Begini Sejarah Lengkap Berdirinya Kerajaan Makassar? Kerajaan Besar di Timur Indonesia

Begini Sejarah Lengkap Berdirinya Kerajaan Makassar? Kerajaan Besar di Timur Indonesia

Admin
Tuesday, 30 April 2019

Sejarah-Berdirinya-Kerajaan-Makassar

RiauOnline.id --  Salah satu kerajaan yang memiliki pengaruh dan kekuatan di kawasan timur Nusantara adalah Kerajaan Makasar, kerajaan Makassar ini berdiri sekitar abad ke 16 Masehi.

Catatan:
"...Sebelum membahas sejarahnya, kamu perlu tahu bahwa Makassar  atau sebutan dengan nama Kota Makassar merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur. Dengan dihuni onelh mayoritas suku Bugis...."

...Sebelumnya,

Kota Makassar merupakan sebuah Kerajaan Besar yang ada di Pulau Sulawesi. Kerajaan Makasar memiliki pengaruh yang kuat, kerajaan yang tadinya terdiri atas dua kerajaan yakni kerajaan Gowa dan Tallo, Kemudian didalam sejarah tercatat jika dua kerajaan yang bersatu dibawah pimpinan raja Gowa yakni Daeng Manrabbia.

Sejarah-berdirinya-kerajaan-makassar
Sejarah Makassar | Doc. RiauOnline.id

...Ketika Makassar dipimpin oleh Daeng Manrabia,

Pada saat itu, Makassar pernah dipimpin oleh seorang bernama Daeng Manrabia. Dibawah kepemimpinan Daeng Manrabia, kerajaan ini menjadi sebuah kekuatan yang besar serta memberikan pengaruh yang sangat kuat bagi kawasan Timur Nusantara.

Sejarah Singkat Kerajaan Makassar


...Mari mengulas sejarah singkatnya,

Kerajaan Makassar ini sebenarnya merupakan eksistensi dari dua kerajaan yang ada di Sulawesi, yaitu Kerajaan Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian melebur menjadi satu dibawah kepemimpinan Raja Gowa yang bernama Daeng Manrabia.

sejarah-kerajaan-makassar
Raja Gowa yang menjadi Penyatu Gowa dan Tallo | Doc. riauonline.id

Pada abad ke 16,

Pada masa inilah Kerajaan Makassar berdiri. Peleburan dua kerajaan besar ini mencapai hingga puncak kejayaannya. Selanjutnya, Islam mulai menyebar dari Jawa menuju Sulawesi. Raja Makassar dapat menerima dan memeluk agama Islam. Beliau kemudian berganti nama dengan gelar Sultan Alaudin. Sedangkan raja Tallo KaraEng Mattoya bergelar Sultan Abdullah.

...Islam Sulit menembus Kerajaan Makassar kala itu,

Atas dukungan dari Minangkabau - Datung Ribandang, yang mendorong agar Kerajaan Gowa - Tallo untuk memeluk Islam.

Tepatnya pada tahun 1950 Raja Gowa dan Tallo memeluk Agama Islam sebagai keyakinannya.

Puncak kejayaan kerajaan Makassar kala mereka menjadi pusat perdagangan di kawasan timur. Letaknya yang sangat strategis membuat arus perdagangan di Makassar sangat ramai diminati oleh para pedagang dari luar.

Pelabuhan Sombaopu menjadi sentral persinggahan para pedagang. Tak butuh waktu lama ditempat ini menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai.

Faktor-faktor Penyebab Kesultanan Makassar Menjadi Besar


Seiring waktu berjalan, Kerajaan Makassar menjadi sebuah kerajaan besar diwilayah Timur Nusantara ini. Menjadi sentral perdagangan dan memiliki pengaruh besar dikawasan timur.

...Berjaya!

Keberadaannyanya yang sangat strategis dengan kepemimpinan sang Raja yang berdaulat kepada rakyatnya membuat makasar menjadi sebuah kerajaan besar. Namun selain itu, ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkan Kesultanan Makassar menjadi besar:

sejarah-kerajaan-makassar
Penyebab Kerajaan Makassar menjadi Kerajaan Besar | Doc. riauonline.id

1. Letaknya Kerajaan Makassar yang Sangat Strategis.


Setelah diputuskan untuk memusatkan pemerintahan dari Kerajaan Makassar terletak di Sombaopu. Letak kerajaan Makassar sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas pelayaran antara Malaka, jawa dan Maluku. Jalur ini merupakan kawasan yang dilalui oleh para pedagang dari berbagai kawasan.

...so,
Situasi ini membuat makassar menjadi ramai dan padat pengunjung dari berbagai daerah. Dengan demikian perekonomian menjadi lancar dan pemasukan menjadi sangat baik.

2. Memiliki Pelabuhan yang Baik dan Ramai Pengunjung.


Pleabuhan Sombaopu menjadi sentral perdagangan di kawasan Timur. Situasi ini yang ramai dengan pengunjung ini dimanfaatkan dengan baik oleh penguasa yang memimpin Kerajaan Makassar.

3. Akibat dari Jatuhnya Malaka pada tahun 1511 ke tangan Portugis.


Apa pengaruh dari jatuhnya Malaka ke tangan Portugis terhadap berkembangnya Kerajaan Makassar. Nah, kala itu Malaka merupakan sentral perdagangan, kawasan ini merupakan kawasan yang ramai akan pengunjung. Dengan jatuhnya Malaka ke Portugis membuat para pedagang disana berpindah haluan untuk menuju Makassar.


Raja Raja yang Pernah Memimpin Kerajaan Makassar


Ada beberapa orang yang pernah berkuasa dan memimpin Kerajaan Makassar. Mereka ini yang kemudian bergejolak dalam menghadapi Belanda yang ingin menguasai Kerajaan Makassar. Berikut ini Raja yang pernah memimpin Kerajaan Makassar:

1. Sultan Alaudin


Sejarah mencatat bahwa Sultan Alaudin adalah raja pertama dari Kerajaan Makassar. Sebelum memeluk Islam Sultan Alaudin bernama asli Karaeng Matowaya Tumamenanga Ri Agamanna. Nama beliau kemudian berubah setelah memeluk agama Islam.

Pada masa kepemimpinan beliau ini kerajaan Makassar mulai merangkak naik ke puncak kejayaan. Keadaan dan situasi Kerajaan Makassar makin baik seiring dengan terlibatnya Kerajaan Makassar dalam perdagangan dan Pelayaran. Rakyat Makassar makin sejahtera setelah pelabuhan yang ada di Makassar menjadi Pusat perdagangan.

2. Sultan Muhammad Said (1639-1653 M)


Kemajuan Kerajaan Makassar berlanjut ke penguasa selanjutnya. Beliau bernama Sultan Muhammad Said. Pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad Said, Kerajaan Makassar pernah mengirimkan pasukan ke Maluku untuk membantu rakyat Maluku berperang melawan Belanda.

3. Sultan Hasanuddin (1653-1669 M)


…Ayam Jantan dari Timur?


Itulah sebutan untuk seorang Sultan Hasanuddin. Keberaniannya dan kewibawaannya membawa kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaan dan menjadi kerajaan palingbesar yang ada di Timur.

SultanHasanuddin meluas daerah kekuasaannya. Hampir seluruh kawasan Sulawesi Selatan menjadidaerah kekuasaannya bahkan perluasan kekuasaan ini juga menyebar hingga ke bagian timur mencakun kawasan Nusa Tenggara, Pulau Sumbawa dan sebagian di kawasan Flores.

…Merupakan Putra Sultan Muhammad Said.

Genetik kepemimpinan Sultan Muhammad Said menurun kepada putranya. Kepiawaiannya memimpin Kerajaan Makassar hingga pada puncak kesejahteraan rakyat Makassar.

Note:
Bagaimana adat dan budaya yang berkembang di Pulau Sumbawa, Kamu akan melihat sebuah kemiripan budaya dan tradisi yang mereka jalankan. Mulai dari pakaian, rumah tradisional dan hal-hal lainnya. Inilah bagian dari bukti sejarah yang dapat dilihat dalam realita kehidupan.

..Lanjut lagi,

Keberanian sang Sultan Hasanuddin menyerang pasukan Belanda yang ada di Maluku membuat kompolatan Belanda murka, mereka melakukan penyerangan.

Lalu kemudian Belanda melakukan politik devide et impera untukmenaklukkan Kerajaan Makassar yang kemudian menjalin hubungan dengan Kerajaan Bone yang diperintah oleh Raja Arung Palaka yang pada waktu itu sedang melakukan pemberontakan terhadap Makassar.

Nah, dengan bantuan dari pasukan Arung Palakka akhirnya Belanda berhasil mendesak Makassar dan dapat menguasai Pusat kota dari kerajaan Makassar.

Episode selanjutnya…

Kekalahan Sultan Hasanuddin ini memaksanya untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667 M yang isinya antara lain sebagai berikut :

  • VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), yaitu kompeni dagang Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Makassar.
  • Belanda dapat mendirikan benteng di pusat Kerajaan Makassar yang diberi nama Benteng Rotterdam.
  • Makassar harus melepaskan daerah kekuasaannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar wilayah Makassar.
  • Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.

Meskipun demikian, Sulta Hasanuddin tetap mencoba untuk melawan. Beliau menjadikan Sombaopu sebagai pusat pertahanan Sombaopu dalam melakukan penyerangan.

Keadaan tidak lagi memihak pada Sultan Hasanuddin, Bneten pertahanan mampu dihancurkan Belanda dan Sultan Hasanuddin terpaksa menyerah.

4. Raja Mapasomba


Raja Mapasomba atau dengan nama lmam pasomba Daeng Nguraga lebih dikenal sebagai Sultan Amir Hamzah adalah putra Sultan Hasanuddin. Beliau ini meneruskan takhta kepemimpinan dari sang ayah untuk memimpin Kerajaan Makassar.

Tak kalah dari nyali sang ayah, Sultan Amir Hamzah juga melakukan perlawanan terhadap Belanda. Bahkan apa yang dilakukan oleh Sultan Amir Hamzah jauh lebih keras hingga membuat Belanda mengerahkan semua pasukannya untuk melakukan perlawanan terhadan Kerajaan Makassar.

Bukti Sejara Kerajaan Makassar (Kerajaan Gowa dan Tallo)


Tak hanya cerita semata, ada bukti-bukti yang mengukapkan fakta seputar Kerajaan Makassar (Kerajaan Gowa dan Tallo). Apa saja?

a. Masih berdirinya Istana Balla Lompoa


sejarah-kerajaan-makassar
Istana Balla Lompoa - Kerajaan Gowa

Sesekali kamu perlu melakukan perjalanan untuk melihat bukti-bukti sejarah yang masih berdiri tegak.

...Istana Balla Lompoa,
Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih dapat kita lihat hingga saat ini. Sebagai informasi, Istana Balla Lompoa ini teletak di Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Bisa dipastikan Istana Balla Lompoa ini ada peninggalan Kerajaan Gowa.  Istana yang Didirikan oleh Raja Gowa ke-35 yaitu I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonionompo Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin Tumenangari Sungguminasa.

...Travelling dan lihat langsung, sepertinya akan menarik ya!

b. Masjid Katangka, Pusat peribadatan Umat Muslim kala itu.


Masjid Katangka - Sejarah Kerajaan Makassar
Masjid Katangka - Sejarah Kerajaan Makassar

Ada bangunan yang bernama Masjid al-Hilal atau Masjid Katangka. Perlu diketahui bahwa bangunan tempat ibdah umat Muslim ini merupakan situs bersejarah yang merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada abad ke-18.

..Konon,

Awalnya bahan dasar dari Masjid ini adalah pohon Katangka, itulah sebabnya mengapa dinamakan Masjid Katangka.

..Guys,

Jika ingin mengunjungi tempat ini maka kamu akan sekalian bisa melihat makam Sultan Hasanuddin. Hal itu dikarenakan lokasi Masjid Katanka berada di sebelah utara Kompleks Makam Sultan Hasanuddin.

Memang bangunan ini tampak sangat sederhana, namun masjid ini diyakini oleh peneliti sejarah sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan.

c. Benteng Ujung Pandang


sejarah-kerajaan-makassar
Ford Rotterdam - Sejarah Kerajaan Makassar

...Fort Rotterdam,

Istilah itu mungkin lebih sering kamu dengar ketimbang sebutan Benteng Ujung Pandang.  Situs bersejarah yang satu ini merupaan peninggalan Kerajaan Gowa Tallo. Ort Rotterdam berlokasi di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Catatan sejarah mengungkapkan bahwa Benteng ini dibangun oleh Raja Gowa ke 9, yaitu Raja I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna pada 1545 M.

Selanjutnya, Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Raja Gowa ke 14, Beberapa konstruksi benteng ujung Pandang ini diganti batu padas yang berasal dari Pegunungan Karst, Maros.

Bagaimana Kehidupan Politik Kerajaan Makassar?


Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa Kerajaan Makassar menjadi pusat perdagangan. Hal ini menjadikan Kerajaan Makassar berkembang dengan pesat hingga tumbuh menjadi sebuah kerajaan yang tangguh dan kuat.

…Pengaruh hindu-budha?

Sebuah pertanyaan menarik jika melihat keadaan kerajaan-kerajaan lainnya di Indonesia, pengaruh Hindu-Budha sangat kuat sekali. Namun hal itu tidak terjadi di Kawasan Kerajaan Makassar. Pengaruh Hindu-Budha disini sangat lemah sekali.

Kebudayaan Islam sangat kental di Kawasan Kerajaan Makassar. Identitas Islam mereka sangat menonjol sekali, terutama pada kebudayaan dan kebiasaan mereka.

…Tradisi merantau dan berdagang,

Pada internal suku Bugis ada istilah yang mereka sebut dengan kata ‘Berlayar’. Mereka sangat handal dan mahir dalam membuat kapal phinisi.

Note:
Sebutan Kapal Phinisi ini mengacu pada jenis sistem menggunakan layar, tiang-tiang, layar dan konfigurasi tali dari suatu jenis kapal layar Indonesia, modelnya juga agak sedikit berbeda dengan kapal-kapal lainnya.

Jika ada seorang Bugis yang pekkerjaannya ikut kapal laut maka biasanya mereka menyebut profesi itu dengan sebutan ‘Berlayar’.

...Dan itu masih digunakan hingga saat ini.

sejarah-kerajaan-makassar
Gejolak Kerajan Makassar dan Belanda | Doc. riauonline.id

Terjadi pergolakan Politik kepentingan antara Sultan hasanuddin, Belanda dan Arung palakka. Kala Sultan Hasanuddin memimpin Kerajaan Makassar hampir seluruh wilaya Sulawesi Selatan dikuasai. Arung palakka yang waktu itu merupakan penguasa Bone merasa terpojok oleh perluasaan kekuasaan yang dilakukan oleh Sultan Hasanuddin.

Sedangkan Komplotan Belanda merasa terancam keberadaannya kala berkuasa dan menjajah dikawasan Maluku. Pasukan Hasanuddin kerap melakukan serang terhadap Belanda yang ada di Maluku. Keadaan ini yang membuat Belanda sakit hati pada Sultan Hasanuddin.

…Memanfaatkan moment,

Belanda dan Arung Palakka melakukan perlawanan terhada Kerajaan Makassar. Belanda dan Arung Palakka memiliki misi yang sama namun dengan target tersendiri. Sultan Hasanuddin terpojok dan menyerah hingga mengharuskannya menandatangani perjanjian Bongaya pada tahun 1667.

…Do you know?

Ini sangat fatal bagi Kerajaan Makassar, Belanda mulai menguasai dan monopoli perdagangan serta membangun benteng di Makassar sedangkan Arung Palakka semakin bebas melakukan pergerakannya. Hal ini dikarenakan dalam perjanjian tersebut Sultan Hasanuddin harus mengakui Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.

Bagaimana Kehidupan Ekonomi Kerajaan Makassar?


sejarah-kerajaan-makassar

Tak diragukan lagi tentang kesejahteraan rakyat Kerajaan Makassar kala itu. Menjadi pusat perdagangan membuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomibegitu signifikan di Kerajaan Makassar.
Lokasi Peelabuhan yang strategis membuat Makassar tumbuh menjadi pelabuhan yang ramai karena letaknya di tengah-tengah antara Maluku, Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Malaka.

…Semakin pesat,

Pertumbuhan Makassar makin cepat setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis (1511) yang mempengaruhi para pedagang muslim berpindah haluan menuju ke Makassar, sedangkan pada saat itu juga Maluku dikuasai oleh Portugis dan Belanda.

Keadaan tersebut sangat menguntungkan Kerajaan Makassar.

Dampak dari persoalan tersebut pada pindahnya para pedagang dan memusatkan aktivitas mereka di Pelabuhan Makassar.

Kala itu ada banyak pedagang yang biasanya berdagang di Malaka, Aceh, dan Maluku yang kemudian pindah haluan menuju ke Makassar.

Nah, Para pedagang Makassar membawa barang-barang dagangan mereka berupa beras dan gula dari Jawa dan daerah Makassar sendiri ke Maluku yang ditukarkan dengan rempah-rempah.

Rempah-rempah itu lalu dijual ke Malaka dan pulangnya membawa dagangan, seperti kain dari India, sutra dan tembikar dari Cina, serta berlian dari Banjar.

Penguasa Kerajaan Makassar memandang perlu untuk melakukan perluasan kekuasan untuk kepentingan ini. Hingga pada akhirnya Raja Makassar melakukan invansi dengan maksud perluasan daerah kekuasaan mereka hingga ke Flores.

Mulai dari sebelah timur ditaklukanlah Kerajaan Bone; sedangan untuk memperlancar dan memperluas jalan perdagangan, Makasar mengusai daerah-daerah selatan, seperti pulau Selayar, Buton demikian pula Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

Dengan demikian, jalan perdagangan waktu musim Barat yang melalui sebelah Utara kepulauan Nusa Tenggara dan jalan perdagangan waktu musim Timur yang melalui sebelah selatan bisa dikuasainya.

Perkembangan selanjutnya,

Pelabuhan yang ada di kawasan Makasar mulai berkembang sebagai pelabuhan Internasional, sehingga banyak pedagang-pedangan yang membawa barang dari Asing seperti Portugis, Inggris dan Denmark yang kemudian berdagang dan banyak melakukan aktifitas di Makasar.