Sejarah Suku Sasak di Pulau Lombok, Mengenal Lombok dari Kajian Sejarah Masa Lampau

Begini Sejarah Lengkap Gumi Sasak Lombok

RiauOnline.id, Sejarah Lombok -- Gumi Sasak merupakan sebuah tempat bagi orang -orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya. Sejak Suku Sasak dan Pulau Lombok ada sebuah Sejara panjang.

...Istilah Gumi dan Sasak,

Dua kata yang bila di artikan menjadi 'Gumi' berarti Bumi atau 'Land' dalam bahasa Sasak dan Sasak sendiri merupakan nama Suku yang mendiami Pulau Lombok ini.

Di tanah tersebut, orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan dari generasi ke generasi dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi mudanya.

Pulau Lombok....

Tempat dimana memiliki tingkat kesuburan tanahnya mampu menopang kehidupan orang-orang Sasak karena sumber air yang mengalir dari gunung Rinjani secara terus-menerus, sehingga menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang Sasak.

...Sawah, serta air yang mengairinya...

Inilah Gumi Sasak, Tanah Lombok yang dihadiakan oleh Yang Maha Kuasa kepada masyarakat Suku Sasak yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.


1. Sejarah Asal Muasal Lombok


...Menurut badan statistik Nasional,

Lombok  penduduk pada tahun 1990 sekitar 2. 403. 025. Pulau Lombok merupakan sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil alias Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat serta Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa.

Pulau ini kurang lebih berbentuk bundar wujudnya dengan semacam“ ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 kilometer. Pulau ini luasnya adalah 4. 725 km². Jika dibandingkan dengan Pulau Dewata Bali Maka sedikit lebih kecil daripada Bali. Kota utama di pulau ini ialah Kota Mataram, sekaligus menjadi ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selat Lombok mencirikan jalur masuk dari pemisah biogeografis antara fauna di daerah Indomalay serta perbandingan fauna yang sangat jelas di Australasia diketahui dengan Wallace line, diambil dari nama penemunya Alfred Russel Wallace.

Nah,

Pemetaan dan kondisi pulau Lombok didominasi oleh stratovolcano Gunung Rinjani, yang menggapai tinggi 3. 726m ( 12. 224 kaki), ketinggian inilah yang membuat Gunung Rinjani sebagai gunung paling tinggi ketiga di Indonesia. Di lembah Gunung Rinjani, Kalian bakal mendapatkan hutan hijau yang lebat, sawah serta air terjun yang indah. Ini merupakan kawasan yang menjadi target para traveller atau pendaki.

Jika mengupas Masa Pra Sejarah tanah Lombok maka akan ada sedikit ketidakjelasan sebab hingga kala ini belum terdapat data- data dari para pakar dan fakta yang bisa mendukung tentang masa pra sejarah tanah Lombok ini.

Suku Sasak termasuk dalam ras jenis Melayu yang konon sudah tinggal di Lombok sepanjang 2.000 tahun yang kemudian serta diperkirakan sudah menduduki wilayah pesisir tepi laut semenjak 4.000 tahun yang kemudian. Dengan demikian perdagangan antar pulau telah aktif semenjak era tersebut serta bertepatan dengan itu silih memengaruhi antar budaya pula sudah menyebar.

sejarah-lengkap-lombok

Dari beberapa catatan dan informasi, asal-usul suku Sasak yang mendiami pulau Lombok adalah ras Mongoloid di Asia Tenggara.

Penemuan situs sejarah yang paling penting untuk mengetahui kehidupan prasejarah di Gumi Sasak adalah penemuan benda-benda arkeologis di Gunung Piring, Truwai, kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah.

Adapun yang ditemukan adalah periuk utuh, kereweng, kerangka manusia, sisa kulit kerang, arang, fragmen logam dan binatang. Sumber informasi sejarah lainnya diperoleh dari cerita-cerita rakyat, babad lontar dan peninggalan berupa makam maupun masjid.

Pada saat ini pulau Lombok didiami oleh percampuran antara suku Sasak dengan suku-suku dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Sebagian kecil lainnya terdapat masyarakat keturunan China dan Arab.

2. Situasi dan Kondisi Serta Sistem Kepercayaan Nenek Moyang Suku Sasak Lombok


Pada tahap selanjutnya, seiring dengan adanya berbagai macam pengaruh dari luar, muncul sebuah aliran kepercayaan yang disebut Boda. Boda bukanlah agama Budha tetapi bertumpu padaa anasir Animisme, Dinamisme, Panteisme, dan Antropomorfisme.

Oleh sebab itu, pemujaan dan penyembahan roh-roh leluhur dan berbagai dewa lokal lainnya merupakan fokus utama dari praktek keagamaan Sasak-Boda. Sementara agama Budha dan Hindu menjadi anutan nenek moyang suku Sasak setelah mereka berada di bawah kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit.
sejarah-lengkap-lombok
Pada saat itu kerajaan Sriwijaya dan Majapahit memiliki pengaruh kekuasaan yang meliputi seluruh wilayah nusantara.

Sebagian besar penduduk Gumi Sasak adalah pemeluk agama Islam, sisanya penganut agama Hindu, Budha dan sebagian kecil beragama Kristen.

Kehidupan antar umat beragama berjalan rukun dan damai. Kegairahan umat Islam dalam menjalankan kehidupan beragama terlihat dalam membangun tempat peribadatan, sehingga hampir di seluruh tempat di pulau Lombok terdapat masjid.

Itulah sebabnya pulau Lombok dikenal juga sebagai Pulau Seribu Masjid.

Sebelum penyebaran agama Islam datang ke pulau Lombok, masyarakat Lombok percaya akan adanya roh -roh nenek moyang, kepercayaan ini disebut animisme.

Selain itu, masyarakat juga percaya bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib, kepercayaan ini disebut dinamisme. Agama Islam berkembang dengan cepat di Gumi Sasak karena menggunakan pendekatan tasawuf dalam penyebarannya.

Ajaran Islam tasawuf menjadi suatu ketertarikan utama bagi masyarakat suku Sasak karena pada umumnya ajaran ini mengajarkan dimensi mendalam dalam pemahaman ketuhanan dan keagamaan. Ajaran Tasawuf ini pulalah yang kemudian menjadi acuan umum dalam membentuk sikap dan tindakan (perilaku) masyarakat Sasak.

Di sisi lain pemahaman yang belum mendalam dan adanya pengaruh Hindu memunculkan Islam Wetu Telu. Islam Wetu Telu merupakan sinkretisme (gabungan) dari ajaran Islam dan Hindu.

3. Kerajaan yang Pernah Ada di Pulau Lombok


Di dalam babad dan lontar, disebutkan beberapa kerajaan yang pernah ada di pulau Lombok. Diantaranya adalah: kerajaan Desa Lae', Suwung, Pamatan, Selaparang, Lombok, Mumbul, Pemokong, Bayan, Sokong, Langko, Penjanggik, Parwa, Kedaro, Karangasem Lombok (Singasari) dan Mataram.

Beberapa kerajaan lainnya meliputi desa-desa (wilayah) kecil yang disebut Kedatuan.

Di masa lalu, kehidupan masyarakat suku Sasak berada di bawah tekanan kaum penjajah (kerajan Bali, Belanda dan Jepang) dalam waktu yang sangat lama.

Hal yang patut disyukuri kemudian adalah diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam prosesnya, negara baru Republik Indonesia terus mengalami berbagai, perubahan bentuk negara, hingga akhirnya kembali lagi ke dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 15 Agustus 1950.

Kedua peristiwa itu merupakan tonggak penting dimana masyarakat Sasak mampu berdiri sebagai manusia-manusia merdeka seperti anak bangsa lainnya.

4. Pengaruh Hindu - Budha Pada Suku Sasak Lombok


Sebelum Masyarakt sasak mengenal Islam, sempat beredar keyakinan Hindu Budha. Hal ini juga dipengaruhi oleh kekuasaan majapahit yang kala itu tengah gencar memperluar daerah kedaulatannya.

Jadi, untuk mengenali tentang pengaruh luar di Gumi Sasak Lombok bisa ditelusuri dari penemuan benda- benda purbakala. Menurut seorang peneliti bernama V. J. Herman, bahwa benda- benda hasil penemuan ialah kekayaan budaya material yang bisa menggambarkan tentang kegiatan serta kreativitas dari sebuah kehidupan masa lalu masyarakat Sasak Lombok.

Oleh karena itu, penemuan- penemuan beberapa barang bersejarah berupa benda-benda yang pembuataannya di luar, hal ini menunjukkan ikatan Lombok dengan wilayah luar sudah ada kala itu. Terutama dengan daerah kekuasaan Majapahit.

Pada akhir era prasejarah warga di Indonesia sudah mulai memahami kehidupan secara tertib. Nenek moyang kita melaksanakan ikatan dengan dunia luar bermacam perlengkapan terus menjadi tumbuh dengan terdapatnya silih ubah-mengubah benda, mulai dari perhiasan buat memenuhi kebutuhan hidup tiap hari.

Dalam suasana yang demikian nenek moyang kita menerima pengaruh dari keyakinan Hindu- Budha. Pengaruh agama Budha sudah bisa dikenal semenjak berdiri dan berkuasanya serta keberadaan keyakinan tersebut pada kerajaan di Indonesia seperi Kutai, Tarumanegara serta Sriwijaya.

...Fakta adanya pengaruh agama Budha di Gumi Sasak ialah:

1. Adanya Penemuan sejarah terhadap 4 buah patung Budha dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur tepatnya di Batu Pandang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Keempat arca Budha tersebut saat ini ditaruh di Museum Nasional Jakarta. Kemudian, 2 di antara patung tersebut diketahui bagaikan Tara dan Awalokiteswara. Bagi Dr. Soekmono, satu di antara lain mirip dengan arca Budha yang ada di Candi Borobudur.

2. Temuan lainnya berasal di Pendua, Desa Sesait, Kecamatan Gangga Lombok Barat. Penemuan ini berupa Genta, Genta yang ditemui dibuat dari perunggu, wujudnya menyamai stupa dengan bagian tangkai bagian atas diberi hias Wajra berujung 5. Wajra merupakan ciri Dewa Indra ataupun ciri pendeta Budha.

Yang paling kuat adalah Pengaruh dari kerajaan yang sedang berkuasa yaitu Majapahit yang beragama Hindu tertulis dalam kitab Kertagama karya Pujangga Mpu Prapanca, nama pulau Lombok disebutnya dalam Sarga XIII serta XIV dengan perincian bagaikan berikut: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi serta Irian Jaya. Setelah gurun hingga sampailah kita ke wilayah pulau Lombok Mirah Sasak yang utama

Dengan demikian pengaruh agama Hindu tumbuh pula di Lombok, banyak warga di Lombok yang memeluk agama Hindu. Fakta kalau di Gumi Sasak menemukan pengaruh dari Kerajaan Majapahit bagaikan pemeluk agama Hindu adalah:

1. Adanya Penemuan Patung Siwa Mahadewa Tahun 1950, di Batu Pandang, Desa Sapit Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Patung tersebut bergaya Jawa Tengahan abad IX.

2. Setelah itu tradisi warga Pujut berkata tentang asal usul nenek moyangnya dari Majapahit ialah Raden Mas Mulia.

Di Klungkung, Bali Mas Mulia kawin dengan Gadis Dewa Agung Putu Alit bernama Dewi Mas Ayu Supraba. Dari Bali, Mas Mulia diiringi 17 keluarga berangkat mengarah Lombok serta menetap di Pujut.


5. Ketika Pemberontakan Rakyat Sasak Bergejolak!


Pada sejarah selanjutnya terjadi Pada tahun 1891, yaitu terjadilah penentangan dari sebagian besar masyarakat muslim Sasak yang ada di Lombok Timur terhadap penguasa Bali-Mataram, yakni Anak Agung Gde Ngurah Karangasem. Pemberontakan ini, yang adalah bagian dari emosi dan kelanjutan dari penentangan yang mereka lakukan sebelumnya pada tahun 1855 dan 1871, yang sebelumnya sukses ditumpas oleh penguasa Bali-Mataram.

Hal tersebut terjadi sebab utama mengapa para penguasa Bali-Mataram saat itu meminta masyarakat Sasak berhimpun sekitar ribuan orang guna membantunya menyerang Kerajaan Klungkung di Bali, dalam upayanya guna menjadi penguasa tertinggi di Bali.

Pada tanggal 25 Agustus 1891, putra penguasa Bali-Mataram yakni Anak Agung Ketut Karangasem dikirim beserta 8.000 orang tentara guna menumpas penentangan di yang terjadi di Lombok Tengah-Praya, kawasan ini masih masuk dan tergolong wilayah kekuasaan Kerajaan Selaparang. Pada tanggal 8 September, pasukan kedua di bawah putra lainnya Anak Agung Made Karangasem yang berkekuatan 3.000 orang diantarkan sebagai pasukan tambahan.

Karena tentara kerajaan terlihat dalam masalah dan memiliki kendala untuk menanggulangi keadaan seperti sebelumnya, maka beliau meminta lagi bala bantuan penguasa bawahan Karangasem, yakni Anak Agung Gde Jelantik, untuk mengantarkan 1.200 orang pasukan elit untuk menyelesaikan pemberontakan.

Perang berkecamuk dan begejolah hingga berkepanjangan semenjak 1891 sampai 1894, dan tentara Bali-Mataram yang lebih modern persenjatannya dilengkapi dengan dua kapal perang modern, Sri Mataram dan Sri Cakra, sukses menduduki tidak sedikit kawasan desa-desa yang memberontak dan mengelilingi kubu perlawanan Sasak yang terakhir.

Pada tanggal 20 Februari 1894, yang secara sah Sasak mengantarkan utusan guna meminta intervensi dan sokongan Belanda. Belanda, yang menyaksikan peristiwa ini sebagai peluang untuk memperluas kendali mereka di Hindia Timur, memilih untuk menjadi bagian dan memihak Sasak yang sudah meminta perlindungan untuk mereka. Belanda dan pasukannya dengan segera saja mulai mengganggu impor senjata dan perangkat penguasa Bali-Mataram, yang mereka  datangkan dari Singapura.                     

0 Response to "Sejarah Suku Sasak di Pulau Lombok, Mengenal Lombok dari Kajian Sejarah Masa Lampau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel