PKI.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean dilahirkan pada 21 Februari 1939 dan wafat pada 1 Oktober 1965 tepat pada umur 26 tahun. Wah, masih muda ternyata!

Lebih lengkapnya Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965, karier Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean berada saat bersamaan dengan terjadinya tragedi G30S PKI.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean mengawali karier di dunia kemiliteran dengan menjadi seorang intelijen dan kemudian ditunjuk dan dilantik sebagai Ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.

Kala Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean belum menjadi ajudan Jendral Besar TNI Abdul Haris Nasution, jabatan tersebut di pegang oleh Kapten Kav Adolf Gustaf Manullang.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean juga dimakamkan di Taman Makam para Pahlawan Kalibata dan bersama enam perwira korban Gerakan 30 September lainnya, selanjutnya Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965.

Kehidupan Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean, seperti apa?

Nah, keluarga Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean memiliki garis keturunan Prancis. Ayah dari Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean adalah Dr. A.L Tendean, beliau ini adlah seorang dokter yang berdarah Minahasa, serta sang Ibunda tercinta bernama Cornet M.E, seorang wanita Indo yang berdarah Prancis.

Dalam keluarga ini Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean memiliki kakak dan adiknya masing-masing bernama Mitze Farre dan Rooswidiati.

Semasa kecil Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar di daerah Magelang, Jawa Tengah, setelah itu Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean langsung melanjutkan SMP dan SMA di Semarang tempat ayahnya sedang bertugas sebagai seorang Dokter.

Semasa kecil Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean memang sudah memiliki hasrat dan cita-cita untuk menjadi seorang tentara.

Namun kala itu orang tua Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean menolak keinginan itu, hal ini dikarenakan orag tua Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean menginginkan jika anaknya juga menjadi seorang dokter seperti profesi sang ayah.

Namun, Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean memiliki tekad yang kuat untuk menjadi seorang tentara.

Karena tekadnya yang kuat, tekad yang kuat tersebut mampu membawa Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung pada tahun 1958.

Inilah sejara awal mula Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean menjadi bagian dari sejarah kemiliteran Indonesia dan menjadi salah satu Pahlawan Revolusi.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean dan Karier militernya

Menjadi seorang tentara adalah keinginan yang sangat besar yang ada dihati Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean hingga akhirnya bisa bergabung dengan ATEKAD pada Tahun 1958 di Bandung.

Setelah lulus dari ATEKAD pada tahun 1961 beliau berpangkat Letnan Dua. Karier selanjutnya Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan.

Tak lama setelah itu, sekitar setahun kemudian, Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean mengikuti pendidikan di sekolah intelijen di Bogor.

Pendidikan inilah yang melatih Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean menjadi seorang intelijen dan kemudian ditugaskan di Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD) untuk menjadi mata-mata ke Malaysia sehubungan dengan konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia.

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean pernah menyamar untuk menyusup ke Malaysia dengan memimpin sekelompok relawan yang masuk kebeberapa daerah yang ada di Malaysia.
Penyamaran ini dilakukan pada tanggal 15 April 1965, setelah itu Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean dipromosikan menjadi letnan satu, dan ditugaskan sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.

Pemberontakan Gerakan 30 September PKI

Kisah tragis menyelimuti Indonesia pasca kemerdekaan, pada tahun 1965. Terjadi pergolakan dan pemberontakan terhadap Bangsa Indonesia oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Tragedi itu yang kita kenal dengan nama G30S PKI.

Dalam tragedi tersebut ada menewaskan para militer Bangsa Indonesia, mereka yang saat ini kita kenal dengan sebutan Pahlawan Revolusi.

G30S PKI merupakan singkatan dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Begini alur ceritanya, pada pagi tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September (G30S) mendatangi rumah Nasution dengan tujuan untuk menculiknya.

Kala itu Pierre Andries Tendean yang sedang tidur di ruang belakang rumah Jenderal Nasution terbangun karena suara tembakan dan ribut-ribut dan segera berlari ke bagian depan rumah. Ia ditangkap oleh gerombolan G30S yang mengira dirinya sebagai Nasution karena kondisi rumah yang gelap. Nasution sendiri berhasil melarikan diri dengan melompati pagar.

Tendean lalu dibawa ke sebuah rumah di daerah Lubang Buaya bersama enam perwira tinggi lainnya. Ia ditembak mati dan mayatnya dibuang ke sebuah sumur tua bersama enam jasad perwira lainnya.