Belajar Sejarah: Mari Menelusuri Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia dari Kajian Sejarah Lampau

Proses-Terbentuknya-Kepulauan-Indonesia

RiauOnline.id, Sejarah Nasional - Ada banyak teori dan penjelasan tentang penciptaan bumi hingga terbentuknya kepulauan Indonesia ini, mulai dari mitos sampai kepada penjelasan agama dan ilmu pengetahuan. Sebelum membahas tentang proses terbentuknya kepualauan Indonesia, maka saya akan mengupas secara umum tentang bagaimana proses terbentuknya Bumi.

...Secara Agama sudah jelas Tuhan sang Pencipta alam semesta ini...

Namun, meskipun hal tersebut telah dijelaskan tentang bagaimana prosesnya ini hanya dalam bentuk yang masih pelu untuk di lakukan pengkajian lebih dalam lagi.

...Dan jika melihat ini maka akan terlihat pada keterkaitan antara teori-teori dengan kajian secara agama yang tercantum di dalam kitab Suci.

Tapi,

Kali ini kamu belajar sejarah sebagai cabang keilmuan, pembahasan nya adalah pendekatan ilmu pengetahuan, yakni asumsi-asumsi ilmiah, yang kiranya juga tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Salah satu di antara teori ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah Teori “Dentuman Besar” (Big Bang), yang dikemukakan oleh sejumlah ilmuwan, misalnya ilmuwan besar Inggris, Stephen Hawking.

Tentu kamu pernang dengan sebutan 'Big Bang' ini kan?

...Dalam teori ini menjelaskan bagaimana proses terbentuknya Bumi ini,

Untuk lebih jelasnya tentang Teori Proses Terbentuknya bumi bisa kamu gali lagi pada artikel sebelumnya yang berjudul Proses Pembentukan Muka Bumi: Dari Teori Pasang Surut Gas Hingga dalam Perspektif Islam.

proses-terbentuknya-kepulauan-Indonesia

Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagat raya. Jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang jagat raya itu luasnya mencapai radius 500 juta tahun cahaya.


Gumpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat.


Setelah itu, materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron dan elektron, yang kemudian bertebaran ke seluruh arah.

Ledakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi, bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit.

Bumi kita hanyalah salah satu titik kecil saja di antara tata surya yang mengisi jagat semesta. Di samping itu banyak planet lain termasuk bintang-bintang yang menghiasi langit yang tak terhitung jumlahnya. Bisa jadi ukurannya jauh lebih besar dari planet bumi.


proses-terbentuknya-kepulauan-Indonesia


Bintang-bintang berkumpul dalam suatu gugusan, meskipun antarbintang berjauhan letaknya di angkasa. Ada juga ilmuwan astronomi yang mengibaratkan galaksi bintang-bintang itu tak ubahnya seperti sekumpulan anak ayam, yang tak mungkin dipisahkan dari induknya.

Jadi di mana ada anak ayam di situ pasti ada induknya. Seperti halnya dengan anak-anak ayam, bintang-bintang di angkasa tak mungkin gemerlap sendirian tanpa disandingi dengan bintang lainnya. Sistem alam semesta dengan semua benda langit sudah tersusun secara menakjubkan dan masing-masing beredar secara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.

Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu kosmologis yang sangat lama sampai berjuta tahun. Terjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan waktu yang sangat panjang. Ilmu paleontologi membaginya dalam enam tahap waktu geologis.

1. Periodesasi Proses Pembentukan Bumi


Masing-masing ditandai oleh peristiwa alam yang menonjol, seperti munculnya gunung-gunung, benua, dan makhluk hidup yang paling sederhana. Sedangkan proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut.

...Zaman Azoikum (Yunani: a = tidak; zoon = hewan), 

Yang dimaksud dengan Zaman Azoikum yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi. Waktunya lebih dari satu miliar tahun lalu.
# Palaezoikum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350 juta tahun.

...Mesozoikum, yaitu zaman purba tengah,

Pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140 juta tahun.

...Zaman Neozoikum,

yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Kuarter). Zaman es mulai menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

Merujuk pada tarikh bumi di atas, sejarah Kepulauan Indonesia terbentuk melalui proses yang panjang dan rumit.

Sebelum bumi di huni makhluk bernama manusia, kepulauan ini hanya di isi flora dan fauna yang masih sangat kecil dan sederhana. Alam juga harus menjalani evolusi terus-menerus untuk menemukan keseimbangan agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi alam dan iklim, sehingga makhluk hidup dapat bertahan dan berkembang biak mengikuti seleksi alam.

Gugusan kepulauan atau pun wilayah maritim seperti yang kita temukan sekarang ini terletak di antara dua benua dan dua samudra, antara Benua Asia di utara dan Australia di selatan, antara Samudra Hindia di barat dan Samudra Pasifik di belahan timur.

Faktor letak ini memainkan peran strategis sejak zaman kuno sampai sekarang. Namun sebelum itu marilah kita sebentar berkenalan dengan kondisi alamnya, terutama unsur-unsur geologi atau unsur- unsur geodinamika yang sangat berperan dalam pembentukan Kepulauan Indonesia.

...Dalam Penjelasan selanjutnya,

Kepulauan Indonesia merupakan salah satu daerah dengan gugus kepulauan dengan luas wilayah mencapai sekitar 1.990.250 Km2. Kondisi geografis Indonesia juga terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua Samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kepulauan yang dimiliki oleh Indonesia berjumlah sekitar 13.478 buah pulau, jumlah tersebut adalah jumlah yang didaftarkan ke dalam PBB, yang diidentifikasi berdasarkan metode dan definisi konvensi PBB.

...Secara zoogeografi,

Kawasan wilayah Indonesia ini dipisahkan oleh garis Wallace. Jadi, garis Wallace ini yang memisahkan bagian barat (Oriental region, Indo-malayan sub region) dan bagian timur (Australian region, Austro-malayan subregion).

Jika ditelusuri ternyata Garis Wallace ini terletak diantara pulau Bali dan juga pulau Lombok di selatan dan antara pulau Borneo dan pulau Sulawesi di Utara. sedangkan pada daerah bagian barat yang termasuk di pulau Sumatra, pulau Jawa dan pulau Borneo (wilayah Indonesia disebut Kalimantan) serta pulau-pulau kecil di sekitarnya, sedangkan pada bagian timur terdapat juga pulau Sulawesi, Irian Jaya, pulau Sumbawa, dan pulau Flores, pulau Sumba serta juga pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitarnya.

Hal ini dilihat dari fauna yang hidup di Indonesia memiliki kesamaan dengan fauna yang berasal dari benua Asia dan benua Australia.

Secara fitogeografi, Indonesia juga termasuk ke dalam Paleotropical kingdom, Indo-malaysian subkingdom, Malaysian region (Lincoln et al, 1998). 

Hewan yang dapat hidup dan memiliki suatu luas jelajah tertentu dan terutama hewan terrestrial, yang dibatasi oleh barrier-barrier geografis. Lain halnya dengan tumbuhan yang juga memiliki distribusi yang luas dengan cara pemencaran yang beragam.

2. Faktor Utama Fauna terdapat di Bagian Barat Garis Wallace


proses-terbentuknya-kepulauan-Indonesia

1. Rodinia (1200 Mya)

Menurut para peneliti, sekitar 1200 juta tahun lalu, seluruh daratan permukaan yang ada di bumi ini merupakan gabungan yang menjadi super benua yang dinamakan dengan Rodinia. Rodinia ini berada pada Era Neoproterozoic. Jika kita melihat dan menadjikan pedoman terhadap suatu rekonstruksi ulang yang dilakukan oleh beberapa ahli, Rodinia tersusun dari beberapa Craton.

Craton Amerika utara yang nantinya pun akan terpisah dan dapat menjadi Laurasia. Craton ini juga dikelilingi oleh craton lainnya, pada bagian tenggara craton Eropa Timur, craton Amazonia dan craton Afrika barat.

Sedangkan pada bagian wilayah selatan, ada terdapat Rio plato dan San Fransisco, pada bagian barat daya ada craton Kongo dan craton Kalahari. Pada bagian timur laut ada juga craton Australia, craton India dan craton Antartica.

Sedangkan untuk wilayah craton Siberia, craton china utara dan selatan, para ahli memiliki perbedaan pendapat untuk rekonstruksi craton ini. dan yang terakhir pada super benua Rodinia, kita dapat melihat bahwa Australia pada era ini, sudah mulai terpisah dari daratan lain, sehingga dinamakan sebagai craton Australia.

2. Gondwana dan Laurasia (650 Mya)

Karena suatu pergerakan kerak bumi, Rodinia yang terpisah menjadi dua super benua yaitu Gondwana dan laurasia. Bagian-bagian yang akan membentuk Indonesia ini termasuk ke dalam super benua Gondwana, juga ada Australia. Pada masa ini pula pulau Papua sudah terpisah dari Australia. Sedangkan pulau-pulau yang lainnya dari Indonesia masih tergabug dalam craton China Utara.

3. Pangea (306 Mya)

Juga merupakan suatu super benua yang terbentuk dari hasil bersatunya Gondwana dan Laurasia. Pada era Paleozoic, yaitu pada era setelah Neoproteozoic. Perbedaan Rodinia dan Pangea yaitu sekitar tahun ini beberapa pulau yang berasal dari Indonesia sudah mulai terpisah dari craton China Utara, para ahli menyebutnya dengan Malaya. Pada era ini craton China Utara dan craton China Selatan masih tetap terpisah.

4. Periode Cretaceous (94 Mya)

Periode Cretaceous ini termasuk ke dalam Era Mesozoic, pada periode ini China utara dan China selatan sedah menyatu dan mulai membentuk Benua Asia. Begitu juga dengan Malaya, juga sudah bersatu ke dalam Benua ini.

5. Periode Tertiary (50 Mya)

Periode ini juga termasuk ke dalam Era Cenozoic, pada periode ini Indonesia juga mulai terbentuk. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo masih tetap terpisah jauh dengan pulau Papua.

Bagaimana dengan sebuah pulau Sulawesi, berdasarkan pendapat para ahli, Pulau Sulawesi ini terbentuk dari pulau-pulau kecil bagian dari daratan Asia, daratan Australia dan juga pulau-pulau kecil yang awalnya berada pada samudra Pasifik, yang disebabkan oleh suatu pergerakan kulit bumi, pulau-pulau ini kemudian membentuk pulau Sulawesi.

Jadi, pulau-pulau yang cikal bakalnya dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya). Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga sekarang) itulah proses utama dalam pembentukan kepulauan Indonesia.

3. Bagaimana Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia?


Proses-terbentuknya-kepulauan-indonesia
Kepulauan Indonesia

Menurut para ahli bumi, posisi pulau-pulau di Kepulauan Indonesia terletak di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Inti perut bumi tersebut berupa lava cair bersuhu sangat tinggi.

...Jika makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi.

Pada suhu yang tinggi itu material-material akan meleleh sehingga material di bagian dalam bumi selalu berbentuk cairan panas.

Lanjut lagi,

Suhu tinggi ini terus-menerus bergejolak mempertahankan cairan sejak jutaan tahun lalu. Ketika ada celah lubang keluar, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair.

Nah, ketika lava mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin dari ribuan derajat menjadi hanya bersuhu normal sekitar 30 derajat.

Pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak. Keberadaan kerak benua (daratan) dan kerak samudra selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi.

...Pergerakan unsur-unsur geodinamika ini dikenal sebagai kegiatan tektonis.

Sebagian wilayah Kepulauan Indonesia merupakan titik temu di antara tiga lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara dan Lempeng Pasifik di timur.

Dalam teori kebumian ada beberapa pergerakan lempeng bumi,

Pergerakan lempeng- lempeng tersebut dapat berupa subduksi (pergerakan lempeng ke atas), obduksi (pergerakan lempeng ke bawah) dan kolisi (tumbukan lempeng). Pergerakan lain dapat dimulai dari bagian inti dalam sampai bagian kerak bumi berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng-lempeng.

Pergerakan mendatar berupa pergeseran lempeng-lempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.

Perbenturan lempeng-lempeng tersebut menimbulkan dampak yang berbeda- beda. Namun semuanya telah menyebabkan wilayah Kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil hingga rawan gempa sepanjang waktu.

Pada masa Paleozoikum (masa kehidupan tertua) keadaan geografis Kepulauan Indonesia belum terbentuk seperti sekarang ini. Di kala itu wilayah ini masih merupakan bagian dari samudra yang sangat luas, meliputi hampir seluruh bumi.

Pada masa Paleozoikum

Pada fase berikutnya, yaitu pada akhir masa Mesozoikum, sekitar 65 juta tahun lalu, kegiatan tektonis itu menjadi sangat aktif menggerakkan lempeng- lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik.

Kegiatan ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa larami), sehingga menyebabkan daratan terpecah-pecah. Benua Eurasia menjadi pulau-pulau yang terpisah satu dengan lainnya. Sebagian di antaranya bergerak ke selatan membentuk pulau-pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Banda.

Hal yang sama juga terjadi pada Benua Australia. Sebagian pecahannya bergerak ke utara membentuk pulau-pulau Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan sebagian Maluku Tenggara.

Pergerakan pulau-pulau hasil pemisahan dari kedua benua tersebut telah mengakibatkan wilayah pertemuan keduanya sangat labil. Kegiatan tektonis yang sangat aktif dan kuat telah membentuk rangkaian Kepulauan Indonesia pada masa Tersier sekitar 65 juta tahun lalu.

...Nah,

Sebagian besar daratan Sumatra, Kalimantan, dan Jawa telah tenggelam menjadi laut dangkal sebagai akibat terjadinya proses kenaikan permukaan laut atau transgresi.

Kala itu,

Pulau Sulawesi pada sudah mulai terbentuk, sementara Papua sudah mulai bergeser ke utara, meski masih didominasi oleh cekungan sedimentasi laut dangkal berupa paparan dengan terbentuknya endapan batu gamping.

Pada kala Pliosen sekitar lima juta tahun lalu, terjadi pergerakan tektonis yang sangat kuat, yang mengakibatkan terjadinya proses pengangkatan permukaan bumi dan kegiatan vulkanis.

Ini pada gilirannya menimbulkan tumbuhnya (atau mungkin lebih tepat terbentuk) rangkaian perbukitan struktural seperti perbukitan besar (gunung) dan juga perbukitan lipatan serta rangkaian gunung api aktif sepanjang gugusan perbukitan itu.

Kegiatan tektonis dan vulkanis terus aktif hingga awal masa Pleistosen, yang dikenal sebagai kegiatan tektonis Plio-Pleistosen.

4. Kegiatan tektonis ini berlangsung di seluruh Kepulauan Indonesia.


terbentuknya-kepulauan-indonesia

Gunung api aktif dan rangkaian perbukitan struktural tersebar di sepanjang bagian barat Pulau Sumatra, berlanjut ke sepanjang Pulau Jawa ke arah timur hingga Kepulauan Nusa Tenggara serta Kepulauan Banda.

Kemudian terus membentang sepanjang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Pembentukan daratan yang semakin luas itu telah membentuk Kepulauan Indonesia pada kedudukan pulau-pulau seperti sekarang ini.

Hal itu telah berlangsung sejak kala Pliosen hingga awal Pleistosen (1,8 juta tahun lalu).

Jadi pulau-pulau di kawasan Kepulauan Indonesia ini masih terus bergerak secara dinamis, sehingga tidak heran jika masih sering terjadi gempa, baik vulkanis maupun tektonis.

Nah, misalnya gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia bagian timur (Lombok, Bali, Pulau Sulawesi dane daerah lainnya)

Letak Kepulauan Indonesia yang berada pada deretan gunung api membuatnya menjadi daerah dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Kekayaan alam dan kondisi geografis ini telah mendorong lahirnya penelitian dari bangsa- bangsa lain.

5. Alfred Russel Wallace: Indonesia Terbagi Menjadi Dua, Paparan Sahul dan Paparan Sunda


Dari sekian banyak penelitian terhadap flora dan fauna tersebut yang paling terkenal di antaranya adalah penelitian Alfred Russel Wallace yang membagi Indonesia dalam dua wilayah yang berbeda berdasarkan ciri khusus baik fauna maupun floranya. Pembagian itu adalah Paparan Sahul di sebelah timur, Paparan Sunda di sebelah barat.

Zona di antara paparan tersebut kemudian dikenal sebagai wilayah Wallacea yang merupakan pembatas fauna yang membentang dari Selat Lombok hingga Selat Makassar ke arah utara.

Fauna-fauna yang berada di sebelah barat garis pembatas itu  disebut  dengan  Indo-Malayan   region. Di sebelah timur disebut dengan Australia Malayan region. Garis itulah yang kemudian kita kenal dengan Garis Wallacea.

Merujuk pada tarikh bumi di atas, keberadaan manusia di muka bumi dimulai pada zaman Kuarter sekitar 600.000 tahun lalu atau disebut juga zaman es.

Dinamakan zaman es karena selama itu es dari kutub berkali-kali meluas sampai menutupi sebagian besar permukaan bumi dari Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara Peristiwa itu terjadi karena panas bumi tidak tetap, adakalanya naik dan adakalanya turun.

Jika ukuran panas bumi turun dratis maka es akan mencapai luas yang sebesar-besarnya dan air laut akan turun atau disebut zaman Glasial. Sebaliknya jika ukuran panas naik, maka es akan mencair, dan permukaan air laut akan naik yang disebut zaman Interglasial.

Zaman Glasial dan zaman Interglasial ini berlangsung silih berganti selama zaman Diluvium (Pleistosen).

Hal ini menimbulkan berbagai perubahan iklim di seluruh dunia, yang kemudian mempengaruhi keadaan bumi serta kehidupan yang ada diatasnya termasuk manusia, sedangkan zaman Aluvium (Holosen) berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu hingga sekarang ini.

Sejak zaman ini mulai terlihat secara nyata adanya perkembangan kehidupan manusia, meskipun dalam taraf yang sangat sederhana baik fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Namun demikian dalam rangka untuk mempertahankan diri dan keberlangsungan kehidupannya, secara lambat laun manusia mulai mengembangkan kebudayaan.

Beruntung kita bangsa Indonesia memiliki temuan bermacam-macam jenis manusia purba beserta hasil-hasil kebudayaannya, sehingga sejak akhir abad ke-19 para ilmuwan tertarik untuk melakukan kajian di negeri kita.

0 Response to "Belajar Sejarah: Mari Menelusuri Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia dari Kajian Sejarah Lampau"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel